
Saat Annisa masuk ke dalam kelas, Dela & Reva sudah mencegat Annisa dengan segudang pertanyaan yang ada di kepala mereka. Bagaimana Annisa bisa mendapat sumbangan dari Darren.
" Annisa, lo kok tiba-tiba bisa dekat sama salah satu oppa favorit gue." Selidik Dela.
" Iya, benar. Kok oppa Darren bisa ngasih sumbangan sama lo. Dan juga sejak kapan kalian dekat terus kapan kalian bertemu terus apa yang lo lakuin sampai oppa Darren sampai mau memberi sumbangan." Cerocos Reva. Dan hal itu membuat Annisa menatap mereka dengan rasa penuh heran.
" Udah ngomongnya. Hmmm bagus dong oppa favorit kalian mau beramal. Ya, kan?. Bukannya itu semakin membuat kalian kagum." Jawab Annisa dengam santainya. Dela&Reva diam&berfikir sejenak.
" Hmmmm, iya juga sih. Selain ganteng, dia juga mau beramal. Ya Allah kurang apalagi coba, nggak kalah kan sama pangeran Arab lo. Don't judge book by cover." Kata Dela yang segitunya menyanjung Darren.
" Kok tiba-tiba nyasarnya ke pangeran Arab. Udah ah orang berbuat baik nggak usah di buat omongan, semoga aja kedepannya oppa kalian yang lain mau nyusul nambah sumbangan, katanya mereka orang kaya semua." Kata Annisa dengan senyum yang puas.
Dela & Reva yang tadinya nerocos hanya bisa diam & mengangguk paham.
" Oh ya, nanti pulang kampus. Kita ke Yayasan Kasih Bunda ya. Kita serahin uang ini sama mereka." Ajak Annisa.
" Okelah, siap. Tapi cuma kita bertiga."
" Nanti aku rencananya mau ngajak Kak Adam kan Kak Adam ketua forumnya. Sumbangan ini kan tiap bulan selalu kita salurkan ke Yayasan Kasih Bunda dan lagian kampus kita menjadi donatur tetap Yayasan Kasih Bunda. Bulan depannya kita ke Yayasan panti jompo. Soalnya nanti gk cuma uang aja, ada sembako & pakaian layak pakai dari teman2 yang lain".
" Jujur. Gue salut banget sama lo. Usia lo masih muda tapi Masya Allah, gue bersyukur punya teman kayak lo. Yang ngajak kita ke arah lebih baik. Ya walaupun gue sama Reva masih belajar pake hijab. Gue ngrasa hidup gue lebih bermanfaat." Kata Dela yang kemudian memeluk Annisa di susul pelukan Reva.
" Alhamdulillah deh. Kalau menurut kalian, gue bisa ngasih pengaruh baik buat kalian. Lagian juga masih belajar kok, sama kayak kalian juga. Gue juga belum sempurna. Semoga kita semakin istiqomah kedepannya."
" Amin." Jawab Reva&Dela dengan kompak.
Saat jam istirahat tiba, Annisa segera menuju ruang Sedekah. Ya ruang khusus untuk pengelola sedekah entah itu berupa barang, uang atau sembako. Pihak kampus selalu mengajak & melibatkan mahasiswanya untuk mengelola setiap kegiatan di kampus. Tidak hanya muslim saja lho tapi untuk seluruh umat beragama & pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku, budaya & agama, kan kita Indonesia Bhineka Tunggal Ika. Iya Kan? Hehehe.
" Assalamualaikum, Kak Adam." Sapa Annisa pada Adam yang sibuk menatap laptopnya.
__ADS_1
" Walaikumsalam, Annisa. Oh ya, aku sudah lihat berita pagi ini. Seperti berita heboh selebriti." Kata Adam sambil menutup laptopnya supaya fokus saat berbicara pada Annisa.
" Oh itu, Kak. Bagus kan, Kak." Tambah Annisa.
" Kamu dekat dengan Darren." Tanya Adam dengan hati-hati.
" Mmm biasa aja kok, Kak. Tadi nggak sengaja ketemu terus ya udah gitu aja." Kata Annisa dengan canggung.
" Oh, begitu." Singkat Adam yang sebenarnya masih penasaran tapi Adam mencoba meredam rasa penasarannya karena melihat sikap Annisa yang kurang nyaman.
" Oh ya Kak. Gimana sudah siap semuanya. Sama tolong Kak Adam temenin kita ya." Pinta Annisa.
" Pasti kok aku bantu & semuanya sudah aku siapin. Apa yang kita berikan sudah aku list kok."
" Sekalian bawa file&mapnya ya, Kak. Sebagai tanda terima bahwa kita sudah menyalurkannya."
" Iya, sudah siap semuanya kok. Mobil kampus juga sudah siap. Nanti ada Bayu & Rino yang bantu kita. Jadi aku ada temennya. Nggak aku yang paling cantik di antara kalian nanti." Kata Adam dengan senyum manisnya, yang membuat Annisa semakin dag dig dug.
" Bismillah.Semoga perjalanan kita selalu di lindungi oleh Allah." Doa Adam.
" Amin." Jawab mereka dengan kompak.
" Adam, kira-kira berpa lama perjalanan kita." Tanya Bayu dengan logat sundanya.
" Kurang lebih satu jam lah."
" Iya soalnya kan aku baru gabung. Mau satu jam atau berapa jam nggak apa lah kan ada awewe-awewe yang super geulis." Kata Bayu sambil cengengesan.
" Udah, kabayan lo fokus nyetir aja, nggak usah menghayal." Celetuk Dela yang membuat 1 mobil tertawa.
__ADS_1
" Galak amat, Neng." Tambah Bayu.
" Nama gue, Dela. Bukan, Neng." Sahut Dela.
" Oh, Dela namanya. Aku, Bayu."
" Nggak, nanya." Ketus Dela. Mereka semua tertawa melihat tingkah kocak Bayu & Dela.
" Udah, Del. Apaan sih kalian, hati-hati nanti jatuh cinta." Goda Annisa.
" Hmmm nggak mungkin, lah. Aku kan tipe nya oppa-oppa bukan kayak si kabayan." Sahut Dela dengan kesal.
" Oh jadi Neng Dela sukanya oppa-oppa. Yah kakek-kakek dong." Ledek Bayu.
" Ih, apaan sih. Lo mana tau oppa, oppa Korea maksud gue,bukan oppa yang kakek. Nggak gaul banget sih." Ledek Dela.
" Oh, kata siapa aku nggak tahu. Aku juga suka sama si Neng Lisa Blackpanther." Sahut Bayu.
" Blackpink Kabayan. Bukan Blackpanther." Sahut Dela. Di iringi tawa teman-teman satu mobil.
" Lo suka Korea juga. Ternyata selera si Kabayan tinggi juga" Tambah Dela dengan heran.
" Iya, lah. Lagunya kan booming yang dudu...dudu..dudu...dudu." Kata Bayu bernyanyi sambil menirukan gaya dance Blackpink.
" Eh stirnya jangan di lepas gitu, Bay." Tegur Adam.
" Ohhh, maaf, Dam." Kata Bayu cengengesan.
" Udah ah nanti kalau udah nyampai tempat, sok joget-joget." Tambah Rino.
__ADS_1
" Awas kabayan, jangan kebanyakan tingkah. Nyawa kita cuma satu." Sahut Dela dengan ketus.
" Iya...iya. Maaf ya teman-teman." Tambah Bayu dengan kocaknya.