Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 54. Permintaan Reza


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali mau tidak mau Adinda berpamitan pada bunda Hanum, sesuai kesepakatan semalam jika dirinya terpaksa kembali ke rumah besar Tuan Akram karena tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan seorang anak kecil yang sampai terbaring di rumah sakit akibat ditinggalkannya begitu saja. Sementara Reza sendiri harus menerima pasrah keputusan Adinda yang ingin berpisah darinya tetapi Gadis itu juga tidak lagi memperlihatkan wajah benci dan kesalnya terhadap sang calon mantan suami.


“Apa kamu benar-benar tak ingin memikirkan lagi tawaranku, Dinda? Aku sumpah demi Tuhan akan berubah dan tak akan pernah lagi berselingkuh darimu Dan aku juga janji kalau aku akan menjalankan kewajibanku sebagai suami seutuhnya memberikanmu nafkah lahir dan batin sesuai yang kamu mau,” ujar Reza ketika mereka sedang duduk berdua di ruang tamu.


Adinda terlihat menaikkan dagunya ke atas agar pandangannya terfokus pada wajah Reza yang baru menyesal setelah dirinya pergi untuk berpisah darinya. Sebagai seorang istri tidak ada wanita yang ingin diduakan di dalam rumah tangganya tapi terkadang seorang wanita terpaksa bertahan bahkan mengalami penderitaan dan siksaan fisik serta batin, ketika sudah ada anak di antara mereka.

__ADS_1


“Kita menikah belum genap satu bulan tapi Mas sudah berani bermain wanita di belakangku. Aku rasa sebaiknya tetap pada kesepakatan awal sesuai surat kontrak pernikahan yang Mas Reza inginkan sendiri. Aku juga sudah menjalankan semua poin sesuai surat yang kita tanda tangani termasuk point yang mengatakan, kalau aku akan pergi tanpa diminta saat tahu dirimu punya wanita lain, bukankah waktu itu kamu setuju? Mas bahkan mengatakan kalau kita tak perlu saling kenal saat bertemu di luar rumah. Lalu kenapa sekarang Mas menyesal?” Adinda menatap tajam wajah lelaki yang masih sah suaminya itu.


Reza terdiam sesaat menutup wajah dengan kedua tangannya menyesali apa yang telah ia lakukan, kalau ternyata cinta itu bisa tumbuh setelah dia melakukan penghianatan.


“Maaf Mas Reza, dari awal kamu juga tahu kan, kalau aku sama sekali tak pernah mencintaimu tapi aku berusaha belajar untuk menjadi seorang istri yang baik untukmu. Sayangnya di waktu yang singkat itu kamu sama sekali tak pernah menghargai perjuanganku, bahkan Mas Reza selalu mengeluarkan kata-kata menyakitkan saat kita bertegur sapa di dalam rumah dan Mas Reza tak segan-segan berlaku kasar padaku, jadi apa menurutmu aku akan bisa jatuh cinta padamu?” Gadis itu menatap tanpa berkedip wajah suaminya, saat menyampaikan unek-unek yang ada di dalam hatinya.

__ADS_1


Dari awal saja Gadis itu sudah terpaksa melakukan pernikahan demi bakti pada Bundanya, menerima Reza sebagai suami tapi setelah menikah ternyata orang yang dijodohkan Bundanya akibat keterpaksaan gara-gara pengantin sang anak majikan kabur, ternyata rumah tangga itu tidak sesuai dengan bayangan yang ada di dalam pikirannya. Adinda hanya merasakan sakit hati dan juga sakit di fisik karena perbuatan Reza, Jadi untuk apa ia melanjutkan pernikahan yang sudah tak berujung itu.


“Aku menyesal, Adinda. Apakah aku boleh minta izin untuk mengejarmu kembali agar aku bisa menebus semua kesalahan yang pernah kulakukan padamu, walau aku tahu ada pria lain yang jauh lebih berkuasa sedang berusaha mendekatimu,” pinta Reza yang masih berusaha membuka pintu hati sang istri agar mau kembali terbuka untuk menerima cintanya.


“Apakah Mas Reza merasa pantas?”

__ADS_1


__ADS_2