
Mobil sport hitam metalik itu tetap melaju pada tujuan yang memang ingin disinggahi sama Reno, mantan orang dipercayakan Reza Madani.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kamu ikut dengan saya saja dan untuk sementara tinggal lah di rumah saya. Kamu tenang saja, di rumah saya ada asisten rumah tangga kok, jadi tak akan ada fitnah jika kamu tinggal bersama saya!“ ajak Reno yang merasa begitu senang bertemu lagi dengan mantan istri bosnya dulu, di mana Reno sempat memiliki perasaan berbeda terhadap wanita yang ia ketahui tak pernah disentuh sedikit pun oleh mantan atasannya itu.
Reno merupakan orang yang paling mengetahui apapun yang dilakukan atasannya termasuk kamar Reza dan Adinda yang terpisah setelah menikah ketika mereka telah tinggal bersama.
“Makasih banyak Pak Reno tapi sepertinya saya akan mencari kos-kosan yang murah saja, soalnya saya baru saja pergi dari rumah majikan sebelumnya,” dusta Adinda yang tak ingin mengatakan jika dirinya kembali kabur dari rumah Akram – duda tampan yang selama ini selalu saja menyakiti perasaannya dengan kata-kata hinaan.
“Kenapa? Apa kamu takut dengan saya? Saya nggak pernah makan orang kok,” canda Reno menggoda Adinda.
__ADS_1
“Bukan begitu, Pak … tapi saya hanya tak ingin merepotkan pak Reno,” balas Adinda merasa tak enak hati.
Sungguh Adinda sama sekali tidak pernah menyangka jika takdir Kembali mempertemukannya dengan sosok orang baik yang bernama Reno, lelaki yang paling berani membelanya persis di depan mata kepala Reza – kala dulu.
“Kapan–”
“Bagaimana—”
“Kamu yang bicara terlebih dahulu, Adinda. Kapan kamu kembali ke Jakarta? Bukankah waktu itu kamu sempat pulang ke kampung halamanmu?” Dasar Reno baru saja beberapa saat yang lalu menyuruh Adinda yang bicara terlebih dahulu tapi bibir nya tak berhenti memberikan pertanyaan pada janda yang ia ketahui dari Reza tetaplah seorang istri yang masih perawan.
__ADS_1
‘Gue pernah ngomong sama Reza, jika sampai ia menyakiti anak pelayan itu maka gue yang bakal merampasnya tapi saat gue bersaing dengan Tuan Akram … sungguh gue tak sanggup untuk menghadapi orang berkuasa seperti dia!’ batin Reno di dalam hati.
‘Apa sebenarnya yang terjadi sama Adinda? Apakah tuan Akram menyakitinya?’ batinnya lagi dengan menoleh sekilas pada gadis yang duduk di sampingnya.
“Saya memang sempat pulang kampung sesaat tapi pada hari yang sama ada dua orang konyol tak punya muka datang ke rumah hingga salah seorang yang punya anak di antara mereka … membuatku terpaksa ikut dengannya demi anaknya yang sedang sakit,” lirih Adinda mengingat momen saat Caca sampai sakit ketika ditinggalkannya.
“Bagaimana kabar Mas Reza? Apakah dia sudah menikah dengan Kamila?” tanya Adinda dengan sorot mata sendu mengingat mantan suaminya yang tiga berselingkuh di belakangnya, padahal jelas-jelas dirinya sudah ingin membuka diri dan mencoba Biduk rumah tangga yang tak pernah ia inginkan berjalan seperti air mengalir.
Namun, sayangnya Tuhan memberikan nya takdir yang lain dengan malah memisahkan mereka hingga akhirnya Adinda mendapatkan gelar seorang janda.
__ADS_1
“Terakhir kali yang saya ketahui dari pak Suryo, Reza pergi ke Raja Ampat untuk mengembangkan bisnis Papanya di sana, tapi ternyata di daerah itu dirinya malah tertampar dengan sebuah kenyataan karena bertemu dengan mantan kekasihnya yang bernama Kaira. Jiwa Reza kembali terguncang karena ternyata dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Kaira sedang memadu kasih di sana dengan seorang pria.” Reza menoleh ke samping melihat raut wajah Adinda yang terkesan biasa-biasa saja ketika dirinya menceritakan tentang mantan suami.
“Apa kamu masih mengharapkan cintanya Reza?”