
Romeo bolak-balik tiap sebentar ke toilet umum yang ada di tepi pantai. Hal itu terpaksa dilakukannya karena perutnya yang merasa mulas tak bisa tertahankan walau hanya sesaat saja. Bahkan baru beberapa detik keluar dari pintu toilet pria, lelaki itu harus balik ke dalam hingga penjaga toilet menghitung setiap kali Romeo masuk untuk buang air besar.
“Dasar perut sialan! Sebenarnya apa yang salah aku makan hari ini? Kenapa aku bolak-balik ke toilet seperti baru saja menelan pil pencahar?" Romeo tertegun untuk mengingat apa saja yang sudah masuk ke dalam perutnya hari ini sejak mulai dari rumah tadi, sebelum pergi ke tempat Akram, tapi tak satu pun makanan yang ia rasa membahayakan tubuhnya.
Tiba-tiba polisi itu menampol dahinya mengingat sahabatnya yang sedang dimabuk cemburu seiring dimabuk cinta pada seorang janda pengasuh anaknya. “Akram pasti sudah melakukan sesuatu padaku! Aku yakin dia pasti masih menguntitku sampai ke sini, dasar pengecut! Lihat saja apa yang bakal kulakukan pada Adinda dan putrimu nanti, hingga apa yang kau saksikan akan membuatmu jungkir balik akibat rasa cemburu tapi tak akan mungkin mengakui isi hatimu karena egomu yang terlalu kau gaungkan di depanku hahaha!” Romeo menyeringi licik membayangkan sahabatnya yang terlalu memikirkan gengsi tinggi, padahal hatinya merasa sakit saat melihat dirinya bersama Adinda dan juga Putri sahabatnya itu.
__ADS_1
“Siapa suruh kamu tak berani mengungkapkan perasaan sendiri dan aku hanya sedang berusaha membuatmu semakin sakit hati hahaha, aduhh aduh!” monolognya lagi sembari tertawa dan tiba-tiba saja perutnya kembali sakit hingga lelaki itu terpaksa masuk lagi ke dalam toilet yang sudah hampir satu jam namanya bolak-balik keluar masuk hanya mengeluarkan sedikit kotoran yang membuatnya kesal.
Kali ini pria tampan yang menyenangkan celana coklat seragam polisi itu tanpa atasan dari seragamnya, keluar dengan hati sedikit lega karena ternyata perutnya sudah lumayan longgar dan tidak sesakit tadi.
‘Aku yakin dengan cara yang bakal kulakukan nanti, kamu pasti akan kembali mendekati kami dan bisa-bisa kali ini leherku yang kau patahkan!’ gumam Romeo di dalam hati berjalan melangkahkan kaki ke arah seorang penjual es krim cincau kaki lima.
__ADS_1
Lelaki itu membeli 3 cup es krim cincau yang terlihat begitu menggoda seleranya hingga dengan cepat ingin sekali menghabiskannya saat itu juga. Romeo pun memberikan apa yang sudah dibelinya pada Adinda dan juga Caca, mereka bertiga benar-benar terlihat seperti sepasang suami istri yang baru memiliki seorang putri sembari menikmati es krim cincau yang terasa begitu segar di tenggorokan.
Adinda merasa sangat bahagia melihat Caca yang terus saja tersenyum ke arahnya dan itu sungguh memberikan perasaan lain tentang anak kecil yang katanya buah cinta dari nya dengan wanita lain.
‘Jika aku pura-pura mengambil es krim punya Adinda dan memakan persis bekas bibirnya, kira-kira apa yang bakal terjadi ya?” Romeo pun kembali berkutat di dalam hati lalu tersenyum lebar membayangkan apa yang bakal ia lakukan sebentar lagi.
__ADS_1