Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 98 ~ Bahagia ~


__ADS_3

Annisa segera mengajak Darren untuk menemui Dokter Satriya.


" Assalamualaikum, Dokter." Sapa Annisa.


" Waalaikumsalam, Annisa, Tuan Darren." Balas Dokter Satriya.


" Ayo silahkan duduk." Tambah Dokter Satriya.


" Bagaimana Annisa kabar kamu dan kandungan kamu?"


" Alhamdulillah sehat, Dok."


" Gue yang sakit, kenapa Annisa yang di tanya. Kayaknya ini dokter suka sama Annisa " Kata Dareen dalam hati.


" Saya mau periksa, Dok. Saya ingin segera sembuh dan segera mengingat siapa diri saya." Sahut Darren dengan nada ketus.


" Oh, iya. Pasti Tuan. Mari silahkan berbaring." Jawab Dokter Satriya sambil tersenyum kecil. Darren segera berbaring dan Dokter Satriya segera memeriksa kondisi Darren.


" Bagaimana dokter keadaan suami saya?" tanya Annisa.


" Sepertinya kondisi tuan Darren semakin membaik. Dan sepertinya kalian sudah semakin dekat." Kata Dokter.


" Iya, Dok. Saya bahagia sekali." Imbuh Annisa.


" Kalau begitu saya akan menuliskan resep untuk Tuan Darren."

__ADS_1


" Iya, Dokter."


" Apakah ada yang sudah anda ingat, Tuan?"


" Belum tapi perasaan saya, selalu berbicara bahwa saya dulu sangat mencintainya." Kata Darren.


" Baguslah kalau begitu. Tolong di jaga juga ya Annisa dan kandungannya, jangan sampai kondisi Annisa drop lagi." Pesan Dokter Satriya pada Darren.


" Pasti Dokter." Jawab Darren.


" Annisa kamu baik-baik ya dan jaga kandungan kamu."


" Iya, Dokter." Jawab Annisa. Darren sangat tidak nyaman dengan sikap Dokter Satriya yang menatap Annisa. Bukan tatapan seperti seorang pasien namun tatapan sebagai seorang pria kepada wanita.


*******


" Kamu mikir nggak sih kalau Dokter Satriya itu aneh. Masak iya, aku yang sakit kamu yang di tanya. Terus kenapa dia manggil kamu nama doang, sok akrab banget." Kata Darren dengan ketus.


" Positif thinking aja, kamu jangan marah ya. Eh itu ada Kak Rio dan Tori juga. Ayo kesana." Ajak Annisa sambil menggandeng tangan Darren menuju halaman belakang.


" Hei, Darren. Ayo gabung." Ajak Rio.


" Iya, lah. Ini kan rumah gue." Celetuk Darren.


" Hai, Annisa. Ibu hamil makin cantik aja." Puji Tori.

__ADS_1


" Iya, aura Annisa itu semakin seksi kalau lagi hamil." Imbuh Rio.


" Bahkan teman-temanku pun menyukai dia." Batin Darren.


" Hai, Annisa." Sapa Dela dan Reva dengan kompak.


" Lho kalian kok disini?" tanya Annisa heran.


" Iya, Kak Tori sama Kak Rio yang undang kita kesini."


" Kita cuma pingin kejutan buat kamu. Kamu pasti seneng kalau mereka datang." Sahut Rio.


" Seneng banget." Kata Annisa seraya memeluk Dela dan Reva.


" Ya ampun, perut kamu udah besar aja, Annisa." Kata Reva sambil mengelus perut Annisa.


" Iya, nih. Badan udah mulai pegel terutama punggung. Doain ya semuanya, biar kehamilanku lancar sampai persalinan nanti." Kata Annisa.


" Amin." Jawab mereka semua dengan kompak.


" Dia sepertinya memang istri yang sangat baik. Perasaanku semakin tidak menentu. Sepertinya aku jatuh cinta. Semoga ingatanku segera pulih, aku tidak ingin kehilangan momen tentang dia di hidupku." Batin Darren.


" Hai, Raja? Kamu disini juga?" sapa Reva pada Raja.


" Iya, Rev. Raja mulai sekarang tinggal disini. Sekarang dia yatim piatu. Kasihan, Rev." Kata Annisa yang menceritakan kembali tentang Raja.

__ADS_1


" Ya Allah, kasihan. Lagian tu preman males banget sih kerja. Malah nyuruh anak-anak kerja. Apa itu preman yang dulu?" tanya Dela.


" Kayaknya bukan, sepertinya ada lagi deh. Susah banget buat nyingkirin mereka. Satunya hilang, eh satunya muncul lagi.


__ADS_2