Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 49


__ADS_3

Keesokan pagi, Darren mengantar Annisa ke kampus. Annisa sudah mengatakan pada Darren untuk membantu teman2 Raja anak penjual jagung supaya tinggal di panti asuhan. Kini mereka sedang berdiskusi di base camp Bad Boys.


" Annisa, apa kamu sudah menghubungi Pak Usman?" Tanya Dela.


" Udah kok, Del. Mereka udah setuju. Ada 7 anak yanh harus kita bawa kesana. Tapi preman2 itu gimana?"


" Tenang aja, nanti biar anak buah aku yang urus, ya sekalian kita laporin aja ke polisi." Kata Rio.


" Alhamdulillah, bersyukur punya teman2 yang punya pengaruh besar kayak gini." Kata Annisa.


" Tuh kan Annisa,mereka itu prince, mirip sama cerita drama Korea." Tambah Reva.


" Korea terus, Rev." Timpal Rio. Reva pun hanya nyengir.


"Maaf ya, mereka terlalu kebanyakan gizi tentang drama Korea." Gurau Annisa.


Darren yang duduk di samping Annisa hanya diam, karena sebenarnya dia masih lelah dan masih ingin berdua saja dengan Annisa. Darren pun menyandarkan kepalanya di bahu Annisa, membuat Annisa menoleh.


" Kamu kenapa?"

__ADS_1


" Nggak apa2, lanjutin aja." Kata Darren sambil menggelayutkan tangannya ke lengan Annisa.


" Hmmm bikin mupeng aja si Darren." Kata Tori sambil mencolek Dela. Mereka berdua saling pandang dan senyum. Annisa yang melihat itu langsung melotot ke arah Tori dan membuat Tori menggaruk tengkuknya malu.


" Ya udah kita habis dzuhur aja berangkatnya." Ajak Annisa.


" Oke deh." Jawab Kevin.


" Ayo, Del-Rev kita ke kelas dulu." Ajak Annisa.


" Ayo, An." Mereka pun segera pergi namun Darren menahan Annisa.


" Yahh tuh kan kalian enak lha kita cuma jadi pentonton aja. Udah Annisa kamu di sini aja, kita aja yang keluar." Kata Rio yang di ikuti oleh semuanya. Darren pun cuek dengan tetap bergelayut pada Annisa dan Annisa pun hanya bisa menurut.


" Aku hari ini sebenarnya pingin sama kamu aja. Pingin berdua, di kamar aja. Aku kan pinginnya 7hari di kamar terus sama kamu."


" Jadi kamu serius dengan kata2 kamu kemarin?"


" Iya, lah." Jawab Darren dengan nada manja.

__ADS_1


" Sayang, kemarin waktu kita pulang dari villa. Kita semua mampir masjid dan kita ketemu Raja anak penjual jagung itu dan dia cerita kalau banyak anak jalanan yang di manfaatin buat minta2 sama preman disana. Dan kamu tau nggak, uang yang aku kasih, sebagian dia belikan buat anak2 itu. Jadi ya aku sama yang lain mutusin buat bantu teman2 Raja dan menitipkan di panti asuhan. Aku kasihan banget sama mereka."


" Kamu kasihan sama mereka tapi nggak kasihan sama aku." Rengek Darren.


" Kita kemarin udah seharian di ranjang lho sayang."


" Iya nanti sayang kalau urusan kita udah selesai, kita mager lagi berdua ya." Bujuk Annisa. Annisa pun membelai wajah suaminya dan mencium bibirnya lembut lalu Darren pun tersenyum semanis mungkin tanda udah dapat asupan.


" Kita ke kantin, yuk." Ajak Darren.


" Ayukkk."


Mereka berdua pun menuju kantin dan disana ternyata ada Adam. Mood Dareen pun mulai berubah lagi. Annisa dan Adam pun hanya saling melempar senyum. Tempat duduk Adam dan Annisa pun tidak terlalu jauh karena hari ini kantin lumyan penuh. Pelayan kantin pun datang dan melayani mereka, Annisa dan Darren segera memesan makanan.


" Sayang, aku cuci tangan sebentar ya di wastafel sana." Kata Annisa dan Darren hanya mengangguk. Saat Annisa menuju wastafel tanpa Annisa sadari ada tumpahan minuman di lantai yang membuatnya terpleset namun tubuh Annisa di tahan oleh Adam karena kebetulan itu terjadi sangat dekat dengan tempat duduk Adam. Adam pun reflek. Pertama kalinya dia menyentuh Annisa seperti itu dan tepat di pinggangnya. mengetahui hal itu Darren segera beranjak dari tempat duduknya dan segera menarik Annisa dalam pelukannya. Dareen pun ingin sekali melayangkan bogeman mentah ke wajah Adam namun dia berusaha mengontrol emosinya.


" Maaf Annisa, aku lancang. Aku cuma ingin bantu." Kata Adam yang kemudian pergi berlalu.


" Kamu nggak apa2." Kata Darren.

__ADS_1


" Nggak, kok. Ya udah lebih baik kita pergi saja." Pinta Annisa karena dia tahu kalau Darren sudah bad mood.


Ternyata disana ada sepasang mata yang tanpa sadar melihat kejadian itu. Rachel. Dia berniat mengadu domba hubungan Annisa, Darren dan Adam. Rachel pun tersenyum licik.


__ADS_2