Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 85 ~ Ujian Again ~


__ADS_3

Kesehatan Darren berangsur membaik tapi tidak dengan ingatannya. Memory Darren hanya mengingat masa lalunya dimana saat dia baru saja lulus SMA. Annisa berusaha sabar menghadapi sikap Darren yang berubah karena Darren masih belum pulih. Hingga akhirnya dokter mengijinkan Darren pulang. Sesampainya dirumah, Darren segera ke kamarnya di ikuti oleh Annisa. Pak Surya dan Bu Mita menatap Annisa dengan sedih apalagi Annisa sedang hamil. Di kamarnya, Darren segera membaringkan tubuhnya. Sedangkan Annisa merapikan baju-baju Darren.


" Sayang, ayo kita sholat dzuhur dulu," ajak Annisa sambil menepuk pundak suaminya. Darren pun menangkis kasar tangan Annisa.


" Ih, ngapain sih pegang-pegang gue. Sholat sendiri aja, sana. Lagian masak iya, gue udah nikah terus sama lo, lagi. Dan sekarang lo hamil anak gue," kata Darren dengan kesal.


" Apa kamu tidak mengingat aku sama sekali. Sedikitpun tidak ada aku di ingatan kamu?" kata Annisa sambil menitikan air matanya.


" Memangnya kenapa kita bisa menikah?" tanya Darren ketus.


" Awalnya kita di jodohkan dan akhirnya kita saling mencintai," ucap Annisa tersedu-sedu.


" Di jodohkan? pasti kerjaan Papa. Suka sekali mengatur hidup gue, peduli juga nggak ngapain jodoh-jodohin segala." kata Darren sambil memalingkan wajahnya.


" Ya Allah, kuatkan hatiku untuk menghadapi sikap Darren yang seperti ini. Ini semua karena dia hilang ingatan," kata Annisa dalam hati.


" Gue nggak mau tidur seranjang sama, lo. Lo tidur di sofa sana. Gue yakin pernikahan kita nggak bahagia dan saling terpaksa, apalagi lo pasti ngincer harta gue doang," imbuh Darren. Kata-kata Darren benar-benar membuat Annisa merasa sakit sekali. Meskipun dulu saling benci tapi Darren tidak pernah bicara sekasar itu. Annisa pun turun kebawah dengan sesekali menyeka air matanya. Bu Mita dan Pak Surya yang melihat Annisa menangis segera memanggilnya.

__ADS_1


" Sayang, sini," panggil Bu Mita. Annisa segera menghampiri Pak Surya dan Bu Mita. Bu Mita menarik Annisa kedalam pelukannya. Annisa pun melepaskan tangisannya yang membuat Bu Mita ikut menangis.


" Sabar ya, nak. Kamu pasti bisa lewati ini, ambil kembali hati Darren seperti saat pertama kali kalian bertemu, sayang." Kata Bu Mita.


" Annisa, papa dan mama akan selalu mendukung kamu. Papa sendiri tidak menyangka siapa yang tega berbuat ini." Imbuh Pak Surya dengan perasaan sedih.


Ting tong ting tong, suara bel pintu. Bi Inah segera lari dan membuka pintu. Dan ternyata Klarissa. Klarissa segera masuk dengan percaya diri yang tinggi.


" Halo om, tante." Sapa Klarissa dengan gaya sok manisnya. Membuat Pak Surya dan Bu Mita tidak nyaman.


" Darren ada tante? Klarissa dengar Darren kecelakaan tadinya Klarissa ke rumah sakit tapi kata suster sudah pulang," kata Klarissa yang membawa parcel berisi buah. Darren pun turun dari kamarnya dan melihat ada Klarissa.


" Gue baik, gue kesini mau minta maaf sama lo dan sama Annisa juga karena beberapa waktu lalu aku pernah nglakuin kesalahan." Kata Klarissa yang sedang berakting.


" Udah lah nyantai aja, lagian dia siapa? katanya dia istri gue? sejak kapan gue nikah? ini pasti di luar kesadaran gue, pasti ini semua ulah papa. Dan lagian kita juga baru lulus, aneh nggak sih?" kata Darren dengan semua kebingungannya saat ini. Klarissa pun heran dengan sikap Darren. Kenapa Darren mengenali dirinya tapi kenapa tidak dengan Annisa.


" Darren habis koma dan sekarang hilang ingatan," kata Annisa dengan lirih.

__ADS_1


" Hah, hilang ingatan. Tadinya gue mau bikin Annisa celaka, setelah gue tahu Darren yang terluka, gue takut Darren bakal cari tau kebenarannya namun ternyata Darren malah hilang ingatan. Hahaha keberuntungan memihak gue, rencana gue semakin mulus buat naklukin Darren," gumam Klarissa dalam hati dengan tersenyum puas.


" Oh begitu, cepat sembuh ya Darren."


" Oh ya ,tar malam clubing yuk." Ajak Darren.


" Okey, gue jemput ya." Kata Klarissa dengan semangat.


" Om, tante Klarissa pamit." Kata Klarissa yang pergi begitu saja.


" Hati-hati, Klar." Sahut Darren.


" Darren, jaga sikap kamu. Kamu sudah menikah dan istri kami hamil. Jaga pergaulan kamu." Bentak Pak Surya.


" Udahlah, Pa. Papa jangan ngatur-ngatur hidup Darren. Apalagi dengan perjodohan dengan gadis itu." Ketus Darren yang kemudian kembali lagi ke kamarnya.


" Pa, udah. Jangan marahin Darren. Darren seperti itu karena yang dia ingat memory masa lalunya saat Darren baru lulus SMA. Jadi sangat sulit menerima keadaan ini. Annisa yakin lambat laun hati Darren akan melunak sekalipun ingatannya belum pulih," kata Annisa.

__ADS_1


" Ya Allah, sayang. Kamu memang luar biasa, sabar ya Annis." Peluk Bu Mita.


__ADS_2