
Saat Annisa akan menuju basecamp untuk menemui Darren tiba2 Adam menghentikan langkahnya.
" Annisa..."
Annis pun menoleh.
" Iya, Kak. Ada apa?"
" Aku mau minta maaf sama sama kau soal kemarin aku nggak ada maksud seperti itu."
" Nggak apa-apa kok, Kak. Sebelum Kak Adam mengajakku taaruf, saat itu aku sudah menikah dengan Darren. Kami juga salah karena kami menyembunyikannya."
" Terima kasih ya Annisa. Dan sekali lagi aku minta maaf."
" Iya, Kak. Aku juga minta maaf atas semua kelakuan suami aku yang kelewatan. Aku permisi ya, Kak. Assalamualaikum". Kata Annisa berpamitan."
" Waalaikumsalam."
" Kenapa harus Darren dulu yang mendapatkan, sedangkan aku yg lebih dulu menginginkannya. Tapi aku harus ikhlas." Gumam Adam sambil meliat Annisa pergi berlalu jauh dari pandangannya.
" Assalam....mualaikum.." Kata Annisa dengan kaget.Saat Annisa membuka pintu basecamp, sungguh Annisa kaget melihat adegan mesra Kevin dan Rachel, mereka sedang berciuman dengan sangat mesra. Dan sikap Rachel yang begitu agresif dengan posisi Rachel menindih tubuh Kevin di atas sofa. Kevin pun langsung bangun saat melihat Annisa datang.
" Maaf... maaf... Aku cuma mencari Darren." Kata Annisa dengan sungkan. Rachel pun segera bangun dan membenahi pakaian serta rambutnya yang berantakan.
" Eh Annisa. Tadi Darren ke kantin sama Tori dan Rio."
" Oh gitu, maaf Kak. Aku pergi dulu, assalamualaikum." Kata Annisa yang buru2 pergi dengan wajah yang grogi dan malu.
" Astaghfirullah segitukah bebasnya pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang belum sah jadi suami istri." Batin Annisa.
" Siapa sih sayang?" Tanya Rachel.
" Oh, istrinya Darren."
" Darren udah punya istri, seperti itu." Kata Rachel heran dengan selera Darren.
" Ya, mereka udah menikah 1 bulan lalu, aku aja baru tau kemarin. Mereka di jodohin tapi aku setuju aja, Darren juga akhirnya mencintai Annisa. Dan aku harap nanti kamu bisa seperti dia. Dan aku akan menikahi kamu." Kata Kevin sambil memegang pundak Rachel.
" Menikah?? Komitmen?? Aku belum berfikir kesitu,aku kan pingin nikmatin pacaran sama kamj tanpa ada pernikahan. Pernikahan itu ribet. Nggak asyik." Protes Rachel. Mendengar jawaban Rachel, Kevin hanya bisa tersenyum kecut.
__ADS_1
Annisa pun berjalan seperti orang ketakutan habis melihat tanpa dia sadari dia menabrak seseorang,yaitu Darren.
" Darren?" Kata Annisa.
" Kamu kenapa?" Tanya Darren panik.
" Iya kamu kok ketakutan kayak habis lihat hantu." Sahut Rio.
" Mmmm nggak apa2 kok, cuma lagi nggak enak badan aja."
" Kamu sakit?" Kata Darren sambil menyentuh kening Annisa.
" Nggak tadi aku nyari kamu kemana2 tapi nggak ketemu jadi panik." Kata Annisa berbohong. Dia malu jika harus menceritakan kejadian yang tadi di lihatnya dan Annisa menganggap itu aib yang harus di jaga.
" Cieeeee pengantin baru, pisah sebentar aja nggak bisa." Goda Tori.
" Ya udah, kita ke basecamp dulu ya." Kata Rio
" Ok." Sahut Darren.
" Jam kuliah aku selesai, ayo kita pulang. Aku pingin nonton drama korea." Kata Annisa.
" Udah, ayo kita pulang."
" Ok, sayang." Jawab Dareen sambil merangkul Annisa. Ya meskipun Darren merasa aneh dengan sikap Annisa.
