Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 52~ Ujian Cinta Lagi~


__ADS_3

Paginya di meja makan.


" Sayang, aku hari ini harus ke kantor. Ada kerjaan yang harus aku selesein. Aku antar kamu ke kampus dulu ya." Kata Darren


" Iya."


" Oh ya kemarin aku udah tunjukkin sketsa desain kamu ke temen-temen aku di Singapura dan mereka suka lho, rencananya mereka mau beli desain kamu. Tentunya aku bantu dan bakal kasih brand rancangan kamu jadi mereka bantu buat bajunya."


" Beneran sayang? Alhamdulillah."


" Dan aku bakal buatin kamu butik dalam waktu dekat ini, kamu bisa cari karyawan dulu yang bisa jahit tentunya, nggak perlu lulusan sarjana yang penting skill."


" Aku seneng banget. Untuk sementara, beberapa desain kamu udah mereka pilih buat fashion week minggu depan di Singapura dan kamu tahu mereka udah bayar. Dan ini kartu debit kamu sendiri atas nama kamu." Kata Darren sambil menyodorkan kartu debit pada Annisa.


" Alhamdulillah akhirnya aku bisa punya penghasilan sendiri. Terima kasih suamiku."


" Ini aku anggap sebagai promosi aja, mereka menghargai per sketsa kamu 10juta. Dan kedepannya kamu bisa buat sendiri. Kalau saat ini kamu buat sendiri, kamu pasti kuwalahan apalgi kamu masih kuliah. Jadi aku udah atur semuanya, supaya saat kamu hamil dan kita punya anak kamu tetap bisa mengontrol pekerjaan dari rumah. Terserah kamu aja mau jual sketsa aja atau mau bikin baju sekalian."


" Ya aku pingin buka lapangan pekerjaan aja sayang, ya aku anggap ini sebagai modal aku buat beli bahan." Kata Annisa dengan semangat.


" Iya terserah kamu aja, apa yang terbaik buat kamu aku pasti dukung."


" Makasih suamiku, aku nggak nyangka diam2 kamu kasih aku kejutan." Kata Annisa sambil memeluk suaminya dari belakang.


Di kampus ...


Annisa mendapat telpon dari Rachel. Sepulang kampus, Rachel ingin mengajak Annisa ke cafe sebentar dan Rachel akan menjemput Annisa. Dan Annisa pun menyetujuinya.


" Assalamualaikum... " Sapa Annisa pada Darren dalam sambungan telepon.


" Waalaikumsalam, ada apa sayang?" Jawab Darren.


" Nanti Rachel mau ngajak aku ke cafe."


" Tumben, jangan pikir kejadian di villa aku nggak tau ya." Kata Darren.

__ADS_1


" Iya, dia udah minta maaf. Jadi dia ngajak aku buat nebus rasa bersalahnya."


" Oh gitu... ya udah kamu hati2 ya, nanti aku pulang agak malam."


" Ya kamu hati2 ya, jangan lupa sholat ya jangan terlalu larut dalam duniawi. Assalamualaikum." Pesan Annisa.


" Iya istriku, waalaikumsalam." Telpon berakhir.


Rachel yang berada di rumahnya pun menelpon Adam untuk mengajaknya ke cafe.


" Assalamualaikum Adam."


" Waalaikumsalam. Iya Rachel ada apa.?"


" Oh ya aku mau ngajak kamu ke cafe nanti jam 2 an. Plisss jangan nolak ya, ini sebagai ucapan terima kasih."


" Iya, insya allah aku usahain ya."


" Oke sampai ketemu nanti, assalamualaikum."


" Its show time." Gumam Rachel dengan senyum liciknya.


Akhirnya waktu yang di nanti Rachel pun tiba, Rachel menjemput Annisa di kampus lalu mengajaknya ke cafe. Rachel sengaja memesan tempat dengan suasana romantis beserta lilin meskipun sedang siang hari.


" Kak Rachel? Suasananya romantis banget. Kayak kita lagi pacaran aja." Kata Annisa dengan polosnya tanpa mengetahui niat jahat Rachel.


" Nggak apa2 kan, kan aku ingin memulainya dengan hal baik. Oh ya sebenarnya aku barusan mengajak Adam, sekalian aku mau ngucapin makasih sama dia karena dia udah tolongin aku. Aku nggak enak kalau berduaan jadi aku ajak kamu sekalian. Kan Adam cowok baik jadi ya pasti dia malu kalau cuma berduaan. Nggak apa2 kan?" Kata Rachel sambil menggenggam tangan Annisa.


" Iya nggak apa-apa kok, Kak. Lagian sebelum kesini aku udah ngabarin Darren."


" Okey baguslah. Oh ya aku udah pesen makanan. Jadi kita tinggal tunggu aja. Sambil nunggu Adam." Kata Rachel dan tak lama kemudian Adam datang. Adam pun terkejut saat ada Annisa juga.


" Lho kok ada Annisa." Kata Adam heran.


" Iya sekalian karena aku tau kalau cuma berdua kamu pasti sungkan." Kata Rachel penuh arti. Tak lama kemudian pesanan makanan pun datang.

__ADS_1


" Nah, makananya udah datang. Kita makan aja dulu ya." Ajak Rachel. Tetapi Rachel hanya memesan salad buah saja, Rachel sengaja supaya Adam dan Annisa terkesan seperti jalan berdua. Saat mereka tengah makan, tiba2 Rachel mengeluh perut sakit.


" Aduh..." Keluh Rachel sambil memegangi perutnya.


" Kakak kenapa?" Tanya Annisa.


" Perut aku sakit, mungkin karena datang bulan. Sebentar ya aku mau ke mobil ambil obat. Tiap datang bulan selalu kayak gini menyiksa tiba-tiba." Ucap Rachel dengan akting sakitnya. Adam yang tak paham urusan cewek pun hanya bisa diam sambil menikmati makananya.


" Iya, Kak. Aku bantu ke mobil ambil obat ya."


" Nggak usah, kamu makan aja dulu habis itu aku balik lagi." Kata Rachel yang kemudian pergi. Suasana pun menjadi canggung dan hening.


" Annisa gimana hubungan kamu sama Darren?"


" Baik kok."


" Apa kamu bahagia?"


" Alhamdulillah kok aku bahagia ya meskipun jujur dulu sebenarnya aku belum bisa menerima keadaan ini. Aku juga mau minta maaf Kak. Kalau aku tidak bisa membalas perasaan Kakak."


" Sejujurnya sampai detik ini aku masih mencintai kamu, aku belum bisa nglupain kamu. Setiap kali aku lihat kamu sama Darren hati aku sakit. Setiap hari aku memikirkan kamu, apakah kamu bahagia dengan pernikahan ini?? Kamu menerima perjodohan ini dan mengabaikan perasaan kita Annisa?? Kamu tidak tahu betapa kecewa dan sakitnya hati ini Annisa?? Aku harus kalah bahkan sebelum berperang. Maaf jika aku harus mengungkapkan isi hatiku dengan cara seperti ini. Aku tidak tahu apa aku bisa melupakan kamu. Kamu adalah cinta pertama ku Annisa."


" Maaf Kak. Maaf, aku pun nggak bisa nolak. Meski awalnya aku ragu tapi aku mencoba menghadapi ini, berusaha menjadi istri sesuai dengan syariat agama kita, meskipun belum ada cinta tapi harus Kak. Karena itu kewajiban ku sebgai istri tapi perlahan aku melihat sisi lain dari Darren. Dia baik meskipun aku tau tabiat buruknya tapi dia mau berubah jadi lebih baik. Dan aku pun mulai mencintainya. Maaf Kak, tolong jangan bahas ini lagi, biarlah cinta pertama itu jadi kenangan kita. Aku pamit, assalamualaikum". Setelah bicara panjang lebar Annisa memilih pergi daripada harus masuk dalam suasana seperti itu. Adam pun hanya bisa diam menatap kepergian Annisa dengan mata berkaca-kaca. Dan ternyata Rachel sudah memvidio pembicaraaan dan kebersamaan Adam dan Annisa dengan memotong bagian tertentu tentang kejadian sebenarnya sehingga jika vidio itu di putar ulang akan menyajikan adegan pertemuan rahasia Annisa&Adam, dan certita Annisa yang tidak bahagia bersama Darren yang terpaksa mencintai Darren karena sebenarnya Annisa masih menganggap Adam cinta pertamanya.Brilian.


" Hahahahaha puas gue. Ide cemerlang. Tinggal krim ke Darren. Langsung. BOMM." Gumam Rachel. Setelah Annisa pergi, Rachel pun kembali lagi. Rachel melihat Adam yang terlihat frustasi.


" Lho Annisa mana, Dam?"


" Barusan pulang."


" Kenapa? Kok nggak bilang sih. Kan aku yang ngajak dia."


" Tadi katanya ada urusan penting jadi buru-buru. Aku pamit juga ya, aku juga ada urusan. Makasih untuk traktirannya ya. Permisi. Assalamualaikum." Pamit Adam pada Rachel.


" Iya sama, Dam. Hati2. Waalaikumsalam."

__ADS_1


" Akhirnya, gimana reaksi Darren kalau ini gue kirim. Bubar-bubar deh lo." Gumam Rachel diringi senyum liciknya.


__ADS_2