
Malam harinya, saat Darren telah tertidur pulas. Annisa tiba-tiba membangunkannya.
" Sayang, bangun." Kata Annisa sambil menggoyang-goyangkan tubuh Darren.
" Iya." Sahut Darren dengan matanya yang masih terpejam.
" Aku pingin samyang. Bisa nggak tolong buatin aku. Itu di laci dapur ada." Kata Annisa dengan manja.
" Emang ini jam berapa sih? Udah pagi ya?" Kata Darren dengan mata yang masih terpejam.
" Jam 1 malam sayang." Sahut Annisa dengan manja. Annisa mencium pipi suaminya, membuat Darren membuka matanya. Annisa sudah hafal gimana trik membuat Dareen dengan cepat menuruti perintahnya.
" Kalau udah kamu cium, mana bisa aku menolak." Ucap Darren yang langsung bangun dengan semangat dan membuatkan istrinya samyang.
Annisa menunggu Darren di meja makan dan menatap suami tampannya itu dari jauh yang sedang membuatkan samyang untuknya. Setelah jadi Annisa segera memakannya, Dareen hanya memandangi Annisa yang sedang makan.
" Annisa, kamu tumben-tumbenan tengah malam bangun minta samyang, biasanya kamu kalau malam anti makan-makanan gituan katanya takut gendut."
" Nggak tau aku lagi pingin aja." Singkat Annisa.
" Padahal tadi kamu udang gadoin ayam bakar lho pas mau tidur. Bukanya apa-apa sih, aku khawatir kalau makan kamu nggak teratur malah bisa jadi masalah buat kesehatan kamu." Kata Darren khawatir.
" Insya Allah nggak kok. Ayo kita tahajud dulu sayang. Aku udah selesai makannya." Kata Annisa. Darren pun hanya menurut dan segera mengmbil air wudhu. Setelah selesai sholat, Annisa tidak segera tidur. Dia masih merengek meminta sesuatu.
" Sayang tolong aku bacain surat Yusuf ya." Pinta Annisa.
" Sayang tapi aku ngantuk dan capek." Keluh Dareen yang mana dia benar-benar lelah.
__ADS_1
" Aku mohon. Aku juga ingin mendengar bacaan kamu udah lancar apa belum." Kata Annisa sambil menangkupkan kedua tangannya.
" Baik lah." Kata Darren. Darren pun segera membacanya sekalipun dia belum lancar. Annisa pun mendengarnya sambil memeluk gulingnya hingga Annisa pun tertidur. Darren pun masih meneruskan bacaanya sambil menguap menahan kantuknya. Hingga melihat Annisa yang sudah lelap dalam tidurnya, Darren menyelimuti istrinya lalu menciumnya. Darren kembali melanjutkan bacaanya hingga selesai. Darren pun menemukan ketenangan yang luar biasa, sembari dia membaca arti dari surat tersebut. Darren belajar memaknai isi dari surat Yusuf dan sekian lama menjadi muslim, inilah pertama kalinya Darren memaknai isi dari salah satu surat dalam Al Qur'an. Ketika dia mengingat kembali masa lalunya yang buruk, begitu menyesal dan malu. Dulu dia buta akan agama, hanya islam di KTP saja. Kini semakin usianya bertambah dan memiliki Annisa banyak hal yang berubah dari hidup Darren. Sedikit demi sedikit hidupnya pun ikut terarah, bahkan teman-teman Darren pun ikut berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Meninggalkan dunia malam. Darren mengusap-usap kepala istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang, sambil membaca arti dari terjemahan surat Yusuf tersebut. Darren merasa beruntung Allah telah mengirimkan bidadari surga untuknya. Dia yang hanya laki-laki penuh dosa yang tanpa arah bisa kembali ke jalan yang lurus dengan hadirnya Annisa yang membawa dan membimbingnya. Semalaman Darren tidak tidur hingga adzan subuh berkumandang. Darren segera mandi dan segera sholat subuh lalu Darren membuka Al Qur'an surat pertama, dia mempunyai tekad untuk bisa khatam Al Qur'an. Matahari pun mulai menampakkan sinarnya, Darren melirik ke arah istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya. Darren segera menutup Al Qur'annya lalu pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk istrinya.
" Sejak menikah baru kali ini Annisa malas gini, dia biasanya yang paling cepet bangun buat ingetin aku sholat. Sekarang malah kebalik. Mau di bangunin aku kasihan juga." Gumam Dareen sambil membuat roti bakar untuk sarapan. Setelah selesai membuat sarapan, Darren segera menghampiri Annisa dan membangunkannya.
" Bangun sayang, ini sudah pagi." Kata Darren sambil mengelus kepala Annisa. Annisa perlahan membuka matanya dan menguceknya, di lihatnya suaminya yang tampan itu masih memakai peci, baju koko dan juga sarung.
" Kamu kok ganteng banget sih." Ucap Annisa sambil memeluk manja suaminya tiba-tiba.
" Ayo bangun, cepat ganti baju ya terus kita sarapan. Aku udah buatin sarapan." Kata Dareen.
" Kamu udah bikin sarapan? Ya Allah maafin aku suamiku, seharusnya kan itu tugas ku, bukan tugas kamu."
" Nggak apa-apa kok, sekali-kali nggak apa-apakn."
" Kenapa kamu sekarang pintar merayu ya. Udah cepat mandi sana."
" Iya. Kamu nggak ikut sekalian." Goda Annisa.
" Nggak, aku habis mandi."
" Tumben, biasanya juga meskipun udah mandi kalau lihat aku mandi kamu jadi ikutan mandi lagi." Goda Annisa lagi.
" Udah cepetan, ayo kita ke butik. Klien aku ada yang mau kesana, mau lihat koleksi butik kita."
" Alhamdulillah, iya suamiku." Jawab Annisa dengan manis. Setelah mandi dan sarapan mereka segera berangkat menuju butik. Dan Dareen pun menuruti Annisa untuk berpakaian sesuai dengan ke inginannya. Di sana sudah ada Rio dan Tori yang membantu para karyawan bersih-bersih dan menyiapkan bahan. Mereka berdua kaget dengan dandanan Darren yang begitu islami.
__ADS_1
" Lo Darren, beneran Darren." Celetuk Rio yang kaget melihat penampilan Darren.
" Bukan gue bukan Darren." Jawab Darren dengan kesal.
" Assalamualaikum Pak Ustadz." Goda Tori sambil salim kepada Darren. Lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
" Annisa kamu sungguh luar biasa, si bad boy ini benar-benar jadi good boy dan taubat boy." Goda Rio.
" Bagus dong, Kak. Nyari pasangan itu harus kayak gitu, bisa membuat kita ke arah yang lebih baik." Jawab Annisa dengan tersenyum.
" Iya, iya. Kamu bener Annisa."
" Sekalian Kakak juga ikutan taubat mumpung ada teman buat taubat, leader kalian udah taubat masak kakak ini belum." Sindir Annisa terkekeh membuat Rio dan Tori menggaruk tengkuknya.
" Tuh dengerin, taubat woi." Seru Darren di iringi tawa Dareen yang menggelegar.
Tiba-tiba Klarissa datang dan langsung masuk begitu saja, saat dia mendekat ke arah Dareen, Dareen langsung menjauh dan mendekat ke arah Annisa. Annisa sangat kesal melihat kedatangan Klarissa.
" Ngapain kamu kesini? Bukanya ini butik kampungan." Kata Annisa dengan sinis. Darren, Rio dan Tori tekejut melihat sikap Annisa yang berani.
" Gue nyari Dareen. Darren ngapain sih elo pakai baju kayak gitu, nggak banget deh." Kata Klarissa yang berusaha meraih peci Darren namun di tangkis oleh Annisa.
" Oh, berani ya kamu."
" Kamu itu perempuan, apa tidak ada laki-laki yang bisa kamu godain selain suami orang. Begitu rendahnya harga diri kamu sebagai wanita sampai mengganggu suami orang. Apa stok laki-laki sudah habis di dunia ini nona Klarissa." Kata Annisa dengan tegasnya. Darren yang berdiri di belakang Annisa melongo melihat sikap tegas Annisa.
Eiiitttsssss, jangan lupa like, komen dan vote yaaaaa buat karya author ini 😘😘
__ADS_1