
" Kita packing yuk habis ini keburu malam." Ajak Rio.
" Kak,malam ini kita mampir ke masjid yang kemarin ya." Ajak Annisa pada Rio.
" Okey." Jawab Rio singkat.
Hari pun sudah mulai gelap, mereka semua sudah siap untuk pulang. Annisa,Dela&Reva satu mobil dengan Pak Gito sebagai sopir. Yes, Pak Gito pun sebenarnya selain sopir dan bodyguard adalah mata-mata Darren, diam-diam. Semua kegiatan Annisa selalu di foto oleh Pak Gito dan mengirimkannya pada Darren, meskipun Darren belum sempat membuka handphone tapi wajib buat Pak Gito untuk mengirim laporan karena Darren ingin semuanya baik-baik saja.
Tori, Rio, Rachel dan Kevin satu mobil.
" Acara apaan nih nggak asyik, nggak ada dugem, nggak ada minum, nggak ada musik, semua ketularan cewek alim itu." Gerutu Rachel.
" Siapa suruh lo ikut, Hel. Kita pun nggak maksa." Sahut Tori yang duduk di depan sebagai sopir. Sedangkan Rachel duduk di belakang bersama Kevin.
" Kenapa sih sejak ada si Annisa itu, kalian berubah sama gue. Kalian lebih perhatian sama dia. Dulu kita kompak nggak kayak gini dan kamu Kevin, setiap kali kita ciuman kamu nggak kayak biasanya. Aku bosan sama kamu."
Kalimat terakhir Rachel membuat cowok2 satu mobil menjadi salting dan malu sendiri.
" Vulgar amat nih cewek." Batin Rio.
" Kita sih biasa aja. Ya kamu aja yang jaga jarak sama kita. Apalagi alasan nggak jelas kamu yang katanya nggak suka sama Annisa." Bantah Rio.
" Sayang, kenapa kamu diam sih? Bukanya belain aku."
" Aku harus gimana, sayang. Aku sayang dan cinta sama kamu tapi kamau aku ajakin nikah nggak mau. Sedangkan aku udah ngebet pingin nikah, gimNa dong?? Aku nyari yang mau aku ajakin nikah. Kalau kamu nggak mau, ya aku cari yang lain aja." Kata Kevin dengan entengnya yang membuat Rachel buang muka.
" Nikah itu nggak ada asyik-asyiknya buat apa nikah kalau ujungnya cerai, selingkuh, buat apa komitmen kalau nggak bisa jaga. Nanti kalau nikah pasti bosan. Tiap hari ketemunya orang yang sama terus, terus jadilah alasan buat selingkuh dan macam-macam." Keluh Rachel.
" Terserah kamu mau berfikir apa tentang pernikahan, makanya belajar untuk selalu positif thinking." Balas Kevin.
" Aduh, Tor. Ada yang lagi berantem nih, gue jadi nggak enak nih, kalah ada yang lagi ribut gini. Masalah rumah tangga." Ledek Rio.
" Kalian ini kayak anak kecil aja, belajar dewasa tu Hel. Kayak Annisa. Udah cantik, sholeha, pinter masak, baik hati, lemah lembut, perfecto." Tambah Tori yang semakin membuat Rachel kepanasan.
__ADS_1
" Lama-lama mulut Lo, gue sumpel pakai sepatu. Terus aja bandingin aku sama Annisa."
" Bukan bandingin, itu kenyataan." Tambah Rio.
" Cukuuuuuppppppp....." Teriak Rachel yang memekakan telinga. Rio dan Tori pun hanya terkekeh begitu juga dengan Kevin.
Annisa pun mengajak mereka mampir ke masjid kemarin, sekalian nungguin si anak penjual jagung. Sesampainya di masjid mereka segera ambil air wudhu untuk sholat isya kecuali Rachel. Setelah selesai sholat, mereka duduk di teras masjid untuk menunggu si anak penjual jagung. Tak lama kemudian anak itu muncul dengan daganganya.
" Halo, Kak." Sapa anak itu pada Annisa.
" Hai sayang." Annisa langsung menghampiri anak itu.
" Nama kamu siapa, kita belum kenalan?" Tanya Annisa.
" Namaku Raja, Kak."
" Kakak Annisa. Bagus sekali nama kamu."
" Iya, Kak. Almarhum Ayah yang memberiku nama itu. Supaya suatu saat nanti aku bisa jadi pemimpin yang amanah, sukses&bijaksana."
" Hai, Raja. Aku Kak Rio."
" Kak Dela."
" Kak Reva."
" Kak Kevin."
" Kak Tori."
" Rachel." Kata Rachel dengan ekspresi seperti jijik.
" Wah Kakak, bawa teman banyak ya. Senang sekali bisa bertemu sama Kakak yang baik hati."
__ADS_1
" Sama, kita juga beruntung ketemu kamu."
" Ini Kakak beli jagungnya." Kata Tori sambil mengulurkan uang 200ribu.
" Terima kasih, Kak. Karena Kakak selalu bantu Raja tape sebenarnya Kak ada yang lebih membutuhkan. Disini ada banyak anak jalanan yang di perbudak sama preman-preman. Kasihan, Kak. Sejujurnya uang yang Kakak kasih kemarin, sebagian Raja belikan makanan untuk mereka." Mendengar cerita Raja, mata Annisa berkaca-kaca.
" Ya Allah sayang, mulia sekali hati kamu." Kata Annisa sambil memeluk anak itu.
" Annisa, gimana kalau kita bantu anak jalanan itu ke panti asuhan." Usul Reva.
" Ide bagus, jadi mereka nggak terlantar disana." Tambah Dela.
" Ide bagus. Raja, tolong kamu bantu Kakak kumpulin mereka di masjid sini ya, lusa kita semua kesini lagi, insya allah habis sholat ashar. Sekalian nunggu suami Kakak pulang."
" Iya, Kak. Terima kasih sekali."
" Kalau gitu terima uang dari Kakak. Sebagian kasih mereka makanan dan bagikan jagung itu sama mereka aja, ya." Kata Tori sambil mengelus kepala Raja.
" Terima kasih Kakak-Kakak yang baik, semoga kalian selalu banyak rezeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT." Doa Raja pada mereka semua.
" Amin..." Mereka semua pun mengamini.
" Raja pamit ya, Kak. Assalamualaikum." Kata Raja sambil mencium tangan mereka semua.
" Waalaikumsalam." Jawab mereka semua dengan kompak.
" Sepertinya ada yang naruh bawang disini." Kata Rio sambil mengelap matanya yang berkaca-kaca.
" Sama gue juga ngrasa ada bawang di sini." Imbuh Tori. Sedangkan Annisa, Dela dan Reva sudah duluan menetikan air matanya.
" Annisa, terima kasih. Terima kasih untuk pelajaran berharga ini. Lusa, kita akan bantu kalian." Sahut Kevin.
" Subhanallah, terima kasih, Kak. Alhamdulillah Annisa senang sekali."
__ADS_1
" Ya udah, ayo kita pulang. Kita pisah disini, ya. Kalian hati-hati." Kata Kevin
" Iya, Kak. Kalian juga hati-hati ya." Imbuh Annisa.