Sesampainya di apartemen, Annisa segera ganti baju dan sholat dzuhur. Begitu juga dengan Darren mengikuti Annisa untuk sholat. Merekapun sholat berjamaah. Setelah sholat Annisa menyempatkan mengajari Darren mengaji. Setelah selesai mengaji, Annisa pun berusaha menanyakan sesuatu dengan Darren.
" Darren, maaf ya aku mau tanya. Kamu benar nggak pernah pacran?"
" Kok tiba2 tanya itu."
" Udah jawab aja. Termasuk dengan Klarissa."
" Kamu kok aneh. Hmmm gini ya demi Allah aku belum pernah pacaran, aku tipe orang yang nggak mudah jatuh cinta, kalaupun suka seseorang ya aku pendam sendiri aja. Entahlah aku tidak tertarik mungkin karena pikiranku anak2 kali,hehehe."
" Tapi kan kamu sering pergi ke club pasti didampingi cewek2 seksi."
" Hahahaha kamu ini kenapa sih? Ya kalau itu sih pasti sayang. Ya mereka cuma dampingin aku doang sama yang lain tapi kalau aku lagi nggak mood ya sendirian aja tapi sekLipun aku nggak mood mereka masih aja deketen aku dan sama klarissa mana pernah aku merespon, mama sma papa aja nggak suka sama dia. Dan cewek kemarin itu Rachel pacarnya Kevin."
__ADS_1
" Apa kamu tergoda sama mereka?"
" Nggak. Biasa aja."
" Mmmm gimana dengan ciuman pertama kamu?"
" Hahahaha kamu ini sebenarnya kenapa kok interogasi aku."
" Udah jawab Aja."
" Ciuman pertama aku yaaaa sama kamu lah, Aku aja nggak tau gimana caranya, saat kita ciuman ya aku ikuti aja naluri aku sebagai lelaki."
" Apa kamu menikmati saat ciuman sama aku? Aku kan nggak pernah gitu2, apalagi saat pertama kali di sentuh kamu badan aku rasanya panas dan meriang."
" Kalau sama kamu jelas aku menikmatinya, kamu kan istri aku. Aku malah suka kali yang masih lugu kan kita sama2 belajar, hehehehehe. Kamu kenapa sih? Tumben tanya yang aneh2. Jangan bilang kamu habis di cium Adam."
" Nggak lah, emang aku apaan."
" Terus kenapa?"
" Tadi aku pas ke basecamp aku pas buka pintu nggak sengaja lihat Kak Kevin sama Kak Rachel gitu2 jadi aku takut kamu juga seperti mereka, aku khawatir."
" Hahahahahaha. Jadi karena itu kamu tadi panik. Ya Allah Annisa. Ya mereka emang kayak gitu gaya pacarannya. Ya aku emang suka minum2, nggak pernah ibadah tapi kalau untuk urusan cewek aku masih suci." Kata Dareen di sambut gelak tawanya sendiri. Sedangkan wajah Annisa masih saja mengkhawatirkan Darren.
" Kamu janji ya nggak akan gitu."
" Demi Allah sayang, aku nggak pernah gitu dan nggak akan gitu." Kata Darren langsung memeluk Annisa.
" Tapi sekali-kali boleh lah kamu belajar sama Rachel biar jadi hot. Rachel itu hot banget lho apalagi kalau udah mulai ciuman sama Kevin, kuwalahan si Kevin" Goda Darren.
" Tuh kan kamu gitu. Ogah ah, seharusnya sebgai perempuan kita bisa menjaga diri kita, iya kalau nikahnya sama cowok itu, kalau bukan kan kasihan suaminya."
" Hehehehehe, aku bercanda sayang. Aku justru sangat bersyukur mendapatkan kamu. Kamu itu perhiasan dunia yang sangat berharga dan aku sangat beruntung mendapatkan kamu. Hanya aja kamu belum beruntung mendapatakan itu tuh dari kamu". Goda Darren.
" Apa itu." Tanya Annisa polos.
" Nggak peka banget sih." Batin Darren.
" Nggak apa kok, becanda." Tambah Darren.
__ADS_1