
Malam harinya, Darren sudah menyiapkan malam romantis di sebuah restoran mewah. Dia ingin memanjakan istrinya karena selama menikah belum pernah mengajak istrinya candle light dinner. Selama perjalanan, Darren sengaja menutup mata Annisa.
" Sayang kenapa mesti di tutup sih?"
" Kan nggak surprise namanya kalau kamu tahu." Kata Darren dengan mengelus tangan istrinya.
Sesampainya di restoran, Darren membuka penutup mata.
" Surprise.......!" seru Darren.
" Ya Allah sayang indah banget, makasih ya sayang," kata Annisa sambil memeluk suaminya. Darren memetikkan jarinya dan lampu hias berbetuk inisial nama mereka menyala, di ikuti oleh letupan kembang api yang menyala sangat indah di langit malam, di tambah iringan musik akustik menambah keromantisan suasana malam itu. Lalu Darren memberikan buket mawar putih yang begitu cantik yang terdiri dari 100 tangkai. Di tambah tatanan meja makan yang sangat indah di hiasai oleh lilin-lilin kecil yang menambah kesan romantis. Darren membantu Annisa duduk dan melayaninya.
" Terima kasih suamiku. Seharusnya tidak usah berlebihan dan buket ini besar sekali."
__ADS_1
" Itu mawar putih yang terdiri dari 100 tangkai, coba aja kamu hitung," ucap Darren.
" Beneran sayang? pasti mahal banget."
" Bukan mahalnya sayang, itu buktiin kalau cinta aku full nggak setengah-setengah."
" Kayak iklan kopi aja, sayang." Gurau Dira.
" Iya sayang."
Malam itu seakan menjadi malam yang sangat bahagia di usia kandungan Annisa yang menginjak 4 bulan, kebahagiaannya sangat lengkap karena sebentar lagi buah hati mereka akan hadir ke dunia. Jam telah menunjukkan pukul 9 malam, Darren segera mengajak Annisa pulang.
" Sebentar sayang, handphone dan kunci mobil kayaknya ketinggalan, kamu tunggu dulu ya." Kata Darren yang menyuruh Annisa menunggu di depan pintu restoran. Darren segera kembali masuk ke dalam. Di luar, dari kejauhan, Annisa seperti melihat Raja yang masih berjualannya, hatinya pun merasa iba.
__ADS_1
" Raja, ini kan sudah jam 9, kenapa dia masih berjualan. Ya Allah kasihan dia." Gumam Annisa yang hendak menyusul Raja yang berada di seberang jalan namun tak lama Darren sudah kembali.
" Ayo sayang." Ajak Darren.
" Sebentar sayang, aku melihat Raja di seberang sana, kasihan jualannya masih." Kata Annisa dan Darren pun mencoba melihat apakah itu Raja.
" Iya, itu Raja. Ya udah ayo kita samperin dia." Ajak Darren. Mereka pun sudah berada di bibir jalan dan siap menyeberang namun menunggu jalanan sepi terlebih dahulu.
" Raja?" panggil Annisa dengan berteriak sambil melambaikan tangan. Raja pun menoleh ke arah suara Annisa dan membalas lambaian tangan Annisa. Annisa begitu antusias untuk bertemu Raja, sejak Annisa memberikan bantuannya, Annisa belum sempat bertemu Raja kembali. Tanpa sadar, Annisa melepas genggaman Darren dan ingin segera menghampiri Raja. Jalan yang tadi lengang, tiba-tiba saja ada mobil yang melaju sangat kencang. Darren yang melihat mobil itu akan menabrak Annisa, Darren segera berlari mendorong Annisa ke arah Raja. Raja dengan sigap saat melihat arah mobil itu berusaha menangkap dan menahan tubuh Annisa sekuat tenaga supaya Annisa tidak terjatuh. BRUK. Annisa pun masih tidak sadar jika Darren tertabrak mobil. Raja yang melihat Darren tertabrak mobil dengan kencang hingga terpental jauh dengan kondisi yang parah seketika berteriak sambil menyangga tubuh Annisa.
" Kak Darren," teriak Raja begitu emosional. Annisa segera menoleh kebelakang, ternyata Darren tertabrak mobil saat akan menyelamatkannya. Sontak Annisa berlari sambil menitikan air matanya menghampirinya. Annisa mengangkat kepala Darren yang berlumuran darah ke pangkuannya.
" Darren." Teriak Annisa memekik kesunyian malam itu. Seketika hatinya hancur berkeping-keping melihat orang yang di cintainya tidak berdaya di hadapannya. Tangan Annisa gemetar melihat darah di tangannya sambil terus menangis dan berteriak histeris. Raja yang terduduk di samping Darren pun menangis.
__ADS_1