
Pukul tengah malam, Annisa akhirnya sampai di appartemen. Annisa segera membersihkan diri dan langsung istirahat, tak lupa dia mengirimkan pesan pada suaminya kalau dia sudah tiba di rumah.
Jam menunjukkan pukul 6 pagi, Annisa sangat kaget ketika badannya terasa berat seperti ada yang tidur dan memeluknya dari belakang. Annisa mencoba membalikkan badan dan kaget melihat suaminya sudah ada di rumah sedang memeluknya. Annisa takut ini mimpi, dia mencubit pipinya dan terasa sakit, lalu dia mencoba mengecup bibir yang ada di depannya, apakah nyata atau hayalan. Setelah Annisa mengecup manis bibir suaminya, kedua mata Darren terbuka dan membuat Annisa membalas pelukan suaminya.
" Kamu sudah pulang?"
" Hehehehe iya, pekerjaanku sudah selesai lebih awal. Aku tidak bisa menahan rindu ini, jadi aku begitu semangat untuk bekerja." Ucap Darren sambil mengecup kening istrinya. Annisa menenggelamkan kepalanya ke dalam dada suaminya itu.
" Aku jam 5 tadi baru nyampai, terus aku sengaja nggak bangunin kamu, jadi aku peluk kamu aja sampai kamu bangun. Kamu kecapekan pasti."
" Aku juga kangen banget sama kamu. Aku baru kali ini merasakan rasa seperti ini pada seorang lelaki." Kata Annisa dengan nada manjanya.
" Kamu sekarang berubah jadi lebih manja ya beda kayak dulu." Goda Darren.
" Emang kenapa? Nggak boleh ya. Kamu nggak suka."
__ADS_1
" Suka kok, suka banget malah daripada kamu yang jutek kayak dulu."
" Kamu mau makan apa?"
" Aku nggak pingin makan, aku ingin seharian ini menghabiskan waktu sama kamu di atas ranjang."
" Tapi aku lagi halangan, sayang."
" Nggak apa2 kok, pelukan kayak gini aja aku udah seneng. Pelukan sampai seharian penuh sama ciumin kamu sampai puasssss. Emang berapa hari kalau halangan?"
" Apa?? Lama banget. Gimana caranya aku nahan. Kalau gitu kita pelukan kayak gini sampai tujuh hari."
" Iya habis itu kite berdua jamuran, nggak mandi nggak apa, kelaparan pula."
Darren mendongakan wajah Annisa ke arahnya lalu mencium bibir istrinya dengan sangat lembut. Annisa pun membalas ciuman suaminya sambil mempererat pelukannya pada suaminya itu. Darren sangat merindukan istrinya, apalagi pengantin baru, jelas saja otak mesum Darren beraksi sebagai seorang suami.
Mereka berdua benar2 melakukan aktivitas seharian di ranjang tanpa mandi tanpa makan karena Darren seperti anak bayi yang kalau di tinggal ibunya akan merengek menangis. Mereka saling berpelukan, berciuman, tangan nakal Dareen yang bergerilya, menonton film, semuanya di ranjang seharian. Darren seakan ketagihan dengan semua itu, baru pertama kali mencintai seorang wanita lalu melakukan hubungan suami istri yang tidak pernah terbayangkan olehnya jadi Darren selalu merindukan dan selalu ingin bercumbu dengan istrinya. Hingga tak terasa malam pun tiba. Annisa pun ijin untuk mandi.
__ADS_1
" Sayang, aku mandi dulu ya. Aku seharian nggak mandi."
" Kita bareng ya." Rengek Darren.
" Sayang, kan aku lagi halangan."
" Ya udah, deh. Aku pesan makanan online dulu ya."
" Iya, sayang."
" Habis mandi pakai baju seksi ya." Goda Darren dengan pikiran mesumnya.
" Iya tapi kamu sholat dulu, biar nggak mesum terus. Aku capek sayang seharian di kasur, bibir aku kayaknya jontor deh, seharian kamu cium terus." Kata Annisa yang bikin Darren tertawa puas.
" Biarin lah, serangganya jantan dan dia lagi haus." Jawab Darren.
" Kamu ini, ya udah aku mandi bentar ya."
__ADS_1