
Jam menunjukkan pukul 11.00. Annisa melihat beberapa bumbu dapurnya habis begitu juga dengan deterjen dan sabun mandi. Annisa memilih pergi ke mini market depan apartemen karena melihat Darren masih tidur, Annisa memutuskan untuk membelinya sendiri. Pikir Annisa tinggal menyeberang jalan saja. Tak lama kemudian, Darren terbangun. Matanya melihat sekeliling kamar tidak mendpati Annisa. Darren mencoba menelpon tapi handphone Annisa ada di meja kamar. Bahkan tas Annisa pun masih dirumah.
" Dimana dia?" Batin Darren dengan cemas. Darren melihat kamar mandi, tidak ada. Ruang tengah dan dapur pun tidak ada. Darren lah yang khawatir sekarang. Darren melihat tulisan yang ada di meja makan" kalau kamu bangun, cepat makan ya".
" Kemana sih nih cewek, pergi nggak bilang2." Darren mencoba menelpon receptionis untuk menanyakan apa melihat gadis berjilbab keluar namun receptionis menjawab katanya keluar.
" Keluar kemana nih anak."
Empat puluh menit kemudian, Annisa kembali. Dia melihat Darren yang terduduk di sofa ruang tamu.
" Kamu sudah bangun?" Tanya Annisa. Tanpa banyak bicara, Darren langsung menarik Annisa dalam pelukannya.
" Kamu kenapa?" Tanya Annisa polos.
" Kamu darimana? Aku khawatir." Ucap Darren tanpa melepaskan pelukannya pada Annisa. Annisa merasa heran dengan sikap Darren.
" Maafin aku ya. Aku minta maaf. Aku pergi tanpa pamit dan mengabaikan kamu." Kata Darren penuh penyesalan.
" Aku pantas kok dapetin ini karena aku selalu mengecewakan kamu." Kata Annisa sambil membalas pelukan erat Darren.
" Maafin aku. Aku takut, aku sedih, aku nggak tenang, aku nggak bisa tidur mikirin kamu, aku mencoba telepon tapi kamu nggak jawab, aku mohon kamu jangan seperti ini lagi, aku hanya bisa menangis semalaman menunggu kabar kamu, lebih baik surat perjanjian itu kita batalkan dan kita buang saja. Aku akan membuka hati untuk kamu, maafin aku. Satu bulan ini sudah cukup bagi aku untuk memahami perasaanku sama kamu ." Kata Annisa menahan isak tangis penyesalannya.
" Maafin aku, ya. Aku janji nggak akan kayak gini. Maaf." Kata Darren sambil mempererat pelukannya.
" Sekarang kamu makan ya." Bujuk Annisa yang melepaskan pelukannya.
" Iya." Kata Darren sambil mengusap air mata Annisa&mencium dengan lembut kening Annisa. Annisa pun segera melanjutkan pekerjaanya yang tertunda, mencuci baju Darren di kamar mandi. Kamar mandi yang cukup luas bisa di pakai buat rebahan banyak orang, kan orang kaya,hehehe.
Karena kurang hati-hati,Annisa terpeleset di kamar mandi. Saat mencoba berdiri, ternyata Annisa tidak bisa karena pinggulnya terasa ngelu.
" Darren... tolong aku." Teriak Annisa dari kamar mandi. Mendengar teriakan Annisa, Darren yang tadi masih makan segera berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
" Annisa... dasar cewek bodoh. Aku kan udah bilang berkali-kali buat di loundry aja, tapi kamu selalu memaksa buat nyuci sendiri." Darren mengomel.
" Udah jangan2 marah2 cepat bantuin." Darren segera menggendong Annisa di lantai yang licin. Saat mencoba berdiri dan menggendong Annisa, Darren pun malah ikutan terjatuh. Mereka berdua sama-sama jatuh di kamar mandi dan Annisa pun jatuh di atas Darren, merekapun saling pandang dan akhirnya mereka sama2 tertawa, menertawakan kebodohan mereka.
" Dasar bodoh." Celetuk Darren sambil tertawa.
" Gimana sih kok kamu ikutan jatuh. Ini siapa yang nolingin kita kalau kayak gini." Tambah Annisa sambil tertawa terpingkal-pingkal dengan posisi masih duduk di atas Darren.
" Kamu duduk diatas aku aja, nanti aku ngesot." Tambah Darren.
" Kita malah jadi sama2 basah deh." Keluh Annisa.
"Ya Udah kita mandi bareng aja." Ajak Darren dengan tawanya.
"Suamiku sangat tampan ketika tertawa." Batin Annisa. Mendengar apa yang di katakan Darren membuat Annisa langsung terdiam dari tawanya. Merekapun saling pandang, tangan Darren kemudian memeluk Annisa sedangkan tangan Annisa sedari tadi masih melingkar di leher Darren karena Darren menggendong Annisa di depan. Darren mendekatkan wajahnya, Annisa paham dengan apa yang akan di lakukan Darren kali ini Annisa mencoba menurut, Annisa pun memejamkan matanya, melihat istrinya yang sudah tau kode darinya, membuat Darren langsung mengecup lembut bibir Annisa.
