Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 18 ~ Papa Sadar ~


__ADS_3

Sesampainya di kampus Annisa segera masuk ke kelas dan di sambut heboh oleh Dela&Reva.


" Ya Allah... Annisa. Kita kangen" Peluk Dela.


" Iya, nih. Sakit apa sih sampai kita nggak di bolehin jenguk."


" Sakit hati." Gurau Annisa.


" Beneran sakit hati sama siapa?" Tanya Reva.


" Sama kalian." Balas Annisa dengan tertawa kecil.


" Kemarin Pangeran Arab nyariin tuh." Seru Dela.


" Iya ,kemarin Adam nelfon. Dan kalian tau, Adam kemarin mau ngajakin taaruf."


" Serius, An. Wah dia berani juga ya terus kamu jawab apa."


" Aku jawab nanti dulu aja soalnya kan kita masih kuliah. Lagian 2thun lagi baru lulus."


" Nggak masalah dong, Annisa. Toh banyak juga yang kuliah tapi udah nikah bahkan udah punya anak." Sahut Reva.


" Tapi sebenernya gimana sih perasaan kamu sama Adam?" Tanya Dela penasaran.


" Jujur sih, dia itu sempurna sebagai imam, ya mungkin suami idaman para kamu hawa sih. Secara fisik, Allah memberikan dia wajah yang tampan&secara kesalehan,dia tidak di ragukan." Puji Annisa.


" Terusssss, nunggu apalagi. Kenapa nggak kamu iya'in aja." Kata Reva.


" Ah, udah ah introgasinya." Kata Annisa. Ternyata di luar kelas Darren mendengar semua percakapan Annisa dan teman-temannya. Sebenarnya Darren hanya ingin melihat Annisa apakah sudah sampai dengan selamat tapi ternyata Darren harus mendengar Annisa memuji laki-laki lain Darren pun segera pergi dan menuju basecamp. Rupanya di sana teman-temannya sudah menunggu. Kevin, Rio&Tori langsung memeluk erat Darren bebarengan sehingga membuat Darren kesulian bernafas.


" Apaan sih kalian, mau bunuh gue." Kata Darren sