
Perbincangan nyeleneh para cowok...
" Lo mau tau nggak gimana caranya buat jebolin gawang lawan?" Pertanyaan nakal Rio. Membuat ketiga sahabatnya memandang tatapan aneh sambil menoleh ke arah Annisa yang masih sibuk menyiapkan minuman dan beberapa camilan di dapur.
" Pake obat perangsang aja, di jamin Annisa pasti kelepek2 dan mau." Tambah Rio di sambut jitakan ke tiga temannya.
" Dasar mesum." Kata Darren, Kevin dan Tori dengan kompak. Rio pun hanya terkekeh melihat respon teman2nya itu.
" Annisa itu gadis baik2 tau, bukan cewek2 yang kayak gitu jadi kita harus memperlakukan dia dengan sangat, sangat, sangat terhormat&hati2." Tambah Tori dengan kedua tangannya yang membuat gerakan seperti sedang menari.
" Husss...hussss....husss....Annisa datang." Kata Rio dengan lirih.
" Silahkan, Kak." Kata Annisa sambil membawakan orange jus&beberapa camilan.
" Makasih ya. Annisa. Kamu kalau di lihat dari deket kenapa semakin cantik, sepertinya sinar mentari pindah di wajah kamu, bikin mata silau." Goda Rio.
" Wah... wah... bahaya nih Rio, ada indikasi pebinor dia, perebut bini orang." Sahut Tori sambil memiting Rio. Rio pun hanya tertawa tanpa penuh rasa dosa.
" Ternyata mereka nggak se bad yang aku pikir." Batin Annisa sambil tertawa kecil melihat kekonyolan teman-teman Darren.
" Ehmmm.... Gimana weekend kita ke puncak. Ke Villa Rio." Ajak Tori tiba-tiba.
" Boleh juga sih. Ya sekalian liburan." Tambah Kevin.
" Lo ajak Rachel ya." Sahut Tori.
__ADS_1
" Godaan gue ngajakin Rachel." Seru Kevin.
" Hmmm gue tiba-tiba kepikiran pingin nikah juga. Annisa kamu punya temen gk yang kayak kamu gitu?" Tanya Tori.
" Ada sih, mereka fans kalian juga lho."
" Ah yang bener." Imbuh Rio.
" Sebentar ya." Kata Annisa sambil mencari foto Dela&Reva. Kemudian Annisa menujukannya pada Rio&Tori.
" Wahhhh cakep juga, ini kan yang kemarin yang minta foto kita." Tambah Rio.
" Tapi jangan berharap ya kalian bisa mudah deketin mereka." Kata Annisa.
" Udah lah nggak apa2." Kata Tori.
" Hmmm mulai, Bu Haji ceramah." Batin Rio. Mendengar kata-kata Annisa, membuat Kevin, Rio&Tori tersenyum malu. Darren hanya menatap Annisa penuh rasa kagum bahwa dia bersyukur biasa di jauhkan dari dosa berzina.
Adzan maghrib pun berkumandang, dengan inisiatif Darren mengajak Annisa sholat berjamaah.
" Annisa, ayo kita berjamaah."
" Masya Allah, beneran. Alhamdulillah." Kata Annisa dengan penuh kebahagiaan. Mereka berdua segeea mengambil air wudhu dan melakukan sholat berjamaah bersama, meskipun hanya 3 surat yang bisa di kuasai oleh Darren. Setelah salam, Annisa mencium tangan suaminya. Aura ketampanan Darren semakin bertambah ketika memakai peci&baju koko.
" Alhamdulillah Ya Allah. Akhirnya Darren mau belajar." Batin Annisa.
__ADS_1
" Annisa, kamu mau ngajarin aku mengaji." Tanya Darren dengan malu.
" Pasti mau dong. Tapi kita belum punya Al qur'an. Gini aja pakai aplikasi Al Qur'an online aja ya. Besok kita beli."
" Ok."
Annisa pun mengajari Darren dari surat Al Fatiha, sebenarnya Darren bisa tapi karena malas dan tidak ada yang membimbingnya, jadi semuanya sia2 karena Darren jenius jadi bukan masalah besar bagi Darren untuk menerima sesuatu yang baru hanya butuh pembiasaan saja. Dengan telaten Annisa mengajarinya ayat demi ayat beserta tajwid dan maknanya.
" Maafkan aku Ya Allah, yang telah lama menjauh darimu. Hidupku yang buruk kini perlahan bisa berubah sejak kau kirimkan bidadari surga ini." Batin Darren. Mereka berdua mengaji bersama hingga waktu sholat isya tiba.
" Kamu mau makan apa Darren?" Tanya Annisa sambil merapikan mukenanya.
" Kita makan di luar aja ya sambil beli Al Qur'an dan buku2 tentang islam." Ajak Darren. Darren pun segera ganti baju, menggunakan celana jeans dan sweter sedangkan Annisa memilih baju casual yang longgar. Saat Annisa merapikan jilbabnya di depan cermin, Darren tiba2 datang memeluknya dari belakang.
" Apa aku boleh panggil kamu, sayang." Tanya Darren dengan nada manja.
" Kenapa aku jadi geli ya lihat tingkah kamu kyak gini." Kata Annisa sambil membalikkan badannya ke arah Darren. Darren justru semakin mengutkan pelukannnya.
" Masak iya kamu juga mau panggil aku Darren. Aku kan suami kamu, apalgi usia aku 5thn di atas kamu. Kamu bisa panggil yang lain kakak tapi kenapa sama suami gitu."
" Terus, aku mesti panggil kamu apa. Kakak juga?" Tanya Annisa.
" Mmmm kamu panggil sayang aja, kan kalau sudah suami istri memanggil dengan panggilan romantis kita dapat pahala." Rajuk Darren seperti anak kecil yang minta di beliin ice cream oleh mamanya.
" Iya, sayang." Kata Annisa penuh kemesraan sambil membalas pelukan Darren. Sekilas Darren pun mencium bibir Annisa, kali ini Annisa tanpa protes.
__ADS_1
" Ya udah berangkat yuk." Ajak Annisa.
" Ok."