Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 94 ~ Kekuatan Illahi~


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Darren sudah menunggu di meja makan. Menunggu Annisa membuatkan mie samyang, Annisa sengaja membubuhkan tambahan bubuk cabe. Padahal mie itu sudah pedas. Annisa begitu kesal dengan Darren. Setelah selesai, Annisa segera menyajikan di depan Darren.


" Terima kasih." Kata Darren.


" Sama-sama." Jawab Annisa singkat yang kemudian memilih pergi berlalu namun Darren menghentikan langkahnya.


" Duduk dan temani aku." Kata Darren. Annisa pun mengalah dan menurut pada suaminya itu. Annisa akhirnya duduk berhadapan Darren menatap suaminya makan dengan lahap, Annisa menelan ludah. Dia tahu bahwa Darren tidak suka pedas tapi Darren terlihat menikmati. Bulir-bulir keringat di kening Darren pun terlihat. Bibirnya terlihat merah kepedasan dan matanya terlihat berair.

__ADS_1


" Apa yang di campur ibu hamil pada mie ini." Batin Darren sambil terus makan hingga sisa terakhir, Darren menyeruput sisa kuah yang tersisa.


" Makasih." Ucap Darren sambil pergi begitu saja. Annisa hanya melongo melihat mangkuk itu kosong tak bersisa.


******


Darren seperti orang kebingungan mencari Annisa, setiap sudut rumah Darren mencari, hingga kamar bawah yang belum Darren periksa. Darren membuka pintu, di temukannya Annisa sedang menengadahkan tangan memohon kepada Illahi untuk kesembuhannya, untuk kesehatan calon bayinya serta memohon ampun atas dosa-dosa yang sengaja atau tidak sengaja di lakukan. Bulir-bulir air mata jatuh di tangan Annisa. Entah kenapa hati Darren begitu bingung. Terkadang dia membenci Annisa namun terkadang tiba-tiba dia merindukannya. Darren terus memandangi Annisa hingga Annisa selesai sholat dan melipat mukenanya. Annisa berbalik dan kaget saat melihat Darren sudah berdiri di depan pintu kamar. Dengan wajah ketakutan serta berkeringat dingin.

__ADS_1


" Kamu kenapa bangun?" tanya Annisa. Darren mendekat ke arah Annisa lalu memeluknya dengan erat seperti orang ketakutan.


" Tolong temani aku, aku takut." Pinta Darren sambil mempererat pelukannya. Di lepaskannya pelukan Darren dan Annisa memegang wajah suaminya itu yang berkeringat dingin dan tampak pucat.


" Kamu nggak apa-apakan?" tanya Annisa lirih. Darren hanya diam dan memeluk Annisa kembali. Akhirnya Annisa menggandeng lengan Darren dan mengantarkannya ke kamar. Di rebahkan tubuh suaminya itu di selimuti kemudian Annisa pergi namun langkahnya terhenti, saat Darren menarik tangan Annisa.


" Jangan pergi, aku mohon. Temani aku disini. Aku ingin mengingat semuanya. Aku bingung dengan apa yang aku rasakan, aku ingin memastikan perasaanku ini." Ucap Darren. Annisa pun akhirnya menuruti Darren. Annisa memberanikan diri untuk memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya di dada suaminya itu. Annisa menemukan ketenangan dan kebahagiaan, sudah sangat lama tidak di sentuhnya suaminya itu. Darren pun membalas pelukan Annisa dengan erat seolah-olah Darren tidak mau di tinggalkan sendiri. Annisa begitu takjub karena Darren membalas pelukannya. Annisa akhirnya terlelap dalam pelukan Darren dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2