Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 30. Hanya Aku Yang Boleh Memilikinya


__ADS_3

Reza berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit dengan langkah kaki yang teramat gontai setelah menyaksikan bagaimana kondisi yang menyedihkan terjadi pada istrinya, bahkan Reno pun tidak diperbolehkan dengan jarak yang lebih dekat untuk mendekatinya. Ditambah lagi telinganya mendengarkan kata yang begitu kasar ke luar dari mulut laki-laki yang telah menabrak istrinya itu ‘sampah’. Apakah benar dirinya merupakan sosok seorang suami seperti sampah?


Kata-kata sampah itu selalu terngiang di telinga Reza hingga lelaki itu sampai masuk ke dalam mobilnya. Pria itu duduk sesaat ke sandaran kursi dengan menengadahkan kepala, bergumam di dalam hati diiringi gelengan kepala, sungguh dirinya merasa sangat menyesal karena ternyata Rasa kehilangan dan juga ketakutan ditinggalkan itu terjadi setelah perempuan itu pergi.


AAGGHH!!!


Reza berteriak frustasi mengacak-acak rambutnya merasa bersalah hingga ke ulu hati semuanya terasa sangat sakit. Rasa sakit dan cemburu menjadi satu ketika melihat istrinya diperlakukan seperti seorang Ratu oleh orang tak dikenal alias orang asing yang pertama Akram Julian Ramindra. Bisa beberapa kali memukul benda bulat berwarna hitam kenari setir di depannya menyalurkan sedikit rasa kesal bercampur kemarahan tapi dirinya sungguh tak mampu berbuat apa-apa.


Bagaimana mungkin ia bisa mendekat jika begitu banyak anak buah seorang Akram mengelilingi istrinya dan pria itu serta seorang anak kecil yang diperkirakannya anak Sang Penabrak istrinya.


“Papa! Hanya papa yang bisa ngebantuin gue!” Reza menghapus air matanya yang tiba-tiba saja mengalir begitu saja, tancap gas lalu melarikan Kuda besi warna hitam miliknya ke rumah pak Suryo. Selama ini ternyata Reza membohongi kedua orang tuanya hanya dengan mengatakan kalau Adinda mengalami kecelakaan tetapi dibawa pergi sama orang yang menabraknya, tanpa pernah menceritakan apa yang terjadi sebelumnya.


Bahkan Reza memohon pada asistennya agar jangan pernah mengatakan hal yang sesungguhnya terhadap kedua orang tuanya.

__ADS_1


*


*


“Reza sudah bertemu dengan Adinda, Pa … tapi Reza tak bisa mendekatinya karena dia sekarang berada di bawah pengawasan Tuan Akram Julian Ramindra, pria yang ternyata tanpa sengaja menabrak Adinda dan membawanya ke rumah sakit tapi lelaki itu sama sekali tidak memberikan anakmu ini izin untuk bertemu!” beritahu Reza dengan sengaja berdusta karena ingin mendapatkan sedikit bantuan dari Papanya.


“Tuan Akram … apa dia merupakan anak dari pemilik perusahaan Ramindra Group?” tanya Pak Suryo mengerutkan dahi, menyelidik pada kedua bola mata anaknya merasa curiga dengan keterangan sang putra.


“Tuan Akram memang orang yang sangat angkuh tetapi selama yang saya tahu, dia bukanlah orang yang mau mengusik milik orang lain kecuali ada sesuatu yang terjadi di balik semua itu, apa mungkin ada yang tak papa ketahui?” tebak pak Suryo menatap wajah anaknya tajam.


“Semua sudah jelas Pak, Tuan Akram dengan sengaja menguasai Adinda yang masih berstatus istri Reza! Aku hanya memohon sama papa tolong bantu aku agar bisa bertemu dengan Adinda, aku …  aku …  mau minta maaf sama dia. Lagian Adinda mengalami kecelakaan gara-gara kecerobohan Sopirnya yang membawa mobil pasti dengan ugal-ugalan makanya sampai menabrak Adinda! Sekarang pria penguasa itu malah dengan semena-mena menahan istriku, Pa!” adu Reza berusaha mengambil simpatik sang papa.


“Oh ya? Apa kamu yakin? Kenapa papa malah merasa curiga kalau kepergian Adinda ada hubungannya dengan dirimu sendiri, bahkan setelah Adinda beberapa hari tidak bertemu dengan keluarga kita, kamu seolah-olah seperti orang yang sangat bersalah. Parahnya lagi kamu dari awal tak mau jujur sama papa, kalau bukan asistenmu yang bercerita Adinda mengalami kecelakaan maka mulutmu mungkin sampai sekarang masih bungkam!” sentak Pak Suryo dengan tatapan menukik tajam, membuat Reza hanya bisa tertunduk diam.

__ADS_1


“Satu hal lagi yang berusaha kamu sembunyikan dari papa. Apa sebenarnya hubunganmu dengan Kamila sampai harus saling bercum-bu di ruang kerja? Jangan bilang Adinda pernah melihatnya dan merasakan sakit hati luar biasa karena ulah tercela yang kamu lakukan!”


‘Maaf Pa, sebenarnya Adinda pergi hingga mengalami kecelakaan setelah melihat apa yang aku lakukan dengan Kamila waktu itu tapi aku tak berani jujur padamu,’ sesal Reza hanya berani menjawab di dalam hati.


Melihat anaknya sama sekali tak mampu untuk menjawab, Pak Suryo hanya bisa menggelengkan kepala. Dia yakin, pasti menantunya itu sangat terluka dan Pak Suryo merasa menjadi orang yang paling bersalah karena telah menyeret gadis baik hati itu dalam pernikahan yang tak pernah diinginkan hingga akhirnya sekarang terjadi kekacauan.


“Maafkan Reza, Pa,” ucap suami Adinda itu dengan begitu lirih.


“Sayangnya kata maaf itu tak cocok kau berikan sama papa tapi seharusnya kamu belajar dari pengalaman yang pernah terjadi! Calon istrimu pernah pergi meninggalkanmu dengan laki-laki lain, apa jangan-jangan Kaira juga pernah memergoki dirimu dengan sekretarismu itu? Papa tak tahu lagi bagaimana bicara yang baik dengan, Reza! Biarkan saja Adinda mencari kebahagiaannya sendiri, jika dalam tiga bulan kalian tidak saling berkabar dan kamu tidak memberikan nafkah lahir batin untuknya maka talak itu secara tidak langsung bakal jatuh dengan sendirinya! Hanya saja Papa sedikit curiga, apa jangan-jangan menantu papa itu sebenarnya belum pernah kamu sentuh?”


Pak Suryo menaikkan sebelah alis matanya, “jika sampai saat ini istrimu belum pernah kau sentuh atau belum pernah kau campuri maka dia sama sekali tidak memiliki yang namanya masa iddah … asalkan ketuk palu tanda perceraian itu telah berhasil ia dapatkan dari pengadilan!” lanjut Langsung membuat seluruh tubuh Reza menegang seketika karena dia sama sekali tak pernah mengetahui hukum agama seperti itu.


“Nggak! Adinda istriku, Pa, hanya aku yang boleh memilikinya!” tegas Reza menggebrak meja.

__ADS_1


Brak!


__ADS_2