Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha
Bab 39. Kemarahan Akram


__ADS_3

“Adinda itu masih sah sebagai istri saya jadi kau tak berhak membawanya, Tuan Akram!” tegas Reza yang berdiri di ambang pintu kamar istrinya.


Reza buru-buru turun ke lantai bawah setelah Adinda pergi begitu saja. Pria itu benar-benar mengutuk perbuatan Reno semalam yang dengan sengaja mengirimkan Kamila untuk mengambil berkas ke rumahnya, sementara waktu itu Reza dalam keadaan mabuk berat hingga dirinya mengira sang sekretaris merupakan istrinya maka terjadilah pergulatan di atas ranjang bersama sekretarisnya.


Seluruh barang yang ingin dibawa Adinda telah masuk ke dalam koper besar dan satu lagi tas ransel ukuran mendoan sepertinya Gadis itu benar-benar sudah siap untuk meninggalkan rumah ini untuk selama-lamanya Kenapa ada lagi barang berharga yang sengaja ia tinggalkan kecuali beberapa perhiasan yang pernah diberikan Keluarga pak Suryo untuknya, sebab Adinda tak ingin mengingat apapun Kenangan dari keluarga Reza.


“Dinda, bolehkah saya menghajar Calon Mantan suamimu ini?” Akram dengan sengaja menyiram minyak tanah di atas kebulan api yang sedang mengeluarkan asap hitam.


“Anda jangan mengotori tangan anda untuk memukul Calon Mantan suami saya karena takutnya tangan anda akan tertular penyakit perselingkuhan!” sahut Adinda dengan tatapan nanar melihat ke arah Reza yang hanya mengenakan pakaian bawahan.

__ADS_1


“Ya sudah anggap aja dia adalah sampah kotor yang harus kamu buang segera! Semua barangmu sudah siapkan? Ayo kita pergi!” Akram meraih koper milik Adinda dan juga tas ransel Gadis itu, membawanya keluar dengan sengaja menabrak tubuh Reza hingga bahu lelaki itu tertoleh ke arah yang berbeda.


Namun, baru saja Akram melewati tubuhnya yang disusul oleh Adinda, pria itu menarik kasar dengan tangan Adinda lalu menutup pintu dengan kasar dan menguncinya dari dalam.


“Dengar, Adinda! Kau tak boleh pergi dari rumah ini, PAHAMM!!” pekik Reza menggema karena kamar itu tertutup semua.


“Nggak usah takut ya, Sayang! Ada bunda di sini sama Caca, cup-cup-cup!” bujuk Adinda pada si kecil. Adinda pun menoleh pada suaminya.


“Mas Reza baru saja membuat anak tuhan akan menangis, lagian apalagi yang mau kamu lakukan, Mas? Kita berdua udah selesai dan aku tak mau lagi melanjutkan pernikahan ini!” Adinda menatap sengit wajah lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya.

__ADS_1


Kali ini dia tak ingin memberikan kesempatan kedua untuk pria yang sudah menyakitinya hanya karena dalih untuk balas budi terhadap Keluarga Pak Suryo karena Gadis itu tak ingin meratapi nasib kedepannya, akibat penyakit selingkuh sang suami yang tak akan pernah berubah. Adinda tidak akan lupa dengan wajah perempuan yang tadi dilihatnya di atas ranjang bersama Reza merupakan wajah perempuan yang sama ketika berada di ruangan suaminya saat sebelum Adinda mengalami kecelakaan.


“Mas minta maaf, Adinda! Kamu salah paham dengan apa yang kamu lihat di kamar tadi karena itu semua bukan kesalahanku tapi itu adalah perbuatan Reno! Semalam aku mabuk berat setelah dimarahi oleh Mama dan Papa karena sebenarnya aku melihatmu di Rumah Sakit bersama Tuan Akram. Bahkan aku juga tahu kalau Reno sama sekali tak bisa mendekatimu ketika berada di taman,” jelas Reza berusaha menerangkan tentang apa yang terjadi semalam hingga istrinya itu memergoki dirinya dan Kamila di atas ranjang.


“Reno  menyuruh Kamila datang ke sini untuk mengambil salah satu berkas kantor, tapi aku … aku sedang dalam keadaan mabuk berat dan mengira Kamila adalah dirimu!” Reza sedikit terbata mengatakan dengan jujur apa yang terjadi padanya.


Adinda tersenyum getir lalu menggelengkan kepala, sementara pintu kamar itu terus saja digedor-gedor oleh Akram.


“Dengar ya, REZA SIALANNN!! Jika sampai terjadi sesuatu sama anak saya maka kamu akan saya gantung! Cepat buka pintunya atau pintu ini akan saya hancurkan!”

__ADS_1


__ADS_2