Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 46~ SAHABAT~


__ADS_3

Setelah mengirim pesan pada suaminya, Annisa pun keluar menyusul temannya. Namun Dela&Reva tidak ada. Annisa mendapati Kevin duduk di bangku taman Villa.


" Kak, kemana semuanya."


" Pada pergi jalan-jalan. Kamu mau jalan-jalan, ayo aku antar." Kata Kevin.


" Nggak usah, Kak. Nggak enak kalau cuma berdua. Kak Rachel mana?"


" Biasa, masih ngambek dia. Maafin Rachel ya, dia emang gitu orangnya. Aku berharap kamu bisa berteman sama dia dan bisa bimbing dia. Sejujurnya aku ingin menikahi dia, tapi dia tidak mau. Yah, dia nggak mau terikat. Masih pingin bebas, ingin seperti gini aja tanpa ikatan. Sulit sekali menjelaskan pada Rachel yang keras kepala. Dan dia begitu agresif, aku takut lepas kendali." Kevin pun mencoba menceritakan apa yang dia rasakan.


" Ya sebenarnya Kakak dulu yang harus berubah, aku yakin Kak Rachel perlahan akan menerimanya. Kakak perbaiki diri Kakak dulu,nanti semuanya pasti akan sesuai dengan harapan Kakak."


" Sejak kenal kamu, sejak Darren menikah sama kamu, dia begitu banyak berubah, dan perlahan hal itu membuatku berfikir, usia aku jelas akan semakin tua tapi apa iya aku akan seperti ini terus. Aku sejujurnya tertarik sama kamu, kamu itu beda, beda dari yang lain. Bahkan Rio dan Tori juga sama kayak aku. Kehadiran kamu bisa mengetuk hati kita bertiga yang penuh dosa." Pengakuan Kevin membuat Annisa terkejut namun Annisa memilih untuk menanggapinya dengan santai.


" Kak, semua orang pasti punya dosa. Aku pun juga Kak. Aku nggak pernah menganggap diri aku ini suci tanpa dosa. Aku saja setiap hari selalu belajar dan belajar memperbaiki diri."


" Di usia kamu yang muda, pemikiran kamu begitu dewasa. Jujur aku malu,setiap kali kepergok kamu lagi mesra2an sama Rachel, dulu sih cuek2 aja tapi sejak ada kamu, entahlah aku jadi malu." Kata Kevin. Annisa pun hanya tersenyum. Ternyata Rachel memperhatikan Kevin dan Annisa yang terlihat asyik mengobrol.


" Sialan tu cewek, udah punya Darren masih aja deketin cowok lain. Gue itu nggak pernah percaya sama cewek kayak Annisa,mereka itu munafik. Awas aja, Lo." Gumam Rachel dengan kesal.

__ADS_1


Dari jauh terlihat, Rio, Tori, Dela dan Reva yang berjalan bersamaan. Dela dan Reva melambaikan tangan ke arah Annisa yang masih duduk di bangku taman Villa.


" Kak Tori, Kak Rio, darimana? Kok ngajak temen2 aku, tolong ya jangan di godain, kalau serius langsung nikahin, mereka cewek baik2." Tegur Annisa dengan senyumnya.


" Ya nggak lah, kita jalan juga gak sentuhan kok. Kamu ini prasangka buruk aja." Elak Rio.


" Tenang aja. Kita juga tau kok." Tambah Tori.


" Hehehe... Annisa becanda kok, Kak. Justru Annisa takut kalau mereka baper sama Kak Rio dan Kak Tori."


" Kita bapernya di hati aja." Jawab Dela malu2.


" Ya nggak, Lah. Gila aja lo. Tadi Annisa nyariin Dela sama Reva tapi kan kalian jalan-jalan, jadi ya kita duduk sama ngobrol-ngobrol aja, lagian juga nggak deket banget kok." Kata Kevin.


" Jangan suudzon dulu Kak." Tambah Annisa.


" Oh ya, tadi Darren telpon gue. Gue baru aja ngecek." Tambah Rio.


" Sama, gue juga." Kata Tori.

__ADS_1


" Gue juga sih tapi pas gue telpon balik nggak bisa." Imbuh Kevin.


"Sama, Kak. Tapi Annisa udah kirim pesan sama Darren nanti kalau udah nggak sibuk juga telepon." Kata Annisa.


Tak lama kemudian, Rio menerima Vidio call dari Darren.


" Tuh kan,Darren. Pasti dia mau maki2 gue." Kata Rio tertawa.


" Heh,mana istri gue. Awas ya, lo macem-macem sama istri gue. Gue bunuh lo." Teriak Darren dari seberang sana. Rio pun tertawa mendengar sahabatnya itu marah-marah.


" Ini nih, istri lo sama kita. Tuh ada Reva sama Dela." Kata Rio sambil mengarahkan cameranya pada Annisa dan yang lainnya.


" Kamu kok nggak telpon aku dulu, malah Kak Rio." Protes Annisa.


" Handphone kamu dimana syang? Nggak kamu bawa kan?? Jadi aku telpon si resek ini aja. Dia yang paling bahaya tau nggak."


" Oh iya,maaf. Handphone aku di kamar tadi."


" Ah udah2, apaan nih gue malah jadi obat nyamuk vidio call kalian. Tuh istri lo baik2 aja, aman sama kita dan Annisa suami kamu baik2 aja, dia masih utuh semuanya. Udah ya, jangan ganggu kita."

__ADS_1


" Eh tunggu bentar, gue kan belum selesai ngom...." Belum selesai bicara, Rio sudah memutus vidio callnya. Rio pun tertawa puas membuat Darren kesal. Dan Annisa pun ikut tertawa melihat persahabatan Bad Boys.


__ADS_2