
“Siapa lagi yang datang?” tanya bunda Hanum mulai beranjak dari tempat dduknya untuk keluar melihat tamu yang baru datang.
“Itu juga tamu tak diundang, Bunda!” sahut Adinda yang telah mengetahui sosok angkuh yang baru turun dari mobilnya dengan dua Bodyguard minumannya.
“Assalamualaikum, apa betul ini rumahnya Adin–” Akram tak jadi melanjutkan kalimatnya ingin bertanya tentang alamat rumah Adinda yang sesungguhnya karena melihat langsung Gadis itu sedang berdiri dengan mata melotot tajam seolah tidak menyukai kehadirannya.
“Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Tuhan mau menanyakan rumah siapa?” Bibi Hanum melihat ke arah luar pada mobil merah yang terparkir indah di halaman rumah dan itu sungguh sangat mencolok buat mata-mata julid para tetangga, apalagi satu mobil sang menantu juga parkir di tepi jalan yang bakal membuat telinga para ibu-ibu kepo semakin panas.
__ADS_1
“Maaf bunda, perkenalkan nama saya Akram Julian Ramindra, atasannya Adinda di Jakarta. Saat ini Adinda sebenarnya masih berstatus pengasuh putri saya tetapi tiba-tiba saja dia pergi tanpa papamu membuat anak saya saat ini mengalami demam tinggi sejak tadi pagi dan sekarang sudah berada di rumah sakit,” jelas Akram begitu panjang lebar agar wanita yang telah melahirkan Adinda itu tidak mengalami salah paham dengan kedatangannya, di rumah sederhana yang terlihat lumayan mewah dibanding rumah lainnya.
Bibi Hanum terlihat memijat keningnya sesaat, merasa bingung lalu mengalihkan pandang pada sang putri yang masih berdiri tapi langsung menundukkan kepala ketika ditatap bundanya.
“Silakan masuk, majikannya Adinda!” suruh Bunda mempersilakan tuan dari putrinya yang ternyata diam-diam tetap menjadi seorang pelayan di rumah orang lain.
“Adinda, sekarang cepat jelaskan sama Bunda, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kamu ini sebenarnya masih menikah nggak sama anak Reza kok bisa-bisanya jadi pelayan di rumah orang lain?” Bunda Hanum memutar matanya ke arah sang menantu, “Dan kamu Nak Reza … apa sebenarnya yang kamu lakukan pada Putri saya hingga dia kabur dari rumahmu dan menjadi pelayan di rumah Akram?”
__ADS_1
‘Ini dia pertanyaan yang aku tunggu dari tadi. Jadi sepertinya status mereka sekarang belum diketahui sama bundanya? Bravo … Roland memang terbaik, aku datang tepat waktu sebagai pengganggu hehehe,’ batin Akram merasa senang.
“Saya minta maaf sama Bunda jika ikut jadi penyela. Adinda sebenarnya sudah berpisah dengan pak Reza, Bund dan putri Bunda pun berniat menggugat cerai suaminya karena sudah ketahuan sel–”
“Itu hanya salah paham, Bunda. Reza sengaja datang ke sini ingin minta maaf sama Adinda agar dia bisa kembali pulang ke rumah,” potong Reza yang tak ingin Akram mengtakan tentang dirinya yang selingkuh sebagai penyebab kandasnya rumah tangga mereka.
Bunda Hanum terlihat pusing, kenapa tak ada penjelasan yang benar-benar bisa diterimanya, akhirnya wanita itu menatap pada Sang Putri meminta penjelasan pasti agar Adinda segera mengatakan apa yang terjadi sesungguhnya di dalam ranah tanda putrinya itu.
__ADS_1
“Mas Reza menduakan Adinda dan dia telah berselingkuh di dalam pernikahan kami!” jawab Adinda mendongakkan kepala, meluruskan punggung agar terlihat tegar di depan lelaki yang sesaat lagi akan menjadi mantan suaminya jika ketukan Palu dikukuhkan oleh sang Hakim.