
Satu bulan sudah butik Annisa berjalan, setiap hari orderannya selalu saja bertambah. Rio, Tori, Dela dan Reva menjadi icon fashion Annisa karena wajah mereka yang good looking dan fotogenik. Kini Annisa pun sudah mempunyai manajer yang mengelola butiknya itu. Tugas Annisa hanya membuat desain dan mengirimkan desain serta mengontrol jahitan. Bukan hanya busana muslim namun seluruh busana. Karena Darren pun tidak ingin Annisa terlalu capek dan sibuk mengurus bisnis yang mulai berkembang. Saat Annisa sibuk mengontrol desain, tiba-tiba suami tampannya datang membawa makan siang.
" Assalamualaikum cinta." Sapa Darren dengan senyum sumringahnya.
" Waalaikumsalam cinta. Kamu bawa apa?"
" Oh, ini makan siang buat kita. Aku pingin makan siang sama kamu." Ucap Darren sambil memeluk istrinya dari belakang yang sedang fokus pada layar laptopnya.
" Udah dong, sayang. Ayo kita makan, aku udah lapar." Rengek Darren.
" Iya sebentar ya, sayang. Besok aku ada pagelaran busana, pagelaran ini khusus buat para desainer baru yang di kasih kesempatan buat fashion show. Dan kebetulan temanya hijab mode gaya kantoran." Jelas Annisa.
" Oh gitu ya sayang, kamu kok baru bilang sama aku."
" Iya aku lupa karena terlalu fokus." Kata Annisa.
" Ya udah makan yuk."
" Iya, ayo." Mereka berdua pun makan bersama dengan manja Darren minta di suapi. Tiba-tiba kemesraan mereka terusik dengan kedatangan Klarissa. Darren dan Annisa yang berada di loby langsung melihat ke arah Klarissa. Darren menatap Klarissa dengan tatapan tajam dan sinis.
__ADS_1
" Oh ini butik yang lagi hits itu. Oh kalian juga mau beli ya." Kata Klarissa sinis yang tidak tahu kalau itu adalah butik milik Annisa.
" Kebetulan ini butik kami." Kata Annisa.
" Oh, jadi ini butik kamu. Gue pikir lo cewek kampungan ternyata lo ngerti mode juga." Kata Klarissa. Darren yang ingin sekali marah pada Klarissa namun di tahan oleh Annisa.
" Kalau kamu mau beli silahkan. Silahkan aja di lihat dulu." Kata Annisa yang kemudian menemani Klarissa melihat-lihat, sedangkan Darren tetap melanjutkan makan siangnya dengan mata yang terus mengawasi gerak gerik Klarissa.
" Aku mau yang ini." Kata Klarissa sambil menunjuk kearah setelan casual panjang.
" Oh kalau yang ini buat fashion show besok. Kalau kamu mau, besok setelah acara fashion show karena foto dari baju-baju ini udah aku kirim ke panitia.
" Oke, nggak apa kok." Kata Annisa dengan sabar meladeni Klarissa.
" Darren gue balik ya, bye. Muach." Kata Klarissa dengan berani mencuri ciuman di pipi Darren yang sedang asyik makan. Annisa yang melihat sikap Klarissa yang keterlaluan mencoba untuk sabar walaupun sebenarnya hatinya sakit. Dareen segera menghampiri Annisa dan meminta maaf.
" Sayang maaf, aku nggak tau." Kata Darren yang merasa bersalah. Annisa mengambil tisu lalu mengahapus bekas lipstik yang menempel di pipi kanan Darren. Setelah hilang, lalu Annisa mencium pipi suaminya itu dengan menekannya gemas.
" Udah aku ganti sama ciuman aku." Kata Annisa sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Sayang, kamu nggak marah?"
.
" Aku marah, aku cemburu dan aku sakit hati melihat itu tapi aku yakin kalau Allah akan selalu menjaga kamu untuk aku. Mungkin saat ini cinta dan kesetiaan kamu sedang di uji." Kata Annisa sambil memeluk suaminya dengan erat.
" Sayang kamu harus yakin, aku nggak akan goyah kok." Balas Darren sambil membalas pelukan erat istrinya.
" Sayang, aku kok masih laper ya."
" Lho tadi 1 box kamu udah habisin masak nambah lagi."
" Tapi aku pingin bakso urat sama rujaknya bang somad yang di depan kampus." Kata Annisa.
" Jauh amat sayang."
" Cepetan ya sayang, aku lagi pingin banget. Mmm atau kita kesana bareng-bareng, tiba-tiba aku pingin makan di tempat. Aku sudah lama nggak makan di pinggir. Ayo lah sayang." Bujuk Annisa sambil mencium bibir suaminya sekilas.
" Hmmmm kamu tau aja caranya bikin aku setuju. Ayo kalau gitu." Ucap Dareen dengan semangat.
__ADS_1