Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 69~ Kejutan ~


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Darren segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Akhirnya kita berdua lagi sayang. Sini deh." Kata Darren sambil menepuk sisi kasur di sampingnya yang kosong.


" Sebentar kamu kebiasaan habis dari mana-mana nggak bersih-bersih dulu." Kata Annisa.


" Iya, iya. Aku bersih-bersih dan ganti baju dulu." Kata Darren yang kemudian bangkit dari rebahannya menuju kamar mandi lalu ganti baju. Sedangkan Annisa memilih pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang namun tiba-tiba ada yang membunyikan bel pintu. Sebelum membuka pintu, Annisa melihat layar kecil yang mana terlihat siapa yang sedang bertemu namun kali ini Annisa tidak mengenalinya. Wanita yang cantik dan seksi, tiba-tiba hati Annisa menjadi khawatir. Annisa pun segera membukanya.


" Cari siapa, mbak?" Tanya Annisa. Saat itu Annisa yang hanya mengenakan daster terusan panjang dan jilbab yang sederhana membuat Klarissa mengamati Annisa dari ujung kaki sampai ujung kepala.


" Saya mau cari Darren." Kata Klarissa yang nyelonong masuk gitu aja ke kamar Dareen. Darren yang saat itu masih telanjang dada dan ingin memakai baju dengan menggunakan celana pendek selutut sangat kaget dengan kedatangan Klarissa yang tiba-tiba datang memeluknya dengan erat. Annisa yang bingung dan bertanya-tanya siapa wanita itu mencoba untuk berfikir positif dan menahan sedikit rasa sakit yang menusuk di dadanya ketika ada wanita lain yang memeluk suaminya dengan telanjang dada seperti itu. Darren pun mengehmpas tubuh Klarissa dengan kasar hingga membuat Klarissa jatuh di lantai. Melihat Klarissa jatuh, Annisa pun membantu Klarissa berdiri.


" Sayang, ngapain kamu bantuin dia." Kata Darren dengan nada Darren. Darren pun menarik tangan Annisa dan melingkarkan tangan Annisa di pinggangnya.


" Ngapain lo kesini. Ini istri gue, Annisa."


" Oh ini istri lo, gue pikir pembantu. Soalnya nggak banget deh." Ketus Klarissa.


" Lo yang nggak banget, cepet pulang sana. Ngapain lo kesini. Sekarang lo udah tau kan gue punya istri jadi nggak usah ganggu lagi. Jadi cewek ada harga dirinya dikit dong." Sindir Darren dengan kasar.


" Awas ya kalian berdua." Ancam Klarissa. Klarissa pun segera pergi dan Annisa justru semakin mempererat pelukannya, seperti anak kecil yang ketakutan melihat hantu. Darren pun memeluk Annisa dan membenarkan posisinya.

__ADS_1


" Kenapa ya aku takut, siapa dia?" Tanya Annisa pelan.


" Itu Klarissa sayang, yang pernah aku ceritain dulu. Udah ya kamu nggak usah khawatir, aku nggak bakal tergoda sama dia."


" Mungkin kamu tidak akan tergoda tapi kalau dia nekat dekatin dan rayu kamu gimana?" Kata Annisa dengan khawatir.


" Kami tenang aja nggak usah khawatir. Mending sekarang kamu yang godain aku ya, kamu tahu kan maksud aku." Goda Darren.


" Senyum dong sayang." Tambah Dareen. Annisa pun tersenyum lebar. Darren mengunci pintu kamarnya lalu menggendong Annisa dan merebahkannya di atas kasur.


" Darren, tapi kan aku lagi mau masak." Kata Annisa.


Keesokan paginya, Darren menyuruh Annisa untuk bersiap-siap dan berdandan yang rapi.


" Kita mau kemana sih, sayang. Kamu juga rapi banget kayak gini." Tanya Annisa heran.


" Udah lah, aku ada kejutan buat kamu." Kata Darren dengan semangat.


" Kamu bikin penasaran aja deh." Gerutu Annisa. Sebelum berangkat, Darren menutup mata Annisa.


" Sayang kenapa tutup mata segala sih."

__ADS_1


" Udah kamu nurut aja ya."


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sebuah butik yang mewah. Yap, sesuai janji, Darren membuatkan Annisa butik. Disana sudah ada Rio, Tori, Dela, Reva, orang tua Darren dan juga orang tua Annisa ( Pak Amir dan Bu Ratih). Darren pun membuka penutup mata Annisa dan sangat kaget saat melihat butik yang besar dan mewah.


" Surprise......" Seru Darren dengan senyum lebarnya.


" D N A Butik. Bagus sayang namanya. Ya Allah besar banget sayang." Ucap Annisa sambil membungkam mulutnya dengan tangannya tanda takjub. Annisa pun memeluk Darren dengan erat.


" Gimana kamu suka?" Tanya Darren.


" Ya Allah sayang, aku suka banget. Tapi ini terlalu mewah sayang. Yang kecil dan biasa pun nggak apa-apa." Kata Annisa.


" Sayang, kamu pantas mendapatkan ini semua." Kata Bu Mita sambil memeluk Annisa.


" Ma, terima kasih ya. Pa, makasih juga ya." Annisa pun bergantian memeluk kedua mertuanya itu. Tak lupa Annisa memeluk Pak Amir dan Bu Ratih. Mereka semua pun segera masuk dan mulai memotong pita. Darren dan Annisa pun memegang gunting dan memotong pita bersama-sama. Darren pun sudah merekrut beberapa karyawan dan meminta bantuan Rio, Tori, Dela dan Reva untuk membantu Annisa sementara waktu.


" Sebelumnya alhamdulillah Ya Allah, Annisa bersyukur sekali. Annisa memiliki suami, orang tua dan sahabat yang luar biasa. Tanpa kasih sayang dan doa mereka, saya tidak mungkin berada di posisi seperti ini. Semoga butik ini lancar, laris manis dan berkah untuk kita semua, amin." Pidato singkat Annisa lalu pita pun di gunting. Mereka semua bertepuk tangan dan tersenyum bahagia dengan ini semua. Darren pun mengecup kening Annisa sekilas.


VISUAL BUTIK yang dibuat Darren untuk Annisa ya, hehehe semangat terus buat vote, like dan komennya ya, akan ada give away dari author 😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2