Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 80 ~ LOVE ~


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Darren segera di bawa ke ruang ICU dan mendapatkan perawatan intensif, Annisa mengambil handphone di saku gamisnya yang telah berlumuran darah sambil gemetaran. Nomer pertama yang di hubungi Annisa adalah Kevin.


" Halo, Kak. Kak, Darren. Darren kecelakaan dan terluka parah, cepat pulang Kak. Annisa sendirian," kata Annisa dengan terisak.


" Apa? Oke Kakak, mama dan papa segera ke Indonesia," Ucap Kevin dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Kevin pun tak bisa menahan air matanya dan segera menghubungi orang tua Darren yang sedang berada di Jerman. Annisa pun segera menghubungi Bu Ratih dan Pak Amir.


" Halo, ayah. Darren kecelakaan. Sekarang Annisa berada di rumah sakit."


" Astaghfirullahal'adzim, iya nak ayah dan ibu segera kesana." Annisa menutup teleponnya.


" Ya Allah cobaan ini, aku tidak ingin anak yang ku kandung ini menjadi yatim piatu."


" Kak Annisa, yang tabah. Raja yakin Kak Darren pasti sembuh," ucap Raja sambil menepuk halus tangan Annisa. Annisa pun memeluk Raja dengan tangisan yang begitu menyesakkan dadanya. Tak lama kemudian, dokter pun keluar.

__ADS_1


" Keluarga pasien?"


" Saya istrinya, dok."


" Pak Darren harus melakukan operasi."


" Lakukan saja, Dok. Lakukan saja yang terbaik untuk suami saya, Dok. Cepat lakukan, Dok." Kata Annisa dengan begitu emosional sambil memegang tangan dokter.


" Ayah, Ibu," ucap Annisa sambil memeluk kuat orang tuanya.


" Yang kuat ya, nak. Ibu yakin Darren akan baik-baik saja," ucap Bu Ratih menguatkan Annisa. Waktu pun terus berlalu namun lampu merah ruang operasi masih terus menyala. Tatapan Annisa pun kosong dan tiba-tiba dia pun pingsan di pangkuan ibunya.


" Dokter, suster, tolong anak saya." Teriak Pak Amir dengan cemas apalagi saat ini Annisa sedang hamil. Dokter dan suster pun segera datang dan membawa Annisa ke ruang UGD. Kekhawatiran yang di rasakan Pak Amir dan Bu Ratih semakin memuncak, air mata pun terus mengalir dari pelupuk mata mereka dan Raja pun masih setia menemani dengan terus berdoa untuk keselamatan Darren dan Annisa. Pak Amir pun menatap ke arah Raja yang sangat khusyu berdoa untuk Annisa dan Darren. Pak Amir pun menghampiri Raja.

__ADS_1


" Nak, kamu siapa? kamu ada hubungan apa dengan Annisa?" tanya Pak Amir sambil merangkul bahu anak itu.


" Saya Raja, Kek. Saya adalah temannya Kak Annisa dan Kak Darren. Mereka adalah orang baik, mereka membantu saya dan teman-teman saya untuk mendapat tempat tinggal yang layak serta pendidikan. Karena mereka, saya bisa sekolah lagi. Raja sayang sekali sama Kak Annisa dan Kak Darren," ucap Raja dengan isak tangis yang tak mampu lagi di bendungnya. Pak Amir pun memeluk Raja dengan kuat. Selama ini Pak Amir sangat beruntung memiliki anak dan menantu yang memiliki hati yang sangat baik. Dokter yang memeriksa Annisa pun menemui Pak Amir dan Bu Ratih.


" Pak, Bu. Annisa harus bed rest total, dia tidak boleh capek, makanan dan asupan gizi harus di perhatikan, sebenarnya kandungan nyonya Annisa itu lemah namun karena kekuasaan Allah, janin Annisa selalu kuat menghadapi situasi saat ini. Saya paham apa yang terjadi, namun tolong demi keselamatan janin, semua itu harus di jaga, Bu," Kata Dokter yang menangani Annisa.


" Iya, dokter terima kasih."


" Untuk sementara, kami memberi obat penenang karena kondisi nyonya Annisa sangat shock. Tolong di dukung ibu ya asupan untuk janinnya. Saya permisi." Kata Dokter yang kemudian pergi.


" Terima kasih, dokter."


" Alhamdulillah, ayah. Calon cucu kita masih di lindungi Allah, semoga nak Darren juga segera pulih, " ucap Bu Ratih penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2