
Adam mengambil nafas panjang dengan perasaan campur aduk. Adam membenarkan posisinya menghadap Annisa.
" Annisa, apa kamu mau ta'aruf denganku. Setelah lulus nanti aku akan melamarmu dan memintamu kepada orang tuamu."
Deg. Annisa begitu kaget dengan pengakuan Adam. Mendengar pengkuan Adam, Darren menjadi geram, dia mematahkan ranting tanaman yang ada di depannya kemudian segera pergi & kembali ke basecamp.
" Maaf Kak tapi aku juga masih kuliah. Aku belum terfikirkan ke arah sana." Kata Annisa dengan halus meskipun dia sebenarnya menaruh hati dengan Adam.
" Aku tidak memaksamu untuk menjawab sekarang Annisa. Aku tidak mau membuat konsentrasi kuliah mu terganggu." Kata Adam dengan hati-hati.
" Iya, Kak. Maafin Annisa, ya. Lebih baik kita jalani apa adanya seperti biasa. Annisa juga 2 tahun lagi baru lulus. Annisa takut jika terlalu lama & malah terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Annisa ingin merasakan momen wisuda nanti supaya Ayah & Ibu bangga melihat Annisa. Biar waktu yang menyatukan kita berdua, Kak." Jelas Annisa.
" Iya, aku paham kok. Tapi aku lega sekarang dan benar juga apa kata kamu. Baiklah ayo aku temenin kamu ke kelas."
" Iya, Kak. Terima kasih ya kak dan maaf kalau jawaban Annisa membuat Kak Adam kecewa."
" Nggak, kok. Aku sama sekali nggak kecewa. Aku akan lebih kecewa jika aku tidak berani mengatakannya sama kamu." Kata Adam dengan senyum manisnya.
Back to basecamp Bad Boys....
Darren membuka pintu dengan sangat kasar dan lagi-lagi membuat temannya kaget.
" Nih bocah bikin orang jantungan mulu. Lo kesambet apaaan sih." Kata Rio dengan dongkol melihat sikap Darren yang tambah parah. Darren menghela nafas sejenak & berfikir.
" Ta'aruf itu apaan?" Tanya Darren dengan polosnya. Sontak ketiga temannya pun kaget mendengar pertanyaan Darren.
" Kenapa lo tanya gitu?" Selidik Tori.
" Tanya aja,emang kenapa? Nggak boleh." Ketus Darren.
__ADS_1
" Taaruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya. Ta'aruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga.Ta'aruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan. Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf berbeda dengan pacaran. Ta'aruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan ta'aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat." Jelas Kevin.
Mereka bertiga bengong mendengar penjelasan Kevin sampai sedetail gitu.
" Wah. Hebat lo, Vin. Sejak kapan lo berubah jadi religius gini" Kata Rio sambil bertepuk.
" Sumpah gue ngrasa kesindir tau." Tambah Tori yang merasa bahwa dia adalah playboy.
" Ya gini-gini kalau ada dakwah di kampus, gue masih denger kali. Dan katanya sihhh enakan gitu, gaes. Jadi kita pacarannya setelah menikah dan sepertinya itu lebih indah. Kita punya hak penuh & bebas nglakuin apa aja sama pasangan kita." Terang Kevin.
" Bener juga sih, Vin. Kalau mereka ta'aruf udah pasti si ceweknya itu perawan ting ting. Soalnya kan mereka tidak ada kontak fisik, semuanya masih perawan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jaman sekarang nyari cewek ori kayak gitu udah langka. Soalnya cewek seperti itu sangat melindungi kehormatan & kesuciannya sampai suaminya sendiri yang menyentuh. Ya apalagi cewek jaman sekarang, gimana cara kita tau mereka masih ori apa nggak, masak iya kita mau coba satu-satu buat mastiin ori apa nggak." Tambah Tori sambil terkekeh.
" Sumpah, habis ini geng kita harus ganti nama bukan Bad Boys lagi tapi Taubat Boys." Kata Rio seraya tertawa.
" Hahahahaha bener juga, Lo." Imbuh Tori sambil menoyor kepala Rio. Darren pun diam tak bergeming, dia mencoba mencerna & memahami apa yang Kevin & Tori jelaskan. Memahami arti ta'aruf dengan kejadian yang dia barusan lihat bahwa Adam mengajak Annisa ta'aruf. Sejenak dia berfikir tentang tawaran perjodohan dari papanya akan tetapi seperti apa wanita yang akan di jodohkan kepada Darren. Jika seperti Annisa, Darren bisa mempertimbangkannya namun jika tidak, sama saja. Hal itulah yang sedang berputar-putar di kepala Darren.
