
Setelah selesai sholat Dareen membantu Annisa mencari drakor yang di katakan Annisa tadi Full House.
" Kamu udah pernah nonton ini?"
" Mana pernah. Aku lebih suka film action. Kalau kamu?"
" Nggak pernah paling ya tausyiah atau kisah religi.." Jawab Annisa polos
" Ampun deh kamh, katrok banget sih. Lagian ngapain kamu nonton ini?"
" Ya kata Dela sama Reva, ini ceritanya pernikahan kontrak dari benci jadi cinta."
" Masak sih." Tanya Darren yang ikutan penasaran.
" Mereka nyuruh aku belajar katanya sama nyuruh aku buat sekali2 hiburan. Soalnya kata mereka rata2 karakter oppa itu cool tapi sebenarnya sweet dan romantis lagian adegannya juga nggak vulgar." Tambah Annisa yang sudah duduk bersandar di atas kasur, sementara Darren membantu Annisa untuk mencarikannya. Setelah selesai, Darren mencoba ikut duduk bersama Annisa. Namun ada Ipad di tangan Darren untuk mengontrol saham dan perusahaannya. Annisa pun tersenyum sendiri menurut episode per episode, bahkan terkadang jengkel juga namun baper juga saat ke dua tokoh mulai ada benih2 cinta. Sedikit ada rasa tersindir dari sinetron itu,begitu juga dengan Darren yang sesekali ikut memperhatikan drama itu.
" Nah kata Dela&Reva, sifat nya kayak gitu toh cowoknya." Kata Annisa.
" Hmmm masak sih. Tapi kan tetep sayang dan cinta. Terus kami udah mulai cinta belum sama aku?" Tanya Darren. Pertanyaan Darren itupun membuat Annisa tiba-tiba terdiam lalu Annisa melihat suaminya yang duduk di sampingnya itu sambil sekilas terlintas bayangan bagaimana Rachel begitu agresif pada Kevin.
" Apa aku harus gitu, supaya Darren senang. Apa harus segitunya menjadi seorang perempuan eh tapi kan kita suami istri bedakan sama Kak Rachel&Kak Kevin" Batin Annisa. Annisa yang menguncir kuda rambutnya serta memakai baju baby doll lengan pendek membuat Darren menjadi gemas. Tiba2 Darren mencium bibirnya. Annisa pun hanya diam terbelalak. Kemudian Darren melepaskan ciumannya. Lalu Darren melepaskan ciumannya.
" Seperti ini kan adegan romantisnya, si cowo2 tiba-tiba nyium ceweknya dan membuat si cewek melotot tapi kan kita suami istri, udah pasti boleh dong." Goda Darren. Annisa pun hanya terdiam.
__ADS_1
" Aku boleh mencium kamu." Tanya Annisa polos dan hanya di anggap anggukan oleh Darren. Darren pun segera mematikan televisinya.
Tiba-tiba Annisa duduk manja di pangkuan Darren. Membuat Darren kaget dengan sikap Annisa yang agresif namun sebenarnya malu-malu. Namun Annisa tiba2 turun dari pangkian Darren dan beranjak dari tempat tidur.
" Aku nggak bisa ahhh kayak gitu, aku nggak bisa jadi cewek agresif gitu apalagi kayak Kak Rachel." Kata Annisa frustasi di sambut gelegar tawa Darren.
" Baru aja aku mau seneng, istriku mau melayani aku eh malah nggak jadi. Ngapain sebut2 Rachel, lagian aku cuma becanda. Kamu ya kamu, sayang. Aku sama sekali nggak pernah banding2in kamu. Wanita baik2 justru pinter dong cara melayani dan memuaskan suaminya. Kenapa kami harus malu dan ragu. Kita udah sah lho."
" Ya karena aku nggak pernah seperti itu apalagi telanjang di depan laki2." Celetuk Annisa polos yang semakin membuat Darren tertawa.
" Aku aja nggak pernah apalagi kamu. Aku juga nggak tau gimana rasanya sayang." Kata Dareen. Annisa pun kesal dengan dirinya sendiri kenapa sulit dan malah padhal di depan suaminya sendiri.
" Ok gimana kalau kita berdua lihat film ini dulu." Bujuk Darren.
" Udah kamu duduk aja sini. Bagus deh." Kata Darren sambil memutar film twilight saga bracking dawn part 1.
" Kamu udah pernah nonton?"
" Udah sih."
" Sama siapa?"
" Ya sama temen2 aku lah."
__ADS_1
" Ada cowoknya nggak?"
" Hmmm ya kali aku sama cowok, sama cewek2 semua."
" Okey, sekarang kamu nonton sama aku, suami kamu,pasti beda rasanya." Goda Darren. Annisa pun hanya mengangguk polos.
Tibalah saat adegan dimana Bella&Edward malam pertama. Annisa sangat serius memperhatikannya sedangkan Darren sesekali melirik kearah istrinya sambil tersenyum penuh selidik. Dasar si Darren pinter aja mancing istrinya, ya secara nikah udah 1 bulan belum juga ada tendangan finalty, laki-laki mana yang bisa tahan. Setelah menontonnya sampai tamat, Darren menggoda Annisa untuk bertanya perasaanya.
" Gimana kamu udah bisa belajar dari adegan ranjang tadi. Kamu coba ganti baju ya, baju tidur lingere itu yang aku pernah belikan yang warna pink itu." Goda Darren.
" Kamu kok malah aneh sih."
" Apanya yang aneh, suami minta kamu kok gak turutin." Kata Darren dengan nada pura-pura marah.
" Iya... iya... Aku ganti." Jawab Annisa pasrah.
" Kamu dosa lho ya nanti, aku udah berusaha jadi imam yang baik buat kamu, masak kamu masih nggak bisa nglayani suami kamu." Gerutu Darren pada Annisa yang sedang ganti baju di kamar mandi. Mendengar suaminya mengoceh, Annisa pun hanya diam pasrah ya karena memang dia bersalah. Annisa pun segera keluar kamar mandi dengan pipi yang memerah. Darren segera mengambil gunting rambutnya lalu menyuruh Annisa duduk di kursi meja rias.
" Aku potong rambut kamu ya sebahu, eh sedada aja biar lebih fresh, nggak pendek2 amat sayang kan kalo kependekan."
" Emang bisa?"
" Bisa dong. Rambut kamu di kuncir gini aja bisa aku potong dengan hasil yang bagus tanpa harus lama2."
__ADS_1
" Iya nggak apa2. Sebenernya aku juga pingin potong rambut udah lama. Apalagi ini sepinggang aku juga ribet ngrawatnya." Kata Annisa pada Darren. Setelah selesai di potong, Darren melepas ikat rambut Annisa lalu merapikannya. Annisa sungguh bingung dengan sikap suaminya itu, nyuruh ganti lingere eh malah rambutnya di potong.
Author juga bingung, seakan nggak rela jika Annisa itu di nodai suaminya, hahahahaha