Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 105


__ADS_3

Hari itu juga Annisa dan Darren pergi bersama-bersama dengan naik taksi. Sesampainya di steak house, Annisa segera masuk dan Satriya sudah menunggu disana. Ia juga telah memesan minuman untuk Annisa. Darren mengintainya dari kejauhan. Darren mengenakan hoodie berwarna hitam, topi hitam dan kacamata hitam. Darren memastikan bahwa Annisa aman-aman saja.


" Halo, Dokter? sepertinya ada yang penting."


" Maaf ya aku harus menganggumu. Bagaimana kabar tuan Darren?"


" Baik, Dokter. Lalu kandunganmu bagaimana?"


" Baik juga. Ada apa dokter?"


" Annisa, apa salah jika aku menyukaimu?" kata Dokter Satriya tiba-tiba. Pertanyaan Dokter Satriya seketika membuat mata Annisa terbelalak.

__ADS_1


" Hahaha, Dokter becanda ya." Imbuh Annisa. Dokter Satriya mengeluarkan foto di saku jasnya.


" Wajahmu sangat mirip dengannya, hanya saja dia tidak berhijab." Annisa sangat terkejut melihat foto itu.


" Di... dia siapa, dokter?"


" Dia tunanganku tapi dia sudah meninggal. Selena."


" Maaf Dokter. Sepertinya rasa suka anda karena wajah saya mirip dengan tunangan Anda. Saya sudah mempunyai suami dan saya sedang mengandung calon anak saya dengan suami saya."


" Cukup, Dokter Satriya. Jaga ucapan anda. Anda keterlaluan." Kata Annisa dengan meninggi.

__ADS_1


" Annisa aku mencintai kamu, selama ini akulah yang mengirim bunga, makanan dan kejutan kecil untuk kamu. Itu semua karena aku mencintai kamu. Aku hampir gila." Satriya mulai berbicara di luar kendali, matanya memerah dan tampak seram. Satriya mulai geram dengan penolakan Annisa. Satriya meraih tangan Annisa. Annisa berusaha menepisnya namun tangan Satriya begitu kuat. Darren dari jauh melihat posisi Annisa yang sudah tidak aman, Darren segera mendekat. Annisa sekuat tenaga menarik tangannya dari cengkraman Satriya hingga membuatnya terjatuh namun beruntung Darren dengan sigap menopang tubuh Annisa.


" Siapa kamu? berani-beraninya kamu menyentuh calon istriku? dia milikku?" kata Satriya dengan geram yang tak menyadari bahwa itu Darren. Darren segera membuka topi dan kacamatanya. Satriya begitu terkejut karena yang ada di hadapannya adalah Darren.


" Tu... tuuann Darren."


" Dokter gila kamu? aku bisa jeblosin kamu ke penjara." Kata Darren dengan nada meninggi lalu mengajak Annisa pergi. Satriya begitu marah dan menendang meja hingga membuat semuanya berantakan. Darren segera mengajak Annisa pergi dengan taksi. Annisa begitu takut mengingat kemarahan Satriya. Di dalam taksi, Darren mencoba menenangkannya. Darren menyandarkan kepala Annisa di pundaknya sembari menggenggam tangan Annisa yang berkeringat dingin.


" Sayang kamu tenang ya. Yang penting kita sudah tahu pelakunya siapa. Aku sekarang lega dan aku akan segera mengurusnya. Kita fokus ke acara 7 bulanan kamu ya. Kita pulang sekarang. Kamu tenang ya, ada aku disini."


" Aku takut, aku takut. Aku takut kalau dia nekat. Karena wajahku mirip dengan tunangannya yang meninggal."

__ADS_1


" Tenang Annisa ada aku disini, kamu nggak usah khawtir. Aku pasti jagain kamu."


Sesampainya di rumah, ternyata orang tua Darren dan kedua orang tua Annisa sudah ada disana. Pak Surya, Bu Mita, Pak Hans, Bu Martha, Pak Amir dan Bu Ratih mereka sudah berada di rumah. Dengan membawa segala macam perlengkapan persiapan kelahiran.


__ADS_2