" Apa gue nggak punya kesempatan deket sama Annisa. Tapi jelas, gue bukan cowok tipe Annisa & jelas Annisa pasti menerima Adam. Secara Adam adalah kriteria Annisa, sudah pasti Annisa menyukainya." Tanya Darren dalam hati.
" Woi. Malah bengong." Kata Kevin sambil melambaikan tangannya di depan wajah Darren.
" Tau ah, pusing gue." Kata Darren sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
" Pulang ngampus, kita clubing aja. Kayaknya ada yang suntuk." Ajak Tori.
" Setuju." Seru Kevin&Rio.
Malam hari dirumah Annisa...
" Sayang, Ayah dan Ibu ingin bicara serius sama kamu." Kata Pak Amir memulai pembicaraan di ruang tamu.
__ADS_1
" Nak, kamu ingat Pak Surya."
" Iya, Yah. Sahabat ayah, yang selalu membantu ayah, membantu biaya pendidikan Annisa, bahkan saat Ayah bangkrut dan di tipu rekan bisnis Ayah, beliau lah yang membantu Ayah untuk selalu bangkit." Kata Annisa yang menceritakan sosok Pak Surya di matanya.
" Ternyata kamu masih ingat, nak." Kata Pak Amir dengan lega.
" Tapi kenapa Yah dengan beliau. Apa beliau sedang dalam maslah." Tanya Annisa.
" Begini. Pak Surya ingin meminang kamu untuk anaknya."
" Apa?" Tanya Annisa kaget.
" Maksud Ayah. Pak Surya dan Ayah ingin menjodohkan kalian. Ayah ingin kamu menikah dengan anak Pak Surya. Pak Surya pun sangat menyukaimu & sudah memilihmu sebagi menantunya. Karena kamu adalah calon yang tepat untuk anaknya."
" Tapi, Yah. Haruskah balas budi di tukar dengan perasaan Annisa. Annisa tidak mengenal anaknya, tidak pernah bertemu dengannya, dia laki-laki seperti apa dan apakah dia imam yang baik untuk Annisa." Kata Annisa dengan mata berkaca-kaca.
" Nak. Dia anak yang sangat baik. Ayah tentu tidak akan menjerumuskan kamu dengan sesuatu yang tidak baik. Pak Surya ingin menjamin kehidupan kamu, nak."
" Ayah, ini bukan soal materi tapi soal perasaan." Bantah Annisa dengan halus.
" Bukankah perasaan itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu, bukankah ini hal yang baik, nak. Ta'aruf seperti yang kamu inginkan."
" Iya, Yah. Annisa paham tapi ini ta'aruf tanpa Annisa tahu siapa jodoh Annisa. Terutama tentang akhlaknya. Lalu bagaimana dengan kuliah Annisa" Air mata Annisa pun tak kuasa Dia bendung. Dia ingin kuliah hingga mendapat gelar sarjana, menata hidupnya menjadi lebih baik, mengangkat derajat orang tuanya, memiliki butik fashion yang besar & barulah dia memikirkan ta'aruf. Cita-cita yang dia impikan runtuh seketika dengan permintaan orang tuanya.
" Kamu tidak usah khawatir, setelah menikah pun kamu msih bisa kuliah kok. Pak Surya tidak akan melarangmu untuk mencapai cita-cita kamu, nak." Kata Pak Amir
" Nak, sudah jelas dia anak yang baik karena berasal dari keluarga baik-baik. Bagi Pak Surya kamu adalah jodoh terbaik untuk anaknya, untuk dunia & akhirat anaknya." Imbuh Bu Ranti yang kemudian memeluk Annisa dengan penuh kasih sayang.
" Beri Annisa waktu untuk berfikir, Yah." Kata Annisa yang kemudian pergi ke kamarnya. Annisa melempar tubuhnya di atas kasur sambil menahan isak tangisnya.
__ADS_1
" Ya Allah. Apa ini, aku sudah menggantungkan cita-citaku sangat tinggi tapi kenapa orang tuaku sendiri yang meruntuhkannya. Bahkan demi mencapai cita-citaku, aku berusaha mengabaikan persaaanku pada Kak Adam. Ajakan ta'arufnya pun aku abaikan, aku korbankan perasaanku demi mencapai cita-citaku karena aku sangat ingin membahagiakan Ayah & Ibu." Gumam Annisa dalam hati. Annisa mengalami pergolakan batin antara patuh dengan orang tua, cita-cita & cintanya.