Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 75 ~ Sad ~


__ADS_3

Annisa pun mengangkat pelan kepala Darren lalu Annisa berdiri.


" Maaf aku ingin sendiri." Kata Annisa yang kemudian pergi dengan rasa sakit yang luar biasa saat melihat ada wanita lain yang menggoda suaminya. Annisa pun memutuskan pergi menggunakan taxi dan pergi kerumah orang tua kandungnya karena disana rumah sedang sepi. Kevin dan orang tuanya masih di Jerman. Annisa segera masuk dan lari ke kamarnya. Disinilah tempat terbaik untuk menyendiri, jika Annisa pergi kerumah Pak Amir dan Bu Ratih akan menambah beban pikiran mereka. Dan lagi pula ini masalah rumah tangganya, biarlah Annisa dan Darren yang menyelesaikannya.


Sedangkan di apartemen, Darren masih merenungi kesalahannya.

__ADS_1


" Brengsek kamu Klarissa." Teriak Darren dengan seluruh amarah yang sudah di puncaknya. Darren dengan marah segera mengemasi bajunya dan juga Annisa lalu segera kembali ke rumah dengan wajah yang marah dan panik. Sesampainya dirumah, Darren segera berlari ke lantai atas dan menuju kamarnya namun Annisa tidak ada. Darren semakin frustasi dan mengacak-acak kamarnya.


" Kamu dimana Annisa? Aku nggak bisa hidup tanpa kamu. Kamu dimana? maafin aku Annisa." Kata Darren sambil terus menangis. Kemudian Darren mencoba menelpon kerumah Pak Amir tapi ternyata tidak ada. Darren kemudian menghubungi Dela dan Reva tetapi juga tidak ada. Darren semakin frustasi dengan keadaan ini. Darren mencoba telepon ke handphone Annisa, tetapi Annisa menonaktifkan handphonenya. Darren terus menangis dan menyesali apa yang terjadi.


Sedangkan di kamar rumahnya, Annisa pun sama terus menangis. Annisa benar-benar terluka, ingin sekali memaafkannya namun kejadian itu begitu membekas di hati dan ingatannya. Sekalipun yang bersalah adalah pihak wanita yang begitu agresif tetapi istri manapun tidak ada yang sanggup melihat hal itu, sudah pasti sangatlah terluka bahkan membuat seorang istri berfikiran buruk.

__ADS_1


Waktu pun menunjukkan lewat tengah malam, Darren yang tersadar melihat ternyata Annisa belum pulang.


" Kamu kemana sayang? jangan tinggalin aku? Kenapa kamu nggak pulang-pulang. Ini sudah tengah malam." Gumam Darren pada dirinya sendiri. Darren segera mengambil kunci mobilnya dan segera keluar mencari Annisa. Sepanjang perjalanan mencari Annisa, Darren tidak henti-hentinya menangis. Menyesal dan marah itulah yang di rasakan oleh Darren. Hingga Darren berhenti di depan club malam dan ingin kesana namun tiba-tiba Darren teringat akan nasihat Annisa, jika marah lebih baik baik pergi ke masjid atau segera sholat. Akhirnya Darren mencari masjid yang sering dia datangi bersama Annisa, yang mempertemukan mereka dengan Raja. Darren segera mengambil air wudhu dan sholat. Setelah sholat tak lupa Darren berdoa kemudian menyempatkan untuk melanjutkan bacaan Al Qur'an nya. Hati Darren menjadi lebih tenang sekalipun pikirannya sedang kalut. Daripada pulang ke rumah, Darren memilih i'tikaf di dalam masjid hingga adzan subuh tiba. Darren segera mengambil air wudhu lalu ikut sholat subuh berjamaah. Setelah selesai sholat subuh, Darren melanjutkan lagi membaca Al Qur'an. Hingga tak terasa matahari sudah mulai terbit. Darren segera pergi dan pulang ke rumah. Darren pun segera masuk kamar dan berharap Annisa sudah kembali namun ternyata nihil. Darren pun memutuskan kembali ke apartemen namun tetap sama, Annisa tidak ada disana. Darren begitu frustasi dan kesal hingga dia lupa mandi dan lupa makan.


Dirumahnya, Klarissa tertawa terbahak-bahak mendengar laporan dari anak buahnya bahwa Annisa pergi dari rumah dan Darren sibuk mencari Annisa.

__ADS_1


" Hahahahaha. Sungguh kebetulan yang sangat memihak. Gadis kampung itu akhirnya pergi dan kembali ke tempat asalnya. Dan gue bisa memiliki Darren seutuhnya beserta seluruh harta kekayaannya." Kata Klarissa dengan tawa menggelegarnya dan mata bengisnya.


__ADS_2