Annisa semakin mempererat rangkulannya begitu juga dengan Darren semakin menguatkan pelukannya. Akhirnya Annisa pun perlahan membalas ciuman suaminya itu, merasakan Annisa mulai membalas ciumannya membuat Darren semangat hingga angry birdnya(hahaha) merespon ketegangan yang dia rasakan karena Darren hanya mengenakan celana boxer pendek . Annisa pun merasakan ada sesuatu yang mengganjal saat duduk di atas Darren. Namun Annisa tidak pernah berfikir jika itu angry bird karena pikiran Annisa sungguh masih lugu. Setelah mereka berciuman cukup lama, Annisa melepaskan ciumannya. Mereka pun saling pandang dan tersenyum namun tanpa mereka sadari ada 3 penyusup yang masuk ke dalam apartemennya. Melihat sekeliling sepertinya ada sisa masakan dan makanan, penyusup itu masuk ke kamar dan melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit. Betapa kagetnya mereka ketika sedang melihat adegan seorang pria memangku wanitanya dengan romantis sambil berpelukan dan wanita itu berjilbab pula.
" Sial... aku lupa ganti pswwd pintu." Batin Darren. Ya ketiga teman Darren tahu password pintu apartemen Darren karen mereka pun sering bermain ke appartemen Darren jadi bebas untuk mereka keluar masuk.
" Cepat... cepat.. keluar sana." Perintah Darren.
" Ok...Ok...kita ngerti kok." Kata Rio.
" Dasar, dia lebih brengsek dari kita." Sahut Tori sambil tertawa licik. Mereka bertiga menunggu di ruang tengah, menunggu Darren dan Annisa untuk menjelaskan semua yang telah terjadi. Setelah Annisa dan Darren mandi serta bersih2 mereka siap mengahadap kepada tiga penyusup itu. Ya, mereka berdua seperti pasang muda yang mesum dan kepergok warga.
" Darren coba jelasin ini semua, gila ya lo." Kata Kevin.
" Lo pinter banget nyembunyiin ini dari kita dan cincin itu, cincin nikah." Tambah Kevin.
" Nih." Kata Dareen singkat sambil melempar buku nikah kepada ketiga temannya. Mereka sangat kaget ketika membaca buku nikah itu.
__ADS_1
" Jadi, Lo udah nikah 1 bulan yang lalu tanpa bilang pada kita tanpa ngundang kita. Jahat lo." Tambah Tori.
" Sorry, gue nggak ada maksud, jadi sebenernya........" Darren pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada ketiga temannya dari awal sampai akhir.
" Gila ya lo. Gue aja cuma bisa ngincer Annisa tanpa berani deketin dia dan sialnya lo duluan yang dapetin dia." Goda Rio.
" Eh Annisa, kenapa kamu mau sih sama dia." Tanya Kevin. Annisa pun hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.
" Kakak-kakak, mau minum apa. Aku buatin ya."
" Terserah kamu aja Annisa, apapun buatan kamu, pasti Kakak minum" Goda Rio pada Annisa.
" Istri gue tuh, masih aja lo godain." Kata Darren sambil noyor kepala rio. Annisa pun hanya tersenyum lalu pergi ke dapur. Dari tadi ke tiga mulut teman Darren sudah menahan ingin melontarkan pertanyaan nakal karena mereka masih punya malu ketika akan bertanya saat ada Annisa.
" Eh Dar, gimana rasanya? Enak gk? Apalgi Annisa? Gawang pertahanannya udah lo jebol?" Celetuk Rio yang super penasaran.
" Belum." Jawab Darren singkat.
" Bodoh banget sih, Lo. Terus selama 1 bulan lo ngapain aja bocah?" Tambah Tori.
" Habis gimana, kita kan di jodohin jadi ya waktu itu gue gk berani sentuh Annisa. Dia terlalu berharga untuk di sentuh sembarangan"
" Bener kan ucapaan gue. Permen." Goda Rio.
" Akhirnya Mr. Moody kita nggak jomblo lagi. Dia udah maried sama primadonanya kampus." Tambah Kevin sambil merangkul Darren.
" Oh... Annisa aku sudah tidak bisa lagi mengimajinasikan dirimu dalam lamunanku" Celetuk Rio sambil menepuk jidatnya.
" Iya ,gue juga." Tambah Tori.
" Jadi selama ini Annisa selalu jadi imajinasi kalian, dasar mesum." Kata Darren sambil menjitak kepala Rio&Tori. Mereka bertiga pun tertawa lebar melihat sikap Darren yang sudah mulai menjadi lelaki dewasa.
__ADS_1