Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 25~ MEMUJI ~


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, Annisa segera membuka matanya yang terasa berat. Dia melirik ke arah sofa dan benar Darren tidur di sofa itu.


" Syukurlah tidak terjadi apa-apa. Ternyata dia semalam membopongku ke kasur ini. Hmmm Ya Allah aku tau, aku berdosa. Seharusnya aku melayani suamiku. Tapi aku benar-benar belum bisa dan siap. Apakah tidak berdosa jika aku melayani suamiku tanpa ada rasa cinta?? Hmmm mana bisa di lakukan tanpa cinta." Batin Annisa sambil menatap Darren dari jauh.


" Lebih baik aku mandi&sholat subuh dulu." Gumam Annisa. Annisa segera mandi,sholat subuh&segera pergi ke dapur untuk memasak namun sebelum itu Annisa mencoba membangunkan Darren yang masih tertidur.


" Darren... bangun. Cepetan sholat subuh." Kata Annisa sambil menepuk bahu Darren.


" Ngapain sih, masih pagi juga. Aku juga masih ngantuk. Aku biasanya jam 8 baru bangun. Biarin ayam berhenti berkokok baru aku yang bangun." Kata Darren dengan nada malas&masih dengan mata terpejam.


" Gimana coba aku bisa buka hati aku buat kamu, kamu aja males, nggak bisa jadi imam aku. Yang ada aku ikut2an masuk neraka." Kata Annisa dengan nada ketus. Mendengar kata Annisa, Darren segera bangun dengan semangat 45. Dia mengucek-ngucek matanya lalu pergi ke kamar mandi dengan loyo. Bangunnya semangat eh jalannya masih tetap loyo karena masih mengantuk.


" Sekalian mandi ya." Bujuk Annisa dengan manis.


" Iya..." jawab Darren dengan nada malas. Annisa masih menunggu Darren di kamar untuk memastikan bahwa Darren benar-benar melaksanakn kewajibannya untuk sholat. Darren keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono sambil menggosokan handuk di rambutnya yang basah. Sesekali Annisa yang sengaja sibuk bermain handphone melihat ke arah Darren dan Annisa merasa bahwa suaminya memang sangat tampan.

__ADS_1


" Lah, kamu masih di situ. Pasti mau nungguin aku ganti baju ya. Mau lihat tubuh aku yang seksi ini." Goda Darren.


" Ihhh, ogah. Aku cuma mau mastiin kalau kamu benar-benar sholat." Bantah Annisa dengan ketus.


" Tapi, aku belum lancar membaca bacaan sholat. Aku jarang melakukan sholat bahkan bisa di hitung dengan jari." Kata Darren.


" Apa? Yang benar saja kamu. Kamu muslim bukan sih?" Tanya Annisa dengan rasa yang jengkel.


" Ya Sorry, aku sebelumnya katolik. Aku muslim pun cuma di suruh sama orang tua aku." Kata Darren dengan polosnya. Annisa kaget dengar pengakuan Darren, meskipun sebenarnya Annisa sudah mendengar cerita dari Bu Mita namun Annisa pikir Darren akan menutupinya.


" Itu kamu pakai, baju koko, peci dan sarung yang udah aku siapin." Kata Annisa sambil menunjuk baju di atas kasur.


" Ya, aku tau suami idaman kamu kayak Adam si pangeran Arab kamu itu. Aku dulu kan udah ngasih kamu saran buat mundur dari perjodohan ini." Kata Darren.


" Udah nggak usah bahas yang lain, cepet itu pakai." Annisa pun mulai galak.

__ADS_1


" Kami balik badan dan jangan ngintip." Kata Darren.


" Iya, ngapain juga ngintipin kamu."


Darren segera memakai baju koko, peci&sarung.


" Udah belum?" Tanya Annisa.


" Iya sudah." Jawab Darren. Annisa pun berbalik dan sungguh takjub melihat Darren yang semakin tampan menggunakan baju muslim.


" Aduhhhh tampannya suami aku." Kata Annisa dengan nada gemas dan tanpa sadar. Kata2 itu keluar begitu saja dari bibir mungilnya.


" Apa kamu bilang barusan, coba ulangi?" Tanya Darren yang ingin mendengar kata-kata Annisa barusan. Seolah-olah Annisa baru sadar dengan apa yang di ucapkannya kemudian dia meralatnya.


" Nggak, nggak apa. Udah aku mau masak." Annisa pun segera keluar dari kamarnya sambil menepuk-nepuk bibirnya sendiri.

__ADS_1


" Bodoh....bodoh....bodoh..." Gumam Annisa. Melihat sikap Annisa, Darren pun tersenyum senang. Darren pun segera sholat dengan doa yang dia bisa.


__ADS_2