Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 95 ~ Kejahatan Terkuak ~


__ADS_3

Keesokan paginya, tiba-tiba Klarissa datang dan langsung masuk begitu saja ke kamar Darren. Klarissa terkejut melihat Darren dan Annisa tidur dalam satu ranjang. Klarissa benar-benar geram dengan apa yang dia lihat.


" Darren." Teriak Klarissa yang membangunkan Annisa dan Darren. Darren mengucek matanya dan terkejut dengan kedatangan Klarissa, begitu juga dengan Annisa.


" Apa Klarissa? pagi-pagi udah kesini." Kata Darren dengan nada malas.


" Kamu ngapain tidur satu ranjang sama dia?"


" Dia kan istri aku."


" Emang kamu udah ingat semuanya?" tanya Klarissa dengan panik.


" Ingat apa sih maksud kamu. Udah ah aku mau mandi, Annisa kamu siapin sarapan ya buat aku sama Klarissa juga." Pinta Darren.


" Iya." Singkat Annisa.


" Syukurlah, kalau Darren masih belum ingat." Kata Klarissa dalam hati.


" Ternyata, aku hanya sebagai teman tidurnya. Kenapa masih belum ingat Darren. Aku istri kamu." Ucap Annisa dengan sedih. Dengan langkah gontai, Annisa segera turun dan menuju dapur. Menyiapkan nasi goreng untuk sarapan pagi ini. Setelah selesai, Annisa segera menyiapkannya di meja makan untuk tiga piring, kenapa harus tiga? Seperti biasa, Darren masih bersikap manis pada Klarissa.

__ADS_1


" Aku merasa di madu kalau seperti ini. Darren pun sibuk dengan Klarissa." Batin Annisa dengan perih.


" Aku harus kuat demi dia." Batin Annisa sambil mengelus perutnya. Darren seperti tidak menganggapnya. Tiba-tiba Kevin, Tori dan Rio datang tanpa mengetuk pintu dengan beberapa Polisi. Darren, Annisa dan Klarissa pun terkejut.


" Ada apa, Vin?" tanya Darren kaget.


" Dia, Pak. Klarissa Asmara Bramantya." Kata Kevin sambil menunjuk ke arah Klarissa. Polisi pun segera mendekat dan memborgol Klarissa.


" Apa-apaan ini." Protes Klarissa.


" Anda menjadi tersangka kasus percobaan pembunuhan, lebih baik anda jelaskan di kantor polisi."


" Darren tolongin aku." Teriak Klarissa yang meronta-ronta. Annisa pun merasa dan bingun dengan semua ini.


" Dia, dia dalang di balik kecelakaan kamu dan Darren. Dia memanipulasi tersangka untuk menghilangkan jejak. Licik sekali Klarissa." Jelas Kevin.


" Apa? Klarissa yang udah biki gue kayak gini, nggak mungkin Vin." Sahut Darren.


" Kalau ingatan lo udah pulih, gue yakin lo bakal hancurin Klarissa." Sahut Rio.

__ADS_1


" Ya Allah, jadi selama ini Klarissa yang buat penderitaan ini. Tega sekali dia." Kata Annisa sambil menangis.


" Darren, please. Berusahalah mengingat itu semua, kasihan Annisa. Lihat dia sedang mengandung anak kamu." Kata Tori mengingatkan.


" Udah, Kak. Jangan paksa Darren." Kata Annisa mencoba mengingatkan.


" Kamu tahu mobil yang kecelakaan masuk jurang, saat aku sama Tori mau ke rumah sakit, itu mobil rental yang di sewa atas nama Klarissa. Kejam banget si Klarissa." Kata Rio pada Annisa.


" Aku salah apa sih, Kak? Sampai ada yang tega hancurin rumah tangga aku, bahkan ingin merenggut nyawaku. Bahkan kini suamiku menjadi korbannya. Dia mempertaruhkan nyawa di malam terindah yang dia berikan." Kata Annisa sambil menangis tersedu-sedu.


" Sabar, Annisa. Kakak yakin Darren akan cepat pulih." Sahut Kevin.


" Kecelakaan? kecelakaan apa? kenapa aku nggak ingat apa-apa." Sahut Darren yang masih bingung dengan keadaan ini.


" Aku bersyukur, setidaknya pelakunya sudah tertangkap. Nggak nyangka gue, Klarissa serendah itu hanya demi seorang laki-laki. Udah hilang akal apa." Kata Rio.


" Kak, terima kasih untuk kebaikan kalian. Annisa tahu pelaku yang sebenarnya sudah cukup, kita tinggal fokus pada kesehatan Darren. Semoga mukjizat segera datang." Doa Annisa.


" Amin" jawab Kevin, Rio dan Tori dengan kompak.

__ADS_1


" Kenapa kalian nggak jawab?" sahut Darren.


" Percuma gue jawab, lo juga nggak ingat." Sahut Rio dengan ketus. Darren pun hanya bisa menghela nafas panjang karena merasa kesal pada dirinya sendiri karena tidak ada ingatan tentang Annisa.


__ADS_2