Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 102


__ADS_3

Sesaat Gadis itu terdiam, menghela nafas dengan berat tapi dirinya memutuskan melangkahkan kaki meninggalkan area perumahan elit milik nyonya Ramindra. ‘Aku harus bisa secepatnya pergi dari sini!’ tekat Adinda di dalam hati karena Gadis itu tak ingin lagi berurusan dengan Akram, di mana duda satu anak itu tak pernah bisa menghargainya.


Adinda merasa sudah cukup untuk mendapatkan penghinaan dari orang yang selalu dipanggilnya tuan, apalagi beberapa saat yang lalu dengan begitu gampangnya lelaki itu mengumbar kata-kata cinta terhadapnya tapi malah membiarkannya pergi begitu saja dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


“Dasar duda yang sangat menyebalkan!”


Baru saja, Adinda melangkah beberapa meter dari gerbang rumah besar milik Akram, tiba-tiba saja sebuah mobil sport dengan warna hitam metalik, berhenti sembari membunyikan klaksonnya. Kaca penumpang di bagian sebelah kiri sang pengemudi terlihat dibuka sehingga Adinda bisa dengan mudah menatap siapa sang pengendara.


“Loh, Adinda … kamu mau ke mana? Ayo naik, biar aku antar!” tanya dan ajak sang pengemudi dengan senyum sumringah, terlihat begitu sempurna.


Lelaki berwajah tampan itu segera turun dari mobilnya dan mengambil koper yang tadi diseret Adinda dengan berjalan kaki ke dalam bagasi mobil, membukakan pintu di bagian jok depan dengan perasaan yang sangat senang.

__ADS_1


‘Ya Allah mimpi apa gue semalam bisa kembali bertemu dengan Adinda?’


Sementara Adinda sendiri ketika bertemu dengan orang yang sudah lumayan lama tak pernah berjumpa dengannya, apalagi dia sangat hafal orang itu selalu baik padanya, membuat Adinda lega luar biasa. Adinda merasa sangat senang karena ternyata Allah mempertemukannya dengan seseorang yang tak pernah ia duga-duga akan berjumpa tak jauh dari rumah besar Tuan Akram.


‘Ternyata Allah selalu saja memberikan bantuan dan pertolongan di saat aku benar-benar sedang sangat membutuhkan, Alhamdulillah ….’ Adinda mengucap syukur di dalam hati sembari bibirnya tetap saja menyunggingkan senyum tipis.


Gadis itu benar-benar tak pernah menyangka bisa bertemu dengan sosok pria tampan yang sejak pertemuan pertamanya selalu berbuat baik dan bertutur kata yang sopan terhadapnya.


“Aku malah belum tahu mau pergi ke mana, Pak,” jawab Adinda jujur tapi gadis itu menoleh pada pria itu setelah dirinya duduk di samping pengemudi.


Akram tersadar dari lamunan panjangnya karena merasakan suasana kamar nan hening yang begitu dingin tanpa ada suara omelan dan cacian dari gadis pemilik kamar, membuat laki-laki itu buru-buru berdiri dan menatap sekeliling kamar yang ternyata sudah kosong melompong tak ada manusianya selain dirinya yang begitu bodohh berbaring santai di atas lantai.

__ADS_1


“Adinda! Adinda!” heboh Akbar memanggil nama pengasuh putrinya, membuka pintu kamar mandi bahkan dengan lucunya lelaki itu menyibakkan sprei tempat tidur yang sering digunakan Adinda untuk istirahat hanya sekedar memastikan dalam mencari keberadaan sang janda muda yang masih perawan. Lelaki itu terlihat begitu konyol karena mencari sang janda di bawah kolong ranjang. Akram benar-benar berubah jadi sangat berbeda, entah itu terjadi karena dia sedang berada dalam mode jatuh cinta ataukah otaknya baru saja berubah error hanya karena terjatuh sedikit akibat dorongan tubuh Adinda yang sangat lemah.


“Adinda, kamu jangan main-main denganku!” Bahkan tanpa sadar lelaki itu sejak tadi tidak lagi mengucapkan kata saya terhadap dirinya karena telah merasa nyaman dengan kata aku ketika berada di dekat Adinda.


“Ma! Mama … mama!” seru Akram memanggil wanita yang telah melahirkannya karena ingin mencari Adinda dan memberitahukan jika janda itu menghilang begitu saja dari dalam kamarnya seolah hantu yang tak memiliki massa tubuh yang pergi dengan cepat seperti kilat, padahal jelas-jelas dialah yang terlalu lama berada di dalam dunia khayalannya.


Kamu gak mungkin masih marah padaku, Adinda dan kamu —” Mata Akram melotot kaget saat melihat koper yang tadi ada di dalam kamar Adinda sudah raib bersama pemiliknya.


“No! Lo nggak mungkin pergi!” racau Akram frustasi.


“Romeo, pasti dia yang telah menghasutnya!”

__ADS_1


Ayooo, siapa kira-kira yang pergi bersama Adinda?


Uni sengaja up date dua bab malam ini, semoga suka dan jangan lupa beri like, komentar dan vote serta bintang lima ya, tengkiuuuu.


__ADS_2