Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 24~ Pelukan Pertama ~


__ADS_3

Style Annisa dan Darren hari ini, ini yang buat Annisa merasa gagal jadi cewek, kalah cantik,hehehehehe



" Nak, memang seperti itu dandananya suami kamu." Tanya Bu Ratih yang heran dan bingung melihat menantunya yang dandan seperti itu. Korean Style. Ala boyband.


" Ya begitulah menantu pilihan Ayah." Kata Annisa kesal.


" Ya sebelum menikah, Ayah sudah tau, baik buruknya Darren Pak Surya sudah cerita semuanya, nak." Sahut Ayah.


" Masak Annisa dapat suami kayak gitu, Yah." Kata Annisa kesal sambil menutup wajahnya.

__ADS_1


" Ya walau bagaimana pun, dia memang ada darah Korea nak. Apalah arti sebuah fashion, menantu Ayah emang keren kok. Nanti perlahan juga pasti berubah. Don't judge a book by cover." Bela Pak Amir dengan senyum kocaknya.


" Ayah, kok malah belain dia sih. Yang anak Ayah kan Annisa." Keluh Annisa.


" Nak, seburuk-buruknya orang pasti ada sisi baiknya&sebaik-baiknya orang pasti ada sisi buruknya. Manusia tidak ada yang sempurna, semua punya kekurangan&kelebihan masing2, kalau kita bisa mengajak mereka menjadi lebih baik, justru pahala untuk kita, nak. Kamu pelan-pelan saja ya ngajarin Darren, kasihan dia, hatinya itu kosong, nak. Dia sama Ayah&Ibu juga selalu sopan&perhatian, sekalipun penampilannya seperti itu. Dan belum tentu kita lebih baik dari dia kan janganlah menganggap diri kita yang paling baik&sempurna. Ini tugas kamu nak. Jihad cinta kamu, kelak kamu akan mendapat surgaNYA." Kata Pak Amir panjang lebar. Pak Amir adalah seorang Ayah yang netral,realistis,tidak mudah berfikir buruk&bukan tipe orang yang fanatik. Annisa hanya bisa diam mendengar nasihat ayahnya tanpa bisa membantahnya.


" Ya sudah Annisa mandi dulu, habis ini mau ngajar anak2 ngaji."


" Iya, sayang." Kata Bu Ratih.


" Masya Allah..." Kata Annisa sambil memegang dadanya. Annisa pun duduk di meja rias menyisir rambutnya. Annisa pun hanya diam tak bersuara.

__ADS_1


" Hmmm aku cewek tapi nggak segitunya. Emang bener-bener ni anak." Batin Annisa.


" Kamu sudah makan malam?" Tanya Annisa. Darren pun hanya diam tak menjawab.


" Kamu udah tidur ya, kok nggak jawab." Tanya Annisa lagi. Annisa beranjak dari meja riasnya dan mendekati Darren. Annisa mendekatkan wajahnya pada Darren.


" Beneran tidur ya, ya udah deh selamat istirahat aja ya, aku juga mau tidur." Celoteh Annisa dengan polosnya. Namun tiba-tiba tangan Darren dengan sigap menarik tangan Annisa hingga membuat Annisa duduk di pangkuan Darren,kemudian Darren memeluknya dengan sangat erat tanpa bicara sepatah katapun. Annisa pun berusaha memberontak, semakin Annisa memberontak, semakin kuat pelukan Darren. Batin Darren begitu puas dengan sikap Annisa yang menggemaskan, seperti anak kecil yang sedang bermain lari-larian&tertangkap di tambah Darren sangat senang mencium aroma wangi yang khas pada Annisa, aroma wangi yang soft& sweet.


" Lepasin Darren... lepasin nggak..." Annisa terus meronta namun Darren hanya diam tak bergeming dan semakin mempererat pelukannya. Ketika Annisa berusaha meronta, dia teringat akan kata-kata mama mertua, kata-kata Ustadz Alkatiri, kata-kata Ayahnya&kata-kata Darren sendiri. Banyak sekali kata-kata yang tersimpan dalam benak&pikiran Annisa hingga dia tidak meronta lagi,mencoba menerima Darren,dan menurut dengan pelukan Darren. Annisa mencoba menyandarkan kepalanya di dada bidang Darren. Darren yang sebenarnya pura-pura tidur itupun sangat kaget dengan respon Annisa, tadi meronta-ronta sekarang malah menyandarkan kepala di dadanya. Dan Darren pun masih menggunakan sheet mask nya, dasar Darren modus.


" Kenapa jantung kamu berdetak kencang sekali, aku pikir kamu tidak punya jantung, soalnya kamu dingin." Celoteh Annisa sambil memainkan kancing baju Darren, persis sekali dengan sikap anak kecil yang di gendong ibunya sambil ***** sambil mlintir2 baju ibunya,hehehehe.

__ADS_1


" Aku bingung harus bagaimana. Kenapa aku harus menikah sama kamu. Kita kenal baru hitungan hari terus tiba-tiba saja kita harus menikah. Sungguh seperti mimpi, aku tidak pernah membayangkan akan menikah di usia muda apalagi nikah sama kamu. Sama sekali nggak ada di pikiranku. Yah paling tidak bayangan calon suamiku seperti Adam. Tapi ya terkadang harapan tidak sesuai kenyataan. Apa ini namanya takdir?? Aku pun tidak mau menjanda, aku mau menikah untuk 1x seumur hidup. Seperti kata2mu tadi, kita mencoba membuka hati masing2 dan seperti kata ustadz Alkatiri bahwa jodoh itu memang unik." Annisa terus saja bicara seperti anak kecil yang sedang mengoceh menceritakan hal-hal yang dia sukai hingga Annisa pun tertidur. Mendengar ocehan Annisa membuat Darren senang tapi sekaligus kecewa karena Annisa menyebut nama Adam, Kenapa harus Adam. Darren mengintip dan ternyata Annisa sudah tertidur di pangkuan&dalam dekapannya, Darren semakin erat memeluk Annisa.


" Seperti ini saja, bisa tidur. Ampunnnn dehhh. Nggak peka banget sih." Batin Darren. Sekali lagi Darren memeluknya dengan erat&mencium kepala Annisa sebelum Darren menggendong Annisa dan menidurkannya di kasur. Darren pun melepas maskernya, ganti baju dan pergi tidur di sofa kembali namun sebelumnya dia mencium kening Annisa. Darren merasa bahwa dirinya sudah mulai menyayangi Annisa.


__ADS_2