
" Lo bodoh banget Darren. Lihat kamu Annisa terluka gara-gara ulah kamu." Kata Kevin dengan nada marahnya. Darren segera menghampiri Annisa. Dan badan Annisa sangat panas.
" Annisa, kamu panas banget. Kamu kenapa?" Kata Darren sambil menepuk pipi Annisa. Sepertinya Annisa juga terkena obat bius dari Rachel.
" Darren, maafin aku. Maafin aku kalau aku salah jangan siksa diri kamu." Kata Annisa mengoceh setengah sadar. Darren pun memeluknya dan menggendongnya lalu segera membawanya ke rumah sakit bersama Kevin. Kevin pun hanya bisa diam melihat sahabatnya panik apalgi melihat keadaan Annisa yang pucat dan penuh luka entah kenapa hati Kevin menjadi sangat sedih. Sesekali Darren menciumi tangan Annisa yang terluka dan melihat luka di kaki Annisa yang di balut perban.
" Bodoh, gue bodoh. Maafin aku Annisa, please buka mata kamu ya. Jangan tinggalin aku, Annisa. Jangan tinggalin aku." Kata Darren yang terus menangis sambil memeluk Annisa. Melihat sahabatnya yang kalut membuat Kevin menambah kecepatan mobilnya. Darren terus menangis tersedu-sedu hingga sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit.
" Dokter. Dokter. Cepat tangani istri saya." Teriak Darren seperti orang gila saja apalagi Darren melihat luka di kaki Annisa yang mengeluarkan darah dan menembus perban. Annisa pun segera di tangani. Darren pun terduduk lemas di kursi sambil terus menangis dan menyesali perbuatannya.
" Maafin gue, Darren. Maafin Rachel. Lo tenang ya, Annisa pasti baik-baik saja." Ucap Kevin sambil memegang kuat bahu Darren. Darren pun terus mondar-mondar. Tak lama kemudian dokter keluar.
" Keluarga pasien?" Tanya dokter.
__ADS_1
" Saya suaminya, Dok. Bagaimana istri saya."
" Bagaimana bisa anda membiarkan kakinya terluka seperti itu. Sepertinya lukanya sudah beberapa jam lalu, kalau telat penanganan apalagi perbannya sampai merembas karena darah bisa menyebabkan infeksi parah. Karena luka di kakinya akibat pecahan kaca sudah mengenai otot dan saraf kaki jadi perlu kita bedah untuk mengambil sisa pecahan kaca yang tertinggal karena lukanya cukup dalam dan kulit luarnya sobek jadi harus kita jahit juga. Kita harus menyiapkan operasi kecil. Bagaimana anda baru membawanya kemari." Kata Dokter dengan nada kesal. Dokter pun ikut kesal dengan sikap Darren sebagai suami.
" Lakukan yang terbaik untuk istri saya, Dok." Kata Darren dengan menggenggam erat tangan dokter dengan air mata yang sedari tadi terus menetes.
" Kami akan melakukan yang terbaik, tenang ya." Kata Dokter sambil menepuk bahu Darren.
" Ya Allah, kenapa aku pura-pura tuli saat aku mendengar Annisa kesakitan. Kenapa aku harus membuat rumah berantakan. Kenapa bukan aku? Maafin aku Annisa. Maafin aku."
Kevin pun merangkul dan menenangkan Darren.
" Udah nggak perlu nyalahin diri kamu. Yang terpenting kita berdoa untuk kesembuhan Annisa." Kata Kevin.
__ADS_1
Jam pun sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Rio dan Tori pun menyusul ke rumah sakit setelah mencoba membuat Adam sadar lalu mengantarkannya pulang. Saat Adam sadar, saat itulah Rio dan Tori mencoba menginterogasi Adam. Dan Adam pun menceritakan awal mula bertemu dan kenal dengan Rachel hingga ke cafe bersama Annisa dan menjebak Adam tidur dengan Annisa. Adam pun sama sekali tidak tahu rencana Rachel dan tidak menyangka Rachel akan menyakiti Annisa tanpa ada alasan yang jelas.
" Jadi, kita semua itu korbannya Rachel tapi imbas nyatanya ya ke Darren, Annisa dan Adam. Gila si Rachel, keterlaluan banget tuh anak." Kata Tori dengan nada marah.
" Udah kita nggak usah ngomongin Rachel kita fokus sama Annisa." Imbuh Kevin. Melihat Darren yang begitu kacau dan kalut membuat Tori dan Rio memeluk Darren.
" Lo tenang ya. Semua pasti baik-baik saja." Ucap Tori.
" Tapi gimana Annisa?" Tanya Rio.
" Dia harus di operasi. Operasi kecil pada telapak kaki Annisa karena terkena pecahan kaca yang telalu dalam dan ada sisa pecahan kaca yang tertinggal." Ucap Kevin. Darren pun hanya diam, diam tak beregeming bahkan air mata itu tak berhenti keluar dari pelupuk matanya. Mereka bertiga saling jaga, sesekali mereka bergantian tidur, sedangkan Darren masih membuka matanya dan terus mondar mandir seperti orang ling lung. Dua jam kemudian dokter keluar.
" Gimana , Dok?" Tanya Darren panik. Membuat Tori dan Rio yang tertidur gelagapan bangun.
__ADS_1
" Operasinya berjalan lancar. Tolong luka di kakinya harus steril ya dan harus di jaga karena kalau tidak bisa menimbulkan infeksi yang parah. Dan demam pada tubuh pasien akibat perdarahan pada otot dan saraf kakinya, jadi tidak perlu khawatir. Dan pasien akan segera di pindah ke ruang rawat inap." Kata Dokter.
" Alhamdulilillah, terima kasih Dok. Terima kasih Ya Allah. Baik dok, berikan ruangan yang terbaik." Kata Darren. Kevin, Rio dan Tori pun tersenyum lalu memeluk Darren. Itulah gunanya SAHABAT.