
Darren bersama teman-temannya sedang di cafe meninggalkan Annisa sendiri di apartemen. Darren menyodorkan handphonenya yang rusak namun masih bisa menyala dengan layar yang sudah retak-retak.
" Maksud lo apa ngasih handphone rusak." Celetuk Rio.
" Coba kalian nyalain dan lihat vidio sama foto itu." Kata Darren dengan dingin.
Kevin pun mencoba menyalakan handphone Darren dan melihat vidio serta foto yang ada di galeri Darren. Kevin, Rio dan Tori seolah tidak percaya dengan apa mereka lihat.
" Apa muka lo yang bonyok itu karena habis ribut sama Adam pas lo tau vidio dan foto ini." Kata Kevin. Namun Darren hanya menggeleng.
" Gue nggak percaya deh sama vidio ini dan foto ini. Iya sih ini emang bukan editan tapi gue nggak percaya kalau Annisa seperti ini." Tambah Tori.
" Bukanya vidio itu di ambil di cafe ini dan bukanya hari itu Rachel pergi sama Annisa, lalu kenapa tiba-tiba ada Adam. Soalnya Rachel juga bilang kalau dia ngajak Annisa keluar sebagai tanda permintaan maaf." Jelas Kevin.
" Permintaan maaf, emangnya kenapa?" Tanya Rio.
" Ya Rachel kan selama ini nggak suka sama Annisa tapi entah apa alasannya, kalian ingat pas di puncak. Rachel menyiram teh panas ke baju Annisa." Timpal Kevin.
" Rachel sampai berbuat seperti itu pada Annisa." Seru Darren.
" Apa Annisa nggak cerita sama lo? Bahkan gue sempat mau mukul Rachel tapi Annisa menahannya." Kata Kevin.
" Setelah dari villa Annisa nggak cerita apa-apa selain tentang Raja tapi waktu itu Annisa bilang kalau Rachel menjemput dan mengajaknya ke cafe ini." Ucap Darren yang membuatnya bingung.
" Lalu gimana Annisa?" Tanya Kevin.
" Gue buat kekacauan di luar dan di apartemen, sampai tangan dan kaki Annisa terluka. Tapi gue lampiasin itu semua karena amarah gue, daripada gue harus mukulin orang."
__ADS_1
" Apa lo nggak mikir dulu sebelum bertindak. Gila ya lo. Akal sehat lo dimana Darren." Kata Kevin dengan nada marah.
" Dan apa kalian tahu ternyata 2 cecunguk itu selalu menggoda Annisa dan sering whatsapp Annisa." Kata Darren dengan kesal sambil menunjuk ke arah Tori dan Rio.
" Kalian juga udah nikah masih aja di gangguin." Timpal Kevin sambil menoyor kepala Tori dan Rio. Rio dan Tori pun hanya meringis tanpa dosa.
" Seharusnya lo tanya Annisa dulu, Darren. Apa yang sebenarnya terjadi, terkadang apa yang kita lihat belum tentu itu kejadian yang sebenarnya." Kata Kevin.
" Gue takut. Gue takut nggak bisa kontrol emosi dan gue takut kelepasan." Kata Darren dengan lirih.
" Oh ya, apa setelah bertemu dengan Rachel, Annisa ada janji juga dengan Adam atau ada yang sengaja mencoba memfitnah Annisa?" Seru Rio.
" CCTV." Kata mereka berempat dengan kompak. Mereka segera ke ruangan manajer dan minta tolong untuk menujukkan CCTV dua hari lalu. Manajer cafe itu segera menunjukkan rekaman CCTV tersebut dan Darren mencocokan vidio di handphone Darren dengan rekaman vido di CCTV.
Mereka berempat saling mengamati dan mencocokan.
" Berarti gue salah sangka tapi kenapa ada Adam di situ." Gumam Darren penasaran.
" Coba, Pak. Tolong kejadian sebelumnya." Seru Kevin. Dan benar kejadian sebelumnya, Annisa tidak hanya berdua dengan Adam tapi ada Rachel juga. Disini Rachel kan pergi sebentar sambil megangin perutnya dan ini Annisa dan juga Adam berdua. Berarti bener kan dugaan gue, Annisa nggak mungkin kayak gitu. Terus siapa yang merekam mereka." Kata Kevin dengan penjelasannya seperti penyidik kasus.
" Siapa lagi kalau bukan si Rachel, cewek lo gila itu." Celetuk Rio.
" Rachel sampai segitunya sama Annisa, memangnya dia punya masalah apa sama Annisa?" Tanya Darren heran.
" Kita berlima bahkan sudah bersahabat lama tapi kenapa Rachel sejahat itu." Gumam Darren denga rasa kecewanya.
" Baik, Pak. Terima kasih ya bantuannya. Kami permisi." Kata Darren. Mereka berempat pun segera pergi dan menuju apartemen Darren. Tiba-tiba handphone Darren berbunyi, nada pesan masuk. Dan benar foto. Darren kaget saar melihat Adam dan Annisa tidur satu ranjang. Dengan posisi Adam merangkul Annisa.
__ADS_1
" Darren lihat ini, gue mau cari Kevin di apartemen lo tapi gue malah lihat pemandangan kayak gini." Isi pesan dan foto yang di kirim Rachel pada Darren.
" Coba lihat." Kata Kevin. Kevin pun membalas pesan Rachel dengan berpura-pura menjadi Darren.
" Sorry, Hel. Gue mendadak harus pergi ke luar kota tadi karena gue malas melihat tingkah Annisa dan ternyata saat gue pergi, Annisa masih coba cari kesempatan dengan Adam. Setelah gue pulang, akan gue urus semuanya. Thanks buat infonya." Isi balasan Darren buat Rachel namun tangan Kevin lah yang mengetik pesan itu.
" Kita langsung ke appartemen. Keterlaluan Rachel. Udah lah mending gue putusin dia aja." Kata Kevin dengan frustasi.
" Tenang dulu, Vin. Jangan gegabah." Kata Rio.
Sesampainya di appartemen, mereka berempat menuju ruang cctv terlebih dahulu. Dan mereka sangat kaget karena Rachel lah yang membopong Adam dalam keadaan tidak sadarkan diri dan membawanya masuk. Kevin pun mengepalkan tangannya. Ingin rasanya melayangkan pukulan pada Rachel yang keterlaluan. Setelah melihat itu, mereka segera masuk ke apartemen Darren. Dan Rachel masih disana. Rachel berada di kamar Darren sambil memotret Adam dan Annisa.
" Rachel." Bentak Kevin membuat Rachel kaget.
" Kevin." Kata Rachel dengan gagap.
" Darren." Kata Rachel lagi dengan gagap.
" Lihat Darren, Kevin, Tori, Rio. Cewek yang kalian banggain ternyata sangat bejat, munafik dan busuk. Sudah bersuami tapi kelakuannya kayak gitu. Dia modus cuma morotin kamu doang lalu uangnya di pakai seneng-seneng sama pacarnya." Ternyata Rachel sudah membius Adam dan Annisa terlebih dahulu.
" Cukup, Rachel. Kita udah tahu semua kebusukan kamu. Kita lebih baik putus dan cukup sampai disni. Aku malu. Kamu tega hancurin rumah tangga sahabat aku sendiri. Darren juga sahabat kamu. Sadar kamu." Kevin begitu marah dan lepas kontrol hingga menampar pipi Rachel.
" Jahat, Kamu. Kalian semua itu udah di tipu." Kata Rachel yang kemudian memilih pergi begitu saja.
" Rio, Tori, cepat bawa Adam pulang. Antar dia pulang." Perintah Kevin. Melihat kenyataan ini membuat Darren lemah dan meneteskan air matanya. Menyesal, hanya itu yang ada di benak Darren.
" Adam sepertinya di kasih obat bius sama Rachel, dia nggak bereaksi sama sekali." Kata Rio.
__ADS_1
" Kalau gitu bawa Adam ke apartemen gue dan panggil dokter buat rawat dia." Kata Kevin. Rio dan Tori segera membopong Adam dan membawa Adam ke apartemen Kevin yang berjarak hanya 10 menit saja dari apartemen Darren.