Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 118


__ADS_3

Kediaman keluarga Akram Julian ramindra tiba-tiba saja begitu heboh gara-gara Adinda yang dibawa pulang dalam keadaan seperti orang yang kurang sehat, bingung atau linglung, yang jelas perempuan itu belum ada mengeluarkan sepatah kata pun dari bibirnya. Hal itu tentu saja membuat hati nyonya Ramindra merasa begitu cemas karena takut telah terjadi sesuatu yang buruk terhadap perempuan yang teramat ingin dijadikannya sebagai pengganti menantunya yang telah tiada.


“Bunda … ayo lihat Caca, Bunda! Kenapa Bunda jadi olang bicuu?” tanya bocah kecil itu dengan suara cadelnya. Si kecil tidak tau apa yang sedang terjadi pada pengasuhnya sendiri, dia pun menoleh pada sang oma.


“Apakah Bunda udah nggak bisa bicala lagi, Oma? Ini gala-gala papa, ya, Oma? Bunda diapain cama papa?” lanjutnya bertanya.


Caca adalah orang yang paling sibuk berceloteh sejak kedatangan Adinda dengan Menggunakan helikopter di mana halaman luas di depan rumah keluarga akan dijadikan sebagai helipad dadakan. Gadis itu tak berhenti mempertanyakan kondisi Adinda yang masih terdiam tanpa ingin berbicara sedikit pun kecuali hanya mau memberikan pelukan pada bocah kecil yang diasuhnya.


“Caca cayang cama Bunda.” Bocah kecil itu memberikan pelukannya terhadap sang pengasuh dengan tangan mungilnya, tentu saja Adinda merasakan nyaman luar biasa karena memang gadis tersebut sangat menyayangi anak asuhnya.


Perasaan ngeri yang sempat dialami Adinda karena menganggap dirinya sedang diculik oleh seorang penjahat, masih terekam jelas di dalam kepalanya sehingga membuat Gadis itu terlihat sangat syok. Bagaimana tidak, dirinya mengalami mental yang berubah jadi down setelah perasaan ketakutan luar biasa akan mendapatkan sesuatu yang sangat mengerikan selama perjalanan antara Jakarta ke Puncak Bogor. Beruntung kenyataan yang dialaminya hanyalah ada dihalusinasinya saja, sebab yang terjadi sebenarnya Adinda ternyata hanya ingin diajak menjauh dari lelaki lain oleh mantan suaminya, Reza sungguh sangat keterlaluan!

__ADS_1


“Bagaimana ini, dokter?” tanya Akram pada Raihan – dokter pribadi keluarganya. Duda satu anak itu merasa cemas luar biasa ketika melihat keadaan Adinda seperti sekarang, hatinya berdenyut nyeri saat melihat sorot mata Adinda penuh luka bercampur ketakutan. Bahkan pria itu masih belum sempat mengganti pakaiannya hingga dokter Raihan datang dengan alasan tidak merasa tenang meninggalkan pengasuh putrinya itu sendirian, padahal jelas-jelas ada Nyonya Ramindra dan juga beberapa pelayan ikut di sana memberikan dukungan.


Raihan mengulas senyum tanpa memperlihatkan rasa khawatir sama sekali saat menghadapi pasien cantiknya, “Nona Adinda hanya mengalami syok sesaat dan dengan istirahat sebentar, kondisinya insya Allah akan pulih kembali seperti semula. Jadi kalian semua tak perlu begitu khawatir. Saya akan memberikan resepnya dan tolong tebus di apotek terdekat!” beritahu dokter Raihan membuat dadda seorang Akram begitu lega karena ternyata Adinda sama sekali tidak mengalami hal-hal yang menakutkan, apalagi yang menjijikan dari mantan suaminya itu, walau mata kepalanya kedapatan melihat apa yang telah dilakukan Reza sesaat memaksa Adinda berada di dalam dekapannya, sebelum dirinya memberikan sebuah bogeman.


“Syukurlah kalau Adinda tak kenapa-napa, tante nggak bisa ngebayangin kalau terjadi hal buruk sama dia. Adinda sudah seperti anak tante sendiri, Raihan.” Wanita paruh baya itu melirik sinis pada putranya.


“Entah perbuatan bodohh apalagi yang dilakukan Putera tante ini hingga membuat Adinda memutuskan untuk pergi?” sindir Nyonya Ramindra menatap kesal pada anak dudanya.


“Belalti yang bikin bunda pelgi itu … Papa, ya? Kenapa Papa ngucil bunda cih? Caca ndak cuka dan ndak mau lagi belteman cama Papa, Papa itu jahat! Papa ndak cayang cama Caca dan bunda,” lirih si kecil dengan derai air mata. Entah kenapa tiba-tiba saja bocah kecil yang parahnya merupakan anak kandungnya sendiri berlari ke arah salah satu vas bunga dan melemparkannya kepada sang duda.


Prang!

__ADS_1


“Papa Jahat!”


Maaf untuk reader semua karena kemarin uni gak bisa up date sebab ada kemalangan di keluarga suami.


Bagi yang mau ikut event, jangan lupa misinya diselesaikan.


1. Masuk gc Putri Tanjung


2. Baca karya ini di 10 bab pertama dengan memberikan tagar pada komentar #ikut event. Bagi yang reader reel\, alhamdulillah wa tabarakallahu.


3. Beri like\, komentar\, ulasan bintang lima.

__ADS_1


4. Jangan lupa follow dua admin GC Putri Tanjung.


Semoga semua bahagia dan sehat selalu.


__ADS_2