Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 115


__ADS_3

“Bagaimana? Apakah kamu sudah menemukannya?” Roland baru saja berjanji temu dengan Rafli di salah satu Cafe, membicarakan tentang di mana keberadaan Adinda saat ini, apalagi asisten pribadi Akram tersebut sejak tadi selalu saja diteror telepon oleh bosnya.


Bahkan rencana awal yang ia miliki ingin menguntit Adinda secara diam-diam pun terpaksa batal, padahal lelaki itu sudah menyusun rencana sangat matang bahwa dirinya akan menyamar sebagai orang lain setiap bertemu dengan Adinda hingga perempuan itu bisa berkata apa adanya tentang kenapa wanita itu meninggalkan Akram begitu saja, padahal Roland sangat mengetahui, jika sang Big Boss sudah jatuh cinta pada si jandda muda itu.


“Anda tenang saja Pak, kami mencurigai jika ibu Adinda dibawa pergi oleh mantan suaminya ke Bogor. Terakhir saat kami mengawasi Ibu Adinda saat memasuki supermarket bersama Pak Reno, tak jauh dari sana ada mobil lain yang ikut mengintai. Setelah kami selidiki ternyata itu mobilnya pak Suryo, orang tuanya dari Pak Reza,” jelas Rafli yang memang melakukan pengintaian beserta rekan-rekannya agar tugas yang diberikan Roland berjalan lancar tanpa mengecewakan pria itu.


“Bagus, kalau begitu ayo sekarang kita pergi ke Bogor!” ajaknya kemudian dan langsung melakukan panggilan telepon terhadap sang atasan yang sejak tadi selalu saja merongrong ponselnya.


Rasanya beberapa jam kehilangan wanita bernama Adinda Kinanti itu, bisa membuat dunia Roland seolah-olah hampir saja kiamat untuk mencarinya.


“Tuan Akram akan memecat saya kalau sampai dalam 24 jam kita tak bisa menemukan wanita impiannya itu!” Roland merapatkan giginya hingga terdengar bunyi gemeretak dengan kedua tangan terkepal kuat.


“Kalau begitu, Pak Roland sudah bisa menghubungi Tuan Akram sekarang juga dan kita bisa bertemu di Bogor sekalian. Rekan saya tetap ada yang mengikuti mobil Pak Reza dan mengatakan jika mereka menuju Puncak Bogor.” Rafli tersenyum menyeringai dengan menaikkan sebelah alis matanya.

__ADS_1


***


Mobil yang dikendarai pria itu akhirnya berhenti di salah satu villa cantik dan asri, Bogor. Adinda sungguh belum bisa mengetahui apa tujuan orang itu membawanya ke sebuah Villa, apa jangan-jangan lelaki itu sebenarnya orang yang teramat sangat dikenal oleh Adinda?


Adinda melihat seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh membukakan pintu gerbang, menganggukkan kepala dengan senyum ramahnya sembari tangannya mendorong pintu pagar sekitar dua meter itu.


“Selamat datang, Den Reza,” ucap wanita paruh baya itu dengan wajah yang sangat lembut walau beberapa kerutan terlihat jelas membersamai pandangan mata.


“Apa kamar untuk Adinda sudah disiapkan, Mbok?” tanya Reza tanpa ada nada suara sarkas ataupun seperti seseorang yang begitu arogan.


Adinda hanya bisa melongo seperti orang bodohh saat mendengar percakapan laki-laki yang ternyata adalah mantan suaminya sendiri dengan seorang asisten rumah tangga yang ada di villa. Sekarang barulah dia menyadari, jika rasa familiar itu benar-benar akibat dirinya yang sudah sangat mengenal Reza sebelumnya, karena bagaimanapun juga mereka sempat menghabiskan waktu di bawah atap yang sama.


Huft!

__ADS_1


Adinda hanya bisa membuang nafas dengan rasa kesal bercampur aduk kesedihan mendalam. Kenapa mantan suaminya itu masih saja mengganggu hidupnya? Entah apalagi yang diinginkan Reza terhadapnya, padahal mereka sudah bercerai. Adinda beberapa kali menghembuskan nafasnya hingga kedua pipi Gadis itu terlihat menggembung sesaat sebelum menghempaskannya ke udara.


Ceklek!


“Turunlah! Aku tak akan pernah menyakitimu karena tujuanku membawamu ke sini hanya karena mengetahui, kalau kamu baru saja kabur dari rumah Akram,” beritahu Reza dengan memberikan senyum termanisnya walau sang mantan istri sama sekali tak membalas senyumannya.


Adinda turun dari mobil itu seperti patung yang sudah tak punya nyawa, raganya memang ada di dekat Reza saat ini tapi hatinya entah berada dimana.


Sementara Reza hanya sedang berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah ia lakukan hingga membuat dirinya menyesal, walau kemungkinan untuk bersatu lagi dengan sang mantan istri sungguh sangat kecil dengan persentase 0,0 sekian persen. Namun, Reza akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki segalanya walau dirinya belum tahu entah bagaimana hasilnya nanti.


“Maafkan aku, Adinda … aku bersumpah Demi Tuhan benar-benar tak bisa melupakanmu dan aku bersumpah demi Allah, kalau aku akan tetap menunggumu kembali padaku!”


Uni in syaa Allah akan tebar kotak bersama Mimin Gc Putri Tanjung sekitar 36.000 poin. Bagi yang mau ikutan mendapatkan poin, ikuti rules seperti di bawah ya.

__ADS_1



Bagi reader yang udah baca sampai bab ini, cukup setiap komentar beri tagar #ikut event. Tentu saja kami juga melihat jempol siapa yang sudah mendarat, serta ulasan bintang lima di karya ini. Terima kasih, semoga semua suka ❤️


__ADS_2