Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 67


__ADS_3

" Sialan, siapa sih cewek yang di pilih Darren. Apa iya dia pantas buat Darren. Sekarang kan lagi musim rebut merebut. Kayaknya seru juga." Kata Klarissa menyeringai. Klarissa pun bete dan memutuskan untuk pergi ke cafe. Di tempat yang sama, Annisa berada disana juga bersama Dela dan Reva. Tentunya Annisa sudah meminta ijin suaminya dan juga orang tuanya.


" Ya Allah Annisa, aku nggak nyangka deh cerita hidup kami seperti sinetron. Ternyata kamu berada di antara oppa-oppa ganteng." Gerutu Dela sambil menyangga dagunya.


" Iya, An. Tapi aku bersyukur kamu bisa berkumpul sama keluarga kamu. Hidup kamu yang penuh perjuangan kini terbayar dengan kehidupan dan rencana yang sangat indah. Kamu pantas dapatkan itu semua Annisa." Sambung Reva.


" Aku sendiri juga nggak nyangka jalan hidup aku kayak gini. Sama sekali nggak nyangka. Ternyata Allah punya rahasia di balik rahasia." Kata Annisa.


" Aku ke toilet sebentar ya." Pamit Annisa.


" Oke." Balas Dela. Saat Annisa berjalan menuju toilet, tidak sengaja dia tersandung kaki meja dan dia menabrak dengan Klarissa.


" Aw." Keluh Klarissa.


" Maaf mbak. Maaf saya nggak sengaja." Ucap Annisa sambil membantu Klarissa berdiri.


" Maaf, maaf. Kalau jalan di lihat dong mbk. Punya mata nggak sih. Lihat baju saya jadi kotor, ini baju mahal kamu. Kamu kampungan mana bisa menggantikan baju mahalku." Ketus Klarissa sambil matanya melihat penampilan Annisa dari ujung kaki sampai ujung kepala.

__ADS_1


" Sekali lagi maaf mbk, permisi." Pamit Annisa.


" Dasar kampungan. Makin bete gue, mending gue pulang deh." Gerutu Klarissa.


Tak lama kemudian datanglah Rio dan Tori. Mereka lalu menghampiri Dela dan Reva.


" Assalamualaikum cewek-cewek." Sapa Tori dan Rio.


" Walaikumsalam, Kak." Kompak Dela dan Reva.


" Annisa lagi di toilet." Ucap Dela. Setelah selesai Annisa pun segera kembali menyusul teman-temnnya dan sudah melihat Rio serta Tori disana.


" Hai, Kak." Sapa Annisa.


" Hai juga."


" Kakak-kakaku yang tampan serta cewek-cewek yang cantik, aku mau minta tolong sama kalian buat kasih ini ke Raja. Tolong urus sekolah raja, aku sudah bicarakan ini dengan Darren dan Darren setuju untuk menjadi orang tua asuh Raja." Pinta Annisa sambil menyerahkan cek 100 juta.

__ADS_1


" Annisa, ini banyak sekali." Seru Rio.


" Iya, Kak. Tolong carikan kontrakan yang layak untuk Raja dan Ibunya karena Ibunya Raja sedang sakit dan tolong urus semua keperluan sekolah Raja dan juga obat untuk ibunya. Annisa kan sekarang lagi urusin Papa jadi Annisa taku lupa dan terlambat. Dela, Reva tolong bantu Kak Rio sama Kak Tori ya." Kata Annisa penuh harap.


" Iya, Annisa. Kita pasti bantu kok." Jawab Dela.


" Ya udah Kak, Annisa pamit dulu ya. Del, Rev, aku duluan ya. Assalamualaikum." Pamit Annisa sambil terburu-buru.


" Waalaikumsalam. Hati-hati Annisa." Seru Rio.


" Annisa nggak berubah ya, meskipun dia sebenarnya sekarang anak orang kaya, sedekahnya malah semakin luar biasa. Aku bersyukur banget punya sahabat kayak dia." Kata Dela penuh haru.


" Iya, ya. Apalagi dia mau menjadi orang tua asuh untuk Raja. Mulia sekali hati Annisa." Tambah Reva.


" Iya, semoga kita bisa belajar dari Annisa. Aku malu deh. Gara-gara Annisa, akupun ikut berjihad jadi manusia yang lebih berguna." Kata Tori dengan penuh penyesalan.


" Iya, Tor gue juga." Sahut Rio

__ADS_1


__ADS_2