Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 23. Kau Harus Baik-baik Saja


__ADS_3

Reza baru saja sampai di lantai bawah dan tidak bisa menemukan keberadaan istrinya, berlari dalam kondisi menuruni anak tangga ternyata membuat tubuhnya penuh keringat dengan napas sedikit tersengal. Sungguh ini merupakan hal yang baru pertama kali ia lakukan demi mengejar Adinda tapi sayangnya kepanikan membuatnya menjadi lelaki yang berpikiran bodo.


“Loh, Pak Reza … Anda menuruni anak tangga dari lantai lima?” tanya seorang pegawai yang merasa heran dengan perbuatan pimpinan  perusahaan tempatnya  bekerja itu.


“Hem!” jawab Reza dengan mata celingak celinguk mencari keberadaan sosok istrinya. Bisa masih berharap kalau sang istri berada di lobi atau mungkin masih berada di lantai satu, bukankah itu merupakan pemikiran yang mustahil? Bahkan tanpa ia ketahui, Reno malah baru saja balik dari depan perusahaan dengan wajah panik dan juga gusar.


“Kamu dari mana? Bukankah tadi kamu bersama dengan Kamila, Saya mau, mulai hari ini perempuan sialan itu dipecat!” titah Reza menyuruh sang asisten untuk segera menyingkirkan perempuan yang dirasanya sebagai pemicu pertengkarannya dengan Adinda.


Reza lupa kalau dirinyalah yang menyuruh sang sekretaris untuk masuk ke ruangannya dan membiarkan perempuan itu punya kesempatan untuk menggodanya tapi lihatlah sekarang, Reza hanya mau menyalahkan satu pihak lawannya saja tanpa mau disalhkan. Dasar pimpinan egois.


“Gue dari depan, puas lo!” teriak Reno tak jelas membuat Reza merasa bingung.


“Hei ini masih areal kantor, jaga bicaramu karena saya ini adalah bosmu!” Reza menepis kuat kedua tangan asistennya hingga terlepas, pria itu tentu saja tak terima diperlakukan tidak sopan oleh anak buahnya sendiri.


Bagaimanapun juga, dirinya tidak ingin diremehkan oleh pegawai lain karena sang asisten yang terlalu lancang bicara kasar padanya.


“Gue memang anak buah lo, brengsekk!! Gara-gara gue terlalu patuh jadi bawahan lo, Akhirnya sekarang Adinda tertabrak mobil tapi gue nggak bisa melakukan apa-apa. Parahnya gue belum sempat sampai di dekat kejadian Adinda malah udah dibawa sama orang yang menabraknya. Sekarang lo puaskan karena udah bebas mau main sama wanita mana saja karena mungkin bini lo saat ini udah MATIII!!! Ini semua gara-gara lo yang udah nyakitin Adindaaa!!!” raung Reno tak peduli.


Dia hanya ingat akan pesan pak Suryo agar dirinya menjaga Adinda dengan baik tapi apa yang telah dilakukannya? Reno malah membiarkan gadis itu melihat kelakuan menjijikkan suaminya hingga menghancurkan perasaannya dan pergi dengan terluka hingga ketabrak mobil.

__ADS_1


Bugh!


Reza tak terima istrinya disumpahi mati, “Istri gue gak mungkin mati, Reno!”


Bugh!


Reno membalas pukulan itu, “Ini buat seorang suami yang bajiingan kayak lo!” teriak Reno meninju perut Reza hingga atasannya itu terhuyung ke belakang.


Bugh!


“Ini buat suami yang udah nyakitin istrinya sendirii!! Dasar lo suami sam— aaggh!” Hampir saja Reza mau mengatai sahabatnya itu lagi dengan sebutan sampah saking kesalnya tapi pria itu cepat tersadar, kalau perkataannya sejak tadi sudah keterlaluan pada seorang pimpinan di perusahaan ini.


Bugh!


“Mulai hari ini, gue berhenti jadi asisten lo!” Reno kembali melayangkan satu pukulan tepat di rahang atasannya sebelum benar-benar meninggalkan Reza yang mematung seperti orang bingung.


Tidak, Reza tidak boleh kehilangan Reno karena pria itu tak bisa menjalankan perusahaan tanpa lelaki sang multi talenta. Tersadar dirinya tak bisa mencari keberadaan Adinda tanpa Reno, pria itu langsung berlari mengejar sang asisten.


“Ren, tunggu dulu. Kamu nggak boleh mengundurkan diri dari perusahaan ini! Pokoknya saya akan menuntutmu satu milyar kalau sampai kamu pergi dari sini karena kepergianmu itu akan membuat perusahaan saya rugi!” teriak Reza sebelum sang asisten itu hilang di dalam kotak besi menuju lantai lima.

__ADS_1


Reza menjambak rambutnya frustasi, berjalan ke ruang CCTV untuk melihat siapa yang telah menabrak sang istri agar dirinya bisa mengetahui kemana harus mencari Adinda.


“Kamu harus selamat, Adinda, harus! Maafkan kebodohanku!” cicitnya bicara sendiri sembari berjalan cepat.


“Cek kejadian di depan gedung kantor sejak setengah jam yang lalu!” titahnya pada pengawas CCTV.


“Baik, Pak.”


Reza memperhatikan dengan seksama rekaman CCTV mulai dari Adinda yang berlari keluar dari gedung kantor hingga perempuan itu tertabrak mobil.


“Zoom plat nomor mobil yang menabrak!” perintahnya tegas.


“Baik, Pak,” sahut pegawai itu lagi.


Reza langsung memerhatikan mobil dan juga plat nomornya lalu menghubungi seorang temannya yang kebetulan bekerja di pihak kepolisian.


Namun, setelah mendengar penjelasan dari seseorang itu, tubuh Reza luruh ke lantai karena orang yang menabrak sang istri dengan nomor polisis yang ditanyakannya tidak bisa diketahui, lebih tepatnya identitas orang yang menabrak tidak bisa diungkapkan.


“Ya Tuhan jangan jauhkan Adinda dariku.” Reza yakin saat melihat mobil BMW yang menabrak istrinya pastilah bukan orang sembarangan makanya identitas orang itu dirahasiakan, ditambah lagi yang tertangkap kamera pengawas hanya siluet punggung sang pemilik mobil.

__ADS_1


‘Kau harus kembali dalam keadaan baik-baik saja, Adinda ... karena kau milikku!’


__ADS_2