Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 50~Musuh dalam selimut~


__ADS_3

Rachel pun berusaha mendekati Adam dan berpura-pura menjadi teman. Rachel yang pura-pura tersandung saat berusaha mengikuti Adam, membuat Adam menoleh.


" Aaww... sakit kaki ku." Keluh Annisa dengan nada tinggi supaya Adam mendengarnya. Adam pun berbalik dan menolong Rachel.


" Eh kamu nggak apa-apa."


" Kaki aku sakit, tadi kesandung." Kata Rachel sambil memegang kakinya.


" Sebentar ya, maaf banget aku sentuh kaki kamu." Kata Adam sambil berusaha memijit kaki Rachel dengan pelan. Rachel pun pura-pura merintih sakit.


" Gimana? Udah enakan?" Tanya Adam.


" Udah, lumayan. Makasih ya. Oh ya, aku Rachel." Kata Rachel mengulurkan tangan.


" Aku Adam." Adam membalas uluran tangan Rachel dengan menangkupkan kedua tangannya(namaste).


" Oke. Oh ya boleh minta nomer handphone kamu. Siapa tau kalau nanti ada waktu aku traktir kamu makan sebagai ucapan terima kasih, please jangan nolak." Tambah Rachel menurunkan tangannya.


" Oke." Jawab Adam. Rachel memberikan handphone pada Adam dan Adam pun memasukkan nomor handphonenya di kontak handphone. Rachel.


" Udah, ya. Aku pergi dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Adam.


" Waalaikumsalam." Jawab Rachel dengan senyum liciknya.


"Sekarang giliran target utama." Gumam Rachel.


Rachel pun mendapat kabar dari Kevin kalau dia akan pergi ke panti asuhan. Rachel pun mendapat ide untuk mengajak Adam, supaya Adam dekat dengan Annisa, supaya Darren dan Annisa bertengkar.


Sesampainya di Panti Asuhan, mereka segera mengajak 7 anak teman Raja menemui Pak Usman. Mereka pun berkumpul di ruang tengah, namun Annisa kaget ternyata Adam sudah ada disana dan Rachel lah yang mengatakan hal ini pada Adam, Rachel telah meracuni pikiran Adam bahwa sebenarnya Annisa tidak bahagia menikah dengan Dareen dan Darren selalu bersikap kasar pada Annisa tetapi di depan banyak orang Darren berpura-pura bersikap baik pada semua orang karena Adam sebenarnya belum bisa melupakan Annisa jadi Adam mulai terpengaruh oleh setiap kata-kata Rachel.


" Assalamualaikum..." Sapa Annisa.


" Waalaikumsalam..." Jawab Pak Usman, Bu Ranti dan Adam bersamaan.


" Eh, nak Annisa. Mari masuk, nak. Wah kebetulan sekali ada nak Adam disini." Kata Pak Usman.

__ADS_1


" Ayo sayang, kalian salim sama Pak Usman dan Ibu Ranti. Nanti kalian akan tinggal disini ya, kalian bisa belajar, bisa mengaji dan nggak perlu ngamen lagi." Kata Annisa di iringi pelukan anak-anak itu. Mereka adalah Bela, Seruni, Marta,Fadil, Dafa, Gilang & Guntur.


" Oh ya, Bu. Annisa juga bawa teman baru yang siap jadi donatur, ini Kak Rio, Kak Tori, Kak Kevin dan Kak Darren, ini ada Kak Rachel juga." Mereka pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri.


" Alhamdulillah Ya Allah... Jadi mereka di suruh mengamen?" Kata Bu Ranti yang kaget dan merasa kasihan pada anak-anak itu.


" Iya buk mereka di paksa mengamen sama preman2 buk dan sekarang preman-preman itu sudah di tangkap oleh Polisi dan ini berka bantuan Kak Rio, Tori&Kevin."


" Alhamdulillah ibu ikut senang. Terkadang ibu heran, mereka yang tidak punya ingin sekali mempunyai anak tetapi mereka yang punya anak malah di sia-siakan." Kata Pak Usman dengan heran. Mood Darren semakin memburuk, ketika Adam sesekali curi pandang pada Annisa.


" Oh ya, nak Adam-Annisa gimana perkembangan hubungan kalian, dulu kan Adam cerita sama Ibu katanya ingin mengajak Annisa taaruf." Tanya Bu Ranti otomatis suasana jadi hening karena Bu Ranti pun tidak tahu jika Annisa sudah menikah. Trio Bad Boys pun saling pandang, Dela dan Reva saling senggol, Adam hanya diam, Darren semakin memanas&Annisa merasa takut jika Darren terbawa emosi tapi Rachel tertawa dalam hatinya.


" Oh ya, Bu sebenarnya Annisa sudah menikah." Kata Annisa.


" Oh ya, wah ternyata nak Adam gerak cepat ya. Ibu sama Bapak ikut senang tapi kenapa kok gk undang2 kami?" Tambah Pak Usman yang semakin salah paham, semua hanya terdiam dan hati Darren terasa panas.


" Kalau nikah, kenapa datangnya sendiri-sendiri terus kok kamu duduknya nggak deket sama nak Adam, malah deket sama mas yang itu. Lagi berantem ya kalian." Goda Bu Ranti.


Annisa pun menggenggam menunjukkan jari manis Adam pada Bu Ranti dan Pak Usman begitu juga dengan Annisa.


" Astagfirullah, maaf nak. Ibu sama Bpak nggak tau. Kami pikir Annisa sama nak Adam." Kata Pak Usman penuh dengan penyesala.


" Tidak apa2 kok Pak-Bu. Maaf kami tidak undang2, kami menikah pun tidak ada rencana, kita kenal pun tidak ada hitungan hari, pernikahan kita pun serba mendadak bahkan kami awalnya di jodohkan. Awalnya bahkan kita tidak saling cinta bahkan saling benci tapi sekarang saya sangat mencintai Annisa sepenuh hati saya bahkan saya beruntung karena telah menjodohkan kami. Ya Adam mungkin sebenarnya lebih pantas mendampingi Annisa karena saya belum bisa menjadi imam yang baik untuk Annisa, bahkan saya tidak masuk kriteria imam Annisa tapi Annisa mengubah hidup saya, mengajarkan sesuatu yang belum saya dapatkan, membawa saya ke arah yang lebih baik. Saya sangat bersyukur memilikinya. Dan Insya Allah nanti kami akan mengadakan resepsi, jadi kami pasti akan mengundang Bapak&Ibu." Jelas Darren dengan penuh kemantapan hatinya sambil memegang tangan Annisa penuh cinta bahkan sesekali melirik&tersenyum kecil pada Annisa. Meskipun hati Darren sebenarnya sudah terbakar cemburu karena kesalah pahaman itu.


" Alhamdulillah ya, nak. Jodoh itu memang tidak bisa di tebak. Semoga kalian selalu sakinah, mawadah, warohmah. Sekali lagi maafkan kami yang tidak tahu. Maafkan kami juga nak Adam." Timpal Bu Ranti.


" Iya buk nggak apa2 kok. Annisa memang belum jodoh saya, mungkin nanti Allah akan memberi jodoh yang lain untuk saya." Timpal Adam.


" Lagian Adam, ngapain sih di sini,ngrusak suasana." Batin Darren.


" Syukurlah dia sudah bisa menahan emosinya." Batin Annisa.


" Ya sudah kalau gitu kita makan dulu, anak-anak kita makan dulu ya, setelah itu kalian bisa kekamar kalian masing-masing."


" Oh ya , Pak-Bu. Ini ada sedikit dari saya buat bantu anak-anak disini." Kata Adam sambil menyodorkan amplom berisi uang.

__ADS_1


" Subhanallah, alhamdulillah. Makasih nak Adam." Ucap Pak Usman.


" Sama2 buk. Semoga amanah ya,buk."


" Amin, pasti, nak." Tambah Pak Usman.


" Oh ya, apa Bapak ada no rekening?" Tanya Darren tiba-tiba. Mereka pun heran dengan situasi itu serba tegang tidak ada yang berbicara.


" Iya, ada nak."


" Tolong bisa Bapak sebutkan, saya juga ada sedikit donasi untuk anak yatim disini. Bisa saya transfer langsung saja nak."


" Oh ya,nak alhamdulillah. Berkah anak2 tadi." Ucap Bu Ranti.


" Nomornya 8007890xxxxx." Kata Pak Usman.


" Iya, Pak. Sebentar pak, ya." Darren pun mengirim 100 juta ke rekening Pak Usman.


" Tolong di cek ya pak."


Pak Usman pun mengeceknya lewat handohone dan kaget saat melihat nominal 100juta.


" Ya Allah, nak. Ini beneran 100juta? Masya Allah nak Darren, kamu baik sekali, nak Adam juga. Terima kasih banyak." Ucap Pak Usman penuh syukur.


" Sama-sama, Pak. Ini bisa membantu biaya pendidikan anak2 panti. Insya Allah saya siap menjadi donatur disini." Timpal Darren. Sebenarnya hati Darren hanya tidak ingin merasa bersaing dengan Adam, dia juga bisa melakukan apa yang Adam lakukan. Annisa merasa tidak nyaman dengan sikap Darren karena Annisa merasa Darren tidak tulus.


" Persaingan sengit." Bisik Rio pada Tori.


" Wah oppa Darren keren banget, 100juta, the real sultan." Bisik Reva pada Dela.


" Dasar si Darren." Batin Kevin.


" Hmmm permulaan yang bagus. Hahahaha." Batin Rachel.


" Apa benar Annisa tidak bahagia tapi sepertinya Darren baik." Batin Adam yang tidak percaya pada kata2 Rachel.

__ADS_1


__ADS_2