Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 28. Gak Mungkin


__ADS_3

Keesokan harinya Reza pagi-pagi sekali membersihkan diri dan terlihat jauh lebih rapi, membabat habis jambang dan jenggot yang sudah mulai tumbuh hingga memperlihatkan dirinya seperti laki-laki brewok tak terurus. Padahal sewaktu Adinda serumah pun dengannya, laki-laki itu juga mengurus dirinya sendiri tapi entah kenapa setelah kepergian Adinda, rasa sesal Itu selalu menghentak-hentak di dalam jiwanya.


Subuh tadi pria itu sudah memesan sarapan online hingga tepat pada pukul 06.30 Waktu Indonesia Barat, seorang kurir datang ke rumahnya untuk mengantarkan paket pesanannya. Bergegas pria itu menyantap habis sarapan nya, membiarkan sisa makanan dan sampah begitu saja tanpa merapikan rumah terlebih dahulu.


“Gue harus pergi ke rumah Reno sekarang juga dan gak boleh sedikit pun ketahuan!” ujarnya bermonolog sendiri menatap penyamaran yang sudah dirasanya begitu perfect dengan menggunakan gigi palsu hingga membuat tampilannya benar-benar sangat berubah. Pria itu juga dengan sengaja menyewa salah satu motor matic untuk melakukan aksinya mengintai sang asisten pribadi yang tiba-tiba saja hari ini mengambil cuti.


30 menit kemudian, Reza telah sampai tak jauh dari apartemen milik sang asisten, menunggu hanya beberapa menit saja pria itu sudah melihat mobil yang biasa dikendarai Reno ke luar dari basement gedung berlantai 15 itu.

__ADS_1


“Gue yakin kali ini bakalan bisa mengetahui di mana keberadaan Adinda!” Reza pun mulai menguntit mobil yang dikendarai Reno bergerak memasuki Jalan Raya hingga sekitar 30 menit kemudian, mobil itu memasuki area gedung berlantai 20 yang merupakan sebuah perusahaan dengan logo Ramindra Group.


“Ngapain Reno pergi ke prusahaan Pak Akram?” Reza merasa bingung sebab setahu dirinya mereka sama sekali tidak pernah melakukan hubungan kerja sama perusahaan.


“Apa jangan-jangan Reno mau berkhianat dan pindah kerja ke perusahaan besar ini?” Reza menggeleng cepat, merasa yakin jika asisten yang juga sahabatnya itu, tak akan mungkin melakukan pengkhianatan terhadap perusahaan miliknya karena lelaki itu lebih memilih tetap mengabdi pada keluarga Suryo. Ditambah lagi setelah mendapatkan ancaman dari dirinya jika sampai pria itu mengundurkan diri maka ada denda yang harus Reno bayarkan pada perusahaan miliknya.


“Kok Reno ke rumah sakit sih? Bukankah rumah sakit ini pernah gue datangin untuk mencari keberadaan Adinda tapi mereka menjawab tak ada pasien bernama Adinda dirawat di rumah sakit ini!” Reza merasa bingung untuk apa Reno datang ke rumah sakit yang sebelumnya pernah ia datangi juga. Apa jangan-jangan ada salah seorang keluarga Reno yang dirawat di sini?

__ADS_1


Melihat mobil Reno memasuki area parkir Rumah Sakit, Reza pun pergi memarkirkan motor sewaannya pada tempat khusus kendaraan roda dua. Turun dari motor dengan mengenakan kaca mata tebal serta topi warna hitam. Reza pun mulai mengikuti kemana langkah kaki Reno dibawanya, sesaat pria itu terlihat melakukan panggilan telepon.


Reza hanya bisa menangkap satu kata, ‘baik pak, saya akan langsung ke taman rumah sakit.’ Hanya kalimat itu yang bisa didengarnya entah apa yang diucapkan orang di seberang telepon. Namun, Reza begitu yakin kalau orang itu pasti ada kaitannya dengan Adinda.


Saat kaki Reza mulai mengikuti Reno ke taman, matanya membulat sempurna seolah akan melompat dari sarangnya.


‘Gak mungkin … itu pasti bukan Adinda!’ teriaknya di dalam hati karena tak bisa menerima kenyataan yang terpapar jelas di depan mata. Nah apa yang dilihat sama Reza ya?

__ADS_1


__ADS_2