
Setelah kuliah selesai, Annisa menunggu Darren di tempat tadi, tempat Darren menurunkannya. Namun Adam datang sebelum Darren tiba.
" Annisa, mau pulang." Tanya Adam
" Iya, Kak. Lagi nunggu angkot." Kata Annisa tapi bohong.
" Ya udah bareng aja, ya." Kata Adam.
" Aduh, gimana ya. Darren juga lama. Nanti kalau barengan gini bisa gawat." Batin Annisa.
" Mmm iya." Jawab Annisa ragu.
" Oh, ya Annisa. Isi tausyiah Ustadz Alkatiri tadi bagus banget ya. Dapat pencerahan tentang jodoh. Kamu gimana?"
" Iya sama juga kok, Kak."
" Aku malah jadi kepikiran pingin cepat-cepat lamar kamu, Annisa." Kata Adam dengan jujur. Annisa begitu kaget dengan kata-kata Adam.
" Mmmmmm....." Annisa bingung menjawabnya, dia ingat perjanjiannya dengan Darren. Tak lama kemudian Darren datang dengan mobilnya.
" Hey, Annisa. Siang-siang pacaran aja, Lo." Kata Darren dengan ketus.
" Tolong ya jaga bicara kamu." Kata Adam.
" Annisa cepetan masuk mobil, gue ada perlu sama lo, jangan dekat2 sama cowok, lo tu wanita muslimah jangan gampangan." Tambah Adam dengan nada tinggi. Adam sangat geram dengan kata2 Darren.
__ADS_1
" Eh jangan berfikir gitu ya tentang Annisa. Annisa itu cewek baik-baik, jadi jaga kata2 kamu." Kata Adam mencoba memperingatkan Darren.
" Udah Kak. Nggak usah di ladenin tapi maaf ya, tapi aku harus ikut Darren karena kita memang ada keperluan." Kata Annisa.
" Iya, Annisa. Kamu hati-hati ya kalau ada apa2 segera hubungi aku ya dan tolong ya jaga sikap kamu Annisa."
" Ah cowok bawel. Gue tu nggak suka sama Annisa, dia buka tipe gue. Mana mungkin gue suka cewek kayak dia." Tambah Darren.
" Darren bener-bener keterlaluan." Batin Annisa. Dia sangat ingin membungkam mulut Darren.
" Lo kan cowok, belajarlah menghargai cewek." Kata Adam dengan tegas.
" Aku pamit, ya. Assalamualaikum." Tambah Adam yang langsung naik angkot.
" Waalaikumsalam, Kak. Hati-hati." Balas Annisa. Darren pun sangat jengkel melihat kejadian di depan matanya. Melihat ada laki-laki lain yang begitu membela istrinya. Tidak di pungkiri Darren sudah mulai menyimpan rasa pada Annisa. Annisa segera masuk ke dalam mobil. Selama dalam perjalanan, Annisa hanya diam karena dia sangat marah pada Darren.
" Dan dia itu kecintaan banget sama kamu. Segitunya ya dia membela kamu di depan suami kamu. Emang tadi dia ngomong apa,sampai bikin kamu nggak bisa ngomong."
" Dia nggak sabar pingin nglamar aku." Kata Annisa ketus.
" Terus kamu jawab apa, kamu jawab iya? Kamu mau selingkuh dari aku." Oceh Darren.
" Kan katanya Kamu malu kan punya istri kayak aku, ngapain kamu pingin tau."
" Sialan tu cowok." Batin Darren.
__ADS_1
" Kan aku nglakuin itu buat kamu, aku nggak mau ngakuin kita nikah karena kamu masih belum siap dengan ini semua. Kecuali kalau kita sama-sama cinta. Kamu aja nggak ada rasa sama aku,gimana aku mau ngomong lalu gimana respon merka semua kalau tau kita nikah. Heboh pasti." Tambah Darren.
" Terserah kamu lah."
" Kenapa Annisa, kita nggak sama-sama membuka hati kita. Kita belajar menerima&saling mencintai. Aku mau membuka hati ku untuk kamu. Apa iya kita bakal gini terus, sampai kapan? Atau kamu mau kita cerai? Kamu mau jadi janda muda? Kalau aku nggak maslah jadi duda, aku kan duda keren." Kata Darren dengan ocehannya dan membuat Annisa berfikir.
" Kenapa aku baru berfikir, aku juga nggak mau menjadi janda di usia muda, aku tau Darren bisa mendapatkan lebih segalanya dari aku tapi masa iya aku harus menyerah dengan pernikahan ini, aku sudah mengorbankan perasaanku&aku harus berakhir jadi janda, Allah pun juga membenci perceraian." Batin Annisa sambil melihat ke arah Darren.
" Secara fisik dia sempurna, hanya saja untuk menjadi imam dia harus banyak belajar, lihat aja dandannya, pake kalung, anting, hmmm persis kayak cewek, akupun merasa gagal jadi cewek. Bener kata Dela&Reva, dia kayak oppa Korea yang gantengnya kebangetan kalau kata mereka. Kenapa malah aku yang sebel sama dia sedangkan cewek-cewek mengidolakannya." Batin Annisa.
" Jangan lama-lama kalau lihat, nanti kamu jatuh cinta." Goda Darren yang sebenarnya sudah merasa di perhatikan oleh Annisa.
" Nggak usah ke pedean."
" Kita makan dulu ya." Ajak Darren.
" Iya terserah." Sebelum kerumah orang tua Annisa, Darren mengajak Annisa makan siang dan tidak lupa Darren membungkuskan makanan untuk orang tua Annisa. Darren mengajak Annisa makan di restoran yang menurutu Annisa itu terlalu mewah dan membuang2 uang. Saat Annisa ikut Darren ke kasir, Annisa sungguh kaget dengan nominalnya 750.000, pemborosan. Itulah yang ada di pikiran Annisa. Mereka segera pergi ke rumah orang tua Annisa. Kemudian Darren pun langsung pamit dan meninggalkan Annisa.
" Nanti jam 8 malam aku jemput ya, aku mau kerumah sakit jenguk papa. Aku pergi dulu. Ayah, Ibu Darren pamit ya. Assalamualaikum." Darren mencium tangan mertuanya.
" Annisa, kamu nggak cium tangan suami kamu." Bisik Bu Ratih pada Annisa.
" I...iya bu." Jawab Annisa ragu2.
" Darren..." Panggil Annisa. Darren pun menoleh lalu secepat kilat Annisa memegang tangan Darren lalu mencium tangan suaminya. Darren pun kaget dengan sikap Annisa.
__ADS_1
" Hati- hati ya." Tambah Annisa. Darren pun segera pergi.
" Pertama kalinya cewek cium tangan gue." Batin Darren.