Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 84 ~ amnesia ~


__ADS_3

" Annisa, lihat! Darren sudah membuka matanya," seru Kevin. Kevin segera keluar untuk mencari dokter.


" Darren, kamu sudah bangun sayang? alhamdulillah," kata Annisa penuh haru. Darren pun melihat ke arah Annisa dan menatapnya seperti tatapan baru mengenali seseorang. Tak lama kemudian, dokter segera masuk memeriksa bersama Kevin. Dokter segera menggunakan stetoskop dan mulai membuka lebar-lebar mata Darren dengan menggunakan senter.


" Ini adalah mukjizat, setelah menunggu selama tiga minggu, akhirnya. Alhamdulillah," ucap Dokter Satriya. Dokter muda berkompeten yang kini menangani Darren.


" Dokter, kenapa tatapan suami saya kosong seperti itu. Seperti tidak mengenali sekelilingnya," kata Annisa dengan sedih.


" Oke sebentar, saya akan mencoba bertanya. Apakah anda ingat siapa nama anda?" tanya Dokter Satriya.


" Saya, Darren." jawab Darren singkat.


" Ini siapa?" kata dokter menunjuk ke arah Kevin.


" Itu Kevin, dokter. Dia sahabat saya," jawab Darren. Mendengar Darren mampu mengenali Kevin, membuat Annisa dan Kevin sangat bersyukur dan senyum merekah tergores di wajah Annisa.

__ADS_1


" Lalu, ini siapa?" tanya dokter sambil menunjuk ke arah Annisa. Annisa pun menggenggam tangan Darren, memastikan bahwa Darren sudah pasti mengingatnya. Darren menatap Annisa dalam namun tidak di temukan Annisa dalam memorinya. Darren hanya menggeleng penuh kebingungan, Darren sama sekali tidak mengingat Annisa. Seketika Annisa langsung melepaskan genggaman tangannya dengan perasaan kecewa.


" Darren, lo jangan becanda. Dia Annisa istri lo!" seru Kevin.


" Istri? sejak kapan gue nikah? kita kan baru aja lulus SMA, masak iya gue udah nikah, yang bener aja, gila lo." Kata Darren dengan nada ketus. Annisa pun seketika menangis, mendengar bahwa Darren tidak mengingatnya.


" Dokter, kenapa suami saya tidak mengenali saya? apa yang terjadi dokter?"


" Sepertinya, suami anda mengalami amnesia atau hilang ingatan akibat cedera kepalanya yang hebat, tapi harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Kami akan melakukan CT scan dan MRI pada kepala tuan Darren. Untuk kondisi tuan Darren semuanya sudah normal kembali dan bisa kami pindah ke ruang rawat inap. Silahkan kalian menunggu di luar dulu ya." Jelas Dokter Satriya.


" Bu, Darren tidak mengenali Annisa. Darren tidak ingat, Bu. Dia melupakan Annisa." Mereka semua yang ada disana pun sangat terkejut dengan apa yang di katakan Annisa.


" Kevin, apa yang terjadi?" tanya Bu Marta.


" Darren sudah sadar, ma. Tapi kata dokter, Darren mengalami amnesia tapi anehnya Darren mengenali Kevin. Tapi kenapa tidak mengenali Annisa. Dokter akan melakukan CT scan dan MRI pada Darren, kita segera bisa melihat hasilnya." kata Kevin.

__ADS_1


" Ya Allah ada apalagi, ini." Kata Bu Mita dengan khawatir.


******


Darren kini sudah di pindah di ruang rawat inap. Seluruh keluarga mendampingi untuk mengetahui informasi mengenai kesehatan Darren. Darren bisa mengenali semua keluarganya dan sahabatnya, hanya yang berkaitan dengan Annisa Darren lupa.


" Dari hasik CT scan dan MRI tuan Darren mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya sehingga menyebabkan gegar otak dan menyebabkan adanya penyumbatan. Sehingga berpengaruh pada daya ingat tuan Darren. Tuan Darren mengalami amnesia yang mana, tuan Darren hanya mengingat memori masa lalunya dan untuk masa sekarang terhapus dari memorinya," jelas dokter.


" Apakah hal ini bisa di sembuhkan, dok?" tanya Kevin.


" Untuk kasus ini, kami tidak bisa memprediksi. Ada yang hitungan hari, hitungan minggu, bulan atau bahkan tahun. Akan tetapi bisa saja ingatn itu kembali dengan tiba-tiba.Hanya waktu dan kuasa Allah yang bisa menjawabnya. Namun jangan memaksa ingatan tuan Darren, biarkan kondisinya pulih total terlebih dahulu," jelas dokter.


" Apakah ada cara lain, dok?" imbuh Rio.


" Kita pelan-pelan saja, mencoba mengingatkan kebiasaannya, kesehariannya atau sesuatu yang mampu membuatnya mengingat masa lalunya kembali. Kita perbanyak doa, ya. Saya permisi dulu," pamit dokter Satriya. Seketika Annisa terduduk lemas sambil menangis, batinnya semakin terluka. Bagaimana dia bisa melewati hari-harinya dengan Darren yang kini justru membuatnya seperti orang asing.

__ADS_1


__ADS_2