Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 83 ~ HARAPAN ~


__ADS_3

Rio dan Tori mendapat informasi dari anak buahnya lewat rekaman cctv. Rio dan Tori segera menemui Kevin yang sedang menjaga Annisa.


" Kevin, kita harus ke kantor pusat cctv lalu lintas, ada informasi," ajak Rio.


" Ok, ayo kesana. Annisa, kakak pergi dulu, ya. Ingat pesan Kakak, kamu harus kuat untuk bayi kamu," kata Kevin sambil mengusap kepala Annisa.


" Insya Allah, Annisa akan kuat," ucap Annisa dengan senyum getir yang tersungging di bibirnya.


Kevin pun segera pergi bersama Rio dan Tori. Annisa pun berusaha berdiri dan berjalan menyusuri koridor menuju ruang ICU untuk melihat keadaan Darren yang masih belum sadar. Dari balik kaca, suaminya yang biasa menyebalkan itu kini tak berdaya dan sedang berjalan.


" Darren, suamiku. Aku di sini, aku disni bersama kamu. Kamu harus kuat demi aku dan calon anak kita. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Ya Allah sembuhkanlah suamiku, bangunkanlah dia dari komanya, aku mohon Ya Allah. Hanya kepadaMu hanya memohon dan berserah diri," kata Annisa dalam hati yang menitikan air mata. Annisa terus menatap suaminya dari kejauhan sambil menempelkan telapak tangannya ke kaca, seolah dia bisa menyentuh dan membelai suaminya. Annisa sangat merindukan kebersamaannya dengan suaminya itu. Air mata Annisa tiada henti mengalir, dadanya begitu sesak dan sakit. Tiba-tiba Annisa melihat Darren menggerakkan jari tangannya. Annisa segera berteriak memanggil dokter.


" Dokter, dokter, dokter, " teriak Annisa sekeras mungkin hingga membuat dokter dan suster datang.


" Dokter cepat lihat, tangan suami saya bergerak," kata Annisa dengan panik dengan tangan yang masih terinfus.

__ADS_1


" Tenang ya, kami akan segera memeriksa," kata Dokter yang segera masuk keruang ICU. Tak berapa lama, dokter pun keluar.


" Bagaimana dokter suami saya?"


" Kondisi Pak Darren ada sedikit kemajuan, beliau sudah keluar dari masa kritisnya namun kesadarannya masih sama Bu Annisa. Terus berdoa ya, Bu."


" Apa sudah boleh di jenguk, dok?"


" Boleh, Bu Annisa tapi cukup dua orang saja ya. Untuk anda sebaiknya menunggu lepas infus dulu ya. Berdoa ya, Bu. Semoga mukjizat itu segera datang." kata Dokter.


Satu minggu sudah Darren terbaring koma di rumah sakit. Informasi yang di dapat tentang tabrak lari pun menemui jalan buntu, memang ada unsur berencana, karena dari rekaman cctv yang di lihat Kevin, mobil itu awalnya berhenti dan pengendara mobil itu tidak kelihatan karena kaca mobil yang gelap di tambah dengan pengemudi itu memakai masker hitam, kaca mata hitam dan bertopi. Namum saat Annisa berusaha melintas, mobil itu mulai melaju dengan kecepatan tinggi. Bahkan setelah nomor plat mobil di lacak, mobil tersebut mengalami kecelakaan dan masuk jurang bersama pengemudinya. Mobil pengemudi tersebut sama dengan mobil yang mengalami kecelakaan dan masuk jurang, yang telah di lihat oleh Tori dan Rio saat mereka berjalan menuju rumah sakit . Itulah informasi yang di dapat oleh Kevin, yang dia ceritakan kepada seluruh keluarganya saat ini.


" Kak, Annisa minta tolong lebih baik kita hentikan dulu penyidikannya. Annisa ingin kita semua fokus dengan kesehatan Darren. Annisa yakin pasti akan menemui titik terang, Allah pasti membantu kita."


" Iya, nak. Papa sependapat dengan kamu. Kita lebih baik fokus dengan keadaan Darren dan juga kesehatan kamu. Kamu jangan terlalu banyak pikiran dan stres, kasihan bayi dalam kandungan kamu, nak," jelas Pak Surya.

__ADS_1


" Maaf ya, Pa. Annisa cuma ingin fokus dulu, bukan berarti Annisa tidak peduli.Bagi Annisa, Darren pulih kembali adalah hal terpenting. Setelah Darren pulih, kita bisa mulai mengusut ini hingga ke akarnya," jelas Annisa.


" Iya, nak. Papa paham kok maksut kamu, imbuh Pak Surya.


Akhirnya mereka semua memutuskan untuk menghentikan kasus sementara dan lebih fokus dengan keadaan Darren. Annisa selalu setia mendampingi dan membacakan Surat Yasin untuk suaminya. Annisa selalu berusaha tabah dan tegar melewati cobaan itu. Tak pernah terlewatkan air mata di hari-hari Annisa. Matanya selalu basah dan sembab. Pak Amir, Bu Ratih, Pak Hans, Bu Marta, Pak Surya, Bu Mita, Dela, Reva, Rio, Tori dan Kevin mereka selalu silih berganti menjenguk Darren dan juga menemani Annisa di rumah sakit. Waktu terus berlalu, namun belum ada perubahan dari Darren. Setiap kali bersama Darren, Annisa tak henti-hentinya bercerita tentang kesehariannya, kesehariannya tanpa di dampingi Darren yang selalu membuatnya menitikan air mata. Annisa begitu rindu, rindu dengan suaminya. Rindu di peluk suaminya, rindu di sentuh suaminya, rindu di cium suaminya dan rindu akan semua hal tentang suaminya.


*********


Tiga minggu sudah berlalu, saat ini Annisa berada di ruang ICU di temani oleh Kevin. Annisa meraih tangan suaminya dan menggenggamnya erat. Tangan itu terasa ringan seperti tak berotot.


" Sayang, kamu mau sampai kapan tidur?" aku kangen kamu. Bayi di perut aku pun sudah mulai merindukan papanya. Aku kangen kita makan bersama, pergi bersama, tertawa bersama, menangis bersama dan bahkan kita saling bertengkar. Dan aku rindu suara ngaji kamu dan terima kasih kamu sudah berhasil khatam Al Qur'an. Masya Allah, suamiku begitu hebat, begitu sholih. Darren si bad boys yang benar-benar bad kini berubah menjadi taubat boys," ucap Annisa dengan tersenyum getir yang di iringi oleh tetesan air matanya. Kevin yang berdiri di samping Annisa, memegang kuat bahu Annisa dengan mata berkaca-kaca. Annisa masih menggenggam kuat tangan Darren, tiba-tiba Annisa merasakan tangan Darren yang bergerak membalas genggaman tangannya.


" Kak, lihat ! tangan Darren bergerak dan membalas menggenggam tangan Annisa dengan kuat," kata Annisa dengan bahagia. Darren perlahan mulai membuka matanya. Kevin melihat mata Darren yang mulai terbuka.


eitssss penasaran kelanjutannya??? jangan lupa buat like, vote dan komen ya, terima kasih 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2