Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 43~ Tanpa Darren~


__ADS_3

Keesokan paginya, Dareen dan Annisa berpisah di appartemen. Tak lupa Darren mencium kening Annisa dan mereka berpelukan.


" Kamu hati2 ya ke puncaknya jangan lupa kabarin aku."


" Iya, kamu juga hati2, jangan lupa kasih sabar. Baru kali ini aku ngrasa sedih kamu tinggal biasanya flat." Gurau Annisa.


" Itu karena kamu udah cinta sama aku, ya nggak sih?"


" Ya aku berusaha nepati janji aku, kalau kamu berubah, otomatis hatiku akan terbuka buat kamu. Maafin aku ya kalau aku belum bisa jadi istri yang sempurna buat kamu."


" Justru aku yang minta maaf karena aku banyak kurangnya dan belum bisa jadi imam yang baik buat kamu. Akulah yang beruntung dapetin kamu." Kata Darren sambil mengusap lembut kepala istrinya.


" Ya udah kamu cepetan berangkat dan hati2 ya..." Kata Annisa sambil mencium tangan suaminya lalu memeluknya.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Jam 10 pagi, Annisa segera berangkat bersama Dela&Reva, dengan menggunakan sopir+merangkap bodyguard. Darren sengaja menyuruh anak buahnya untuk menjaga Annisa selama perjalanan. Bahkan mobil sudah di lengkapi dengan cctv supaya Darren bisa memantau Annisa dari jauh, begitu juga dg handphone Annisa beserta sopirnya yang terkoneksi dengan handphone Darren tanpa sepengetahuan Annisa tentunya. Darren melakukan itu supya tetap bisa menjaga Annisa bahkan saat mereka sedang tidak bersama.


" Darren nggak jdi ikut, An?"


" Nggak, Del. Tadinya mau aku cancel tapi aku udah janji sama kalian tapi untunglah Darren ngasih ijin buat pergi."


" Oh.... sweet banget sih Annisa." Rengek manja Reva pada Annisa.


" Oh ya,nanti 3 oppa itu ikut kan?" Tanya Reva.


" iya lah ikut. Awas ya kalian jangan genit2 kita sebagai cewek harus bisa jaga diri untuk suami kita nanti, nggak boleh macem2 sebelum nikah."


" Siap ustadzah." Kata Dela dan Reva kompak.


Sesampainya di villa Rio...Disana ada Kevin, Rio, Tori, Rachel, Dela&Reva tentunya Annisa juga.


" Hai Annisa, Darren nggak ikut?" Tanya Rio.


" Darren belum ngasih kabar ya sama kalian."

__ADS_1


" Belum tuh." Kata Rio.


" Dia ke Singapura, maaf ya dia nggak bisa ikut. Jadi aku wakilin dia disini dan aku ngajak temen aku Dela&Reva."


" Wah, si Darren udah lupa sama kita mentang2 dah pinya istri nggak ngabarin kita." Sahut Tori.


" Maaf ya perginya mendadak karena ada rapat pemegang saham." Tambah Annisa.


" Ya, kita ngerti kok." Tambah Kevin yang sedari tadi sudah ada Rachel yang bergelayut manja.


" Oh ya, Annisa kamu sama temen2 kamu tidur di lantai atas ya dan juga Rachel." Kata Rio.


" Nggak ah, aku mau sama Kevin aja." Ketus Rachel.


" Oppa Kevin udah nikah juga." Celetuk Reva membuat mereka semua terdiam malu.


" Kita belum nikah, Kok. Rachel tolong ya budaya barat kami jangan kamu pakai disini. Aku malu sama mereka ber3, lihat mereka menutup rapat auratnya tapi kamu, kamu harus belajar sama mereka." Kata Kevin dengan tegas pada Rachel.


" Tuh kan kamu sekrang nggak asyik, gara2 cewek muna kayak mereka." Ketus Rachel. Reva dan Dela hendak emosi namun, Annisa memberi kode untuk tidak menyanggah ucapan Rachel.


" Udah Kak, nggak apa2 kok. Kita ke kamar dulu ya rapi2."


" Idih siapa juga yang mau sama nenek lampir." Gumam Dela pada Reva dan Annisa.



Malam hari di balkon Villa, Annisa menatap gelapnya langit malam sembari membawa Al Quran yang telah di bacanya. Annisa menanti kabar dari suaminya yang belum juga menghubunginya dan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ada rasa gundah dan gelisah. Baru kali ini dia merasakan bahwa kehadiran Darren sangat berarti baginya. Dia kini menyadari bahwa dia sudah mencintai suaminya itu. Sedangkan Reva dan Dela sudah tertidur pulas. Annisa pun memutuskan turun dari kamarnya dan menuju dapur untuk membuat teh hangat. Di ruang tengah Annisa melihat Rio dan Tori asyik bermain playstation.


" Kak Rio sama Kak Tori, mau Annisa bikinin teh hangat."


" Boleh deh Annisa, soalnya lagi dingin gini enaknya yang anget-anget."


" Ok, Kak." Annisa segera menuju ke dapur membuatkan teh untuk Rio dan Tori namun Annisa juga membuatkan untuk Kevin. Ya biar adil saja pikir Annisa.


" Nih, Kak sudah jadi." Kata Annisa sambil menyodorkan teh yang di taruhnya di nampan.


" Makasih ya Annisa." Sahut Tori yang masih fokus dengan stick PSnya. Melihat wajah Annisa yang gelisah, Tori menyenggol bahu Rio pertanda kode bahwa bidadari surga sedang gelisah.

__ADS_1


" Kamu kenpa?" Tanya Rio.


" Darren, Kak. Jam segini belum ada kabar, aku khwatir, aku udah coba hubungi dia tapi nggak bisa."


" Udah kamu tenang aja, mungkin Darren terlalu sibuk. Kamu tenang aja Darren itu cowok baik2 sebenarnya masih brengsekan kita kok." Hibur Rio.


" Iya, Annisa kamu tenang aja. Kalau sampai dia ngapa2in kamu, kamu bilang sama kita aja." Tambah Tori.


" Iya makasih ya, Kak. Oh ya anak penjual jagung itu gimana, kita kan udah janji."


" Oh kamu nggak usah khawtir, aku udah nyuruh anak buah aku buat beli kok." Kata Rio.


" Syukurlah, Kak kalau gitu. Oh ya tumben Kakak nggak bawa cewek2." Sindir Annisa.


" Kita malu sama kamu." Jawab Rio dengan jujur.


" Iya, sejak pertama kali kita sholat di masjid kemarin, hati aku lebih tenang nggak kayak biasanya sahut Tori."


" Alhamdulillah, Annisa seneng dengernya. Oh ya Kak Kevin kemana?"


" Tadi sih di teras depan."


" Aku antar tehnya dulu ya keburu dingin."


" Ok."


Annisa pun menghampiri Kevin namun lagi-lagi Annisa harus melihat pemandangan yang merusak pandangannya. Siapa lagi kalau bukan Kevin dan Rachel yanh sedang bercumbu mesra. Namun kali ini beda, Rachel yang sangat agresif namun Kevin mencoba menolaknya dengan sikap seidkit kasar. Tapi tetep namanya kucing di kasih ikan siapa juga yang nolak.


" Assalamualaikum, permisi." Sapa Annisa. Mereka pun kaget kedatangan Annisa.


" Eh Annisa." Kata Kevin salah tingkah.


" Maaf Kak cuma mau ngasih teh hangat ini. Maaf lagi-lagi ganggu." Kata Annisa. Rachel pun marah dengan kedtangan Annisa.


" Ngapain sih kesini ganggu aja, teh apa? Lo mau pengaruhin cowok gue. Atau mau gebet dia sekalian." Kata Rachel dengan kasar lalu mengambil teh yang Annisa buat dan menyiramkan ke bajunya.


" Au....." Annisa mengaduh karena tehnya masih cukup panas. Melihat sikap Rachel yang keterlaluan membuat Kevin geram dan ingin menampar Rachel namun Annisa menghentikannya.

__ADS_1


" Jangan, Kak. Jangan kasar sama perempuan. aku nggak apa2 kok. Biar aku ganti baju dulu."


__ADS_2