
Berita kejahatan Klarissa sudah sampai di telinga orang tua Darren dan orang tua Kevin. Mereka mencabut saham yang sudah mereka tanam pada perusahaan keluarga Klarissa. Mereka sangat geram, mereka ingin hukuman seberat-beratnya untuk Klarissa supaya Klarissa jera.
Di tengah malam, dalam sujudnya. Annisa mengucapkan syukur alhamdulillah karena satu persatu masalah yang sedang dia hadapi menemui titik temu. Annisa terus berdzikir, sebagi rasa syukurnya. Darren yang belum tidur, memandangi Annisa yang khusyuk dalam dzikirnya. Darren mengintipnya dari balik selimut.
" Siapa sesungguhnya dia? dia cantik, dia sholeha? tapi kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya. Tapi hatiku merasakan hal berbeda. Entah apa yang aku rasakan ini." Kata Darren dalam hati. Setelah selesai sholat, Annisa pun segera menyusul Darren untuk tidur di atas ranjang. Annisa pun masih tetap merasa canggung begitu juga dengan Darren, yang terkadang canggung namun terkadang membuat Annisa ingin mendekapnya. Annisa pun memilih memejamkan matanya dan segera tidur. Melihat Annisa yang sudah tidak bersuara, Darren pun memilih untuk segera menutup matanya.
Saat Darren memejamkan matanya, di dalam tidurnya Darren mengalami mimpi buruk. Mimpi yang sekilas terlihat seperti sebuah kejadian kecelakaan namun tidak terlihat jelas. Darren berkeringat mencoba mengingat kejadian itu dalam mimpinya. Tangannya gemetar meremas sprei, nafasnya terengah-engah. Lalu Darren terbangun saat melihat bayangan cahaya lampu mobil yang menabraknya. Annisa pun terbangun lalu menyalakan lampu. Di lihatnya Darren berkeringat dengan nafas yang tidak beraturan.
" Kamu kenapa?" tanya Annisa dengan panik. Darren melihat kearah Annisa lalu memeluknya dengan erat.
__ADS_1
" Aku melihat kecelakaan, aku berusaha mengingat tapi aku tidak bisa. Aku belum mengingat apapun. Maaf, maafin aku." Kata Darren dengan mata berkaca-kaca. Annisa melepaskan pelukannya, Annisa memegang wajah Darren, menatap bola matanya yang kecoklatan penuh dengan rasa takut den menyimpan trauma yang dalam. Darren membalas tatapan mata Annisa, Darren menemukan ketenangan disana. Tatapan mata yang hangat, yang mampu membuang rasa takut di hatinya. Perlahan Annisa mendekat, memejamkan matanya, lalu mengecup bibir Darren dengan sangat lembut. Annisa mencoba menahan ciuman itu dengan hanya menempelkan bibirnya pada Darren. Annisa ingin melihat reaksi Darren, apakah alam bawah sadar Darren masih bisa merespon ciuman yang Annisa berikan. Tiba-tiba tangan Darren bereaksi memegang wajah Annisa lalu membalas ciuman lembut Annisa. Annisa tersenyum tipis di tengah pagutan bibir yang saling terpaut. Jantung Darren berdebar kencang, nafasnya memburu, naluri lelakinya pun muncul, membuat gerakan ciuman semakin bernafsu dan bergairah. Annisa sangat bahagia dengan sikap Darren yang membalas pagutannya. Darren menyibak rambut Annisa ke belakang lalu memberikan ciuman manis di leher Annisa, membuat Annisa semakin tak berdaya dan hanya bisa pasrah dengan perlakuan liar Darren. Annisa pun sudah sangat lama menunggu, menunggu di cumbu mesra oleh suaminya. Namun malam ini berpihak pada Annisa, Darren melampiaskan hasratnya pada Annisa yang kini Annisa tidak mengenakan sehelai benang pun. Darren telah melucuti satu persatu pakaian Annisa. Darren telah mabuk dalam gairah yang tak bisa terbendung lagi. Malam itu pun menjadi malam terindah yang Annisa rasakan setelah sekian lama dirinya memendam hasratnya sebagi seorang istri.
Pagi harinya, Darren terbangun membuka matanya. Dirinya baru menyadari bahwa tubuhnya hanya terbungkus selimut. Diliriknya Annisa yang masih tertidur pulas dalam dekapannya dan dengan tanpa sehelai benang pun.
" Aku melakukannya?" batin Darren.
" Kamu sudah bangun sayang." Kata Annisa sambil perlahan membuka matanya.
" Kamu lupa ya? ya kita melakukan sesuatu yang sudah seharusnya kita lakukan. Terima kasih ya, meskipun kamu belum mengingat tapi alam bawah sadarmu, masih mengingatkanmu bahwa kamu adalah suamiku. Lihatlah perut ini, tidak lama lagi kamu akan menjadi seorang Ayah. Hasil buah cinta. Sebelum kamu hilang ingatan, kamu begitu mencintaiku, sangat mencintaiku. Bahkan kamu selalu menjagaku sepenuh hatiku."
__ADS_1
" Apakah aku benar-benar seperti itu?"
" Iya. Apa pernah kamu melakukan hal itu dengan Klarissa?"
" Ngomong apa kamu? ya nggak pernah lah, aku nggak pernah suka sama dia. Aku cuma anggap dia sebagai sahabat saja tidak lebih."
" Kalau begitu kenapa kamu melakukannya denganku?" Tanya Annisa. Membuat Darren sesaat terdiam.
" Aku, melakukannya karena hasratku yang menuntunku ingin mencumbumu." Jawab Darren lirih. Mendengar jawaban Darren, Annisa pun memeluk Darren lebih erat.
__ADS_1
" Terima kasih Ya Allah karena suamiku telah kembali. Meskipun dia belum mengingat namun aku berhasil membuatnya jatuh cinta lagi padaku." Kata Annisa dalam hati.