Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 116


__ADS_3

“Maafkan aku, Adinda … aku bersumpah Demi Tuhan benar-benar tak bisa melupakanmu dan aku bersumpah demi Allah, kalau aku akan tetap menunggumu kembali padaku!”


Adinda menatap nyalang wajah mantan suaminya yang tak pernah diduga bakalan bicara seperti itu. Sungguh gadis itu merasa dirinya sedang dipermainkan, “Ayo kita rujuk, Adinda!” Reza ingin sekali mengatakan hal itu tapi sayangnya kalimat tersebut hanya ada di ujung lidah tanpa suara karena lelaki itu tak ingin membuat Adinda semakin murka.


“Ayo, Non Adinda … kita segera masuk karena sebentar lagi waktu maghrib akan datang,” ajak si Mbok menggandeng tangan Adinda yang masih mematung di dekat pintu mobil. Gadis itu sama sekali tak bisa menjawab atau pun sekedar ingin memprotes apa yang telah dilakukan mantan suaminya. Dirinya bak mayat hidup tak berdaya.


Melihat Adinda yang masih terdiam tentu saja simbok akhirnya memutuskan untuk pergi menjauhi mereka karena dia tahu jika  majikannya pasti membutuhkan waktu untuk membicarakan hal penting dengan mantan istrinya hingga sampai membawa Adinda ke Villa yang tidak seharusnya ia lakukan karena mereka telah bercerai.


“Maafkan aku karena telah mengkhianati pernikahan kita,” lanjut Reza kembali bicara walau dia tau jika Adinda sama sekali tidak menggubrisnya, “Aku menyesal. Aku baru menyadari jika aku sudah jatuh cinta padamu setelah kita bercerai. Bisakah aku mendapatkan kesempatan kedua darimu?” Reza mendekat ingin meraih dan menggenggam jemari Adinda tapi urung dilakukan nya saat melihat tatapan penuh luka dari pancaran mata mantan istrinya.

__ADS_1


“Aku berjanji nggak akan pernah mengkhianatimu lagi, aku bersumpah benar-benar akan setia padamu sampai mati, jadi tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan,” mohon Reza hingga lelaki itu rela bertekuk lutut dan menjatuhkan tubuhnya di atas rumput, persis di hadapan sang mantan istri.


“Drama apa lagi ini ya Allah …?” pikir Adinda dengan hembusan napas berat. Apa Reza menganggap sebuah pernikahan itu hanyalah mainan?


“Aku juga tau, kalau kamu pasti juga sudah mencintaiku makanya kamu kabur dari si Akram sialann itu kan? Dasar duda tak tau diri, enak aja dia mau merebutmu dariku! Kamu juga mau kembali padaku, kan?” Reza bertanya tanpa menyadari jika dirinya sendiri juga sudah menjadi seorang duda.


Bibirnya terkatup rapat mendengar ucapan sang mantan istri, “Dia juga ditinggal mati oleh istrinya, parahnya dia juga pernah mengalami patah hati luar biasa. Sekarang Mas tau kan perbedaan kalian berdua? Satunya korban selingkuh dan kamu adalah tukang selingkuh!” Adinda menatap nyalang mata mantan suaminya.


“Oh iya, satu lagi! Jangan pernah mengatakan dengan sangat percaya diri kalau aku jatuh cinta padamu karena aku sama sekali tak pernah merasakan itu padamu, Mas Reza! Bahkan aku sama sekali belum pernah menyentuh uang mahar 500 juta yang kamu berikan waktu pernikahan kita! Aku hanya berusaha membuka hati menerima takdir kalau kau adalah suamiku waktu itu … tapi pada kesempatan kedua pun kamu malah ketahuan tidur dengan Kamila di kamar yang seharusnya tempatku menghabiskan waktu sebagai istrimu. Jadi … berhentilah bermimpi karena kita sudah usai!” Setelah bicara seperti itu, Adinda berjalan menuju pintu gerbang villa.

__ADS_1


Melangkah pasti walau tak punya tujuan mau pergi ke mana di daerah ini? Apa lagi malam telah menyapa dengan kehadiran suara jangkrik yang sedang bernyanyi, tapi dirinya yakin kalau Allah itu selalu bersama orang yang benar.


Reza tidak mungkin membiarkan perempuan itu pergi di kala malam mulai menjelang. Bagaimanapun juga dia adalah seorang laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab karena telah membawa paksa sang mantan istri. Reza pun berlari menubruk tubuh Adinda yang sedang berjalan gontai menuju jalan di mana tadi mereka lewati, kedua tangan lelaki itu dengan cepat melingkar di perut Adinda yang bukan lagi istrinya.


“Maafkan aku, Adinda … maaf, jangan tinggalkan aku lagi!” mohon lelaki itu dengan suara serak dengan lancang meletakan dagunya di bahu wanita yang langsung terpaku diam.


“Lepaskan tangan kotor Anda dari tubuh Adinda sebelum tangan itu saya patahkan!”


jangan lupa ikuti Event Sabtu tebaran hadiah kurang lebih 40.000 poin karena alhamdulillah ada lagi donatur menyumbang ingin tebar poin di event. Padahal awalnya hanya ada 20.000 poin. Oh iya, yang ikut event tentu hanya orang yang telah memenuhi persyartan yang diberikan karena di akun penulis terlihat siapa saja yang bisa menegikuti event, jangan lupa bintang lima, ya. Bagi yang ingin ikut tebar silakan masuk gc uni dan follow mimin kami, terima kasih banyak atas semua dukungannya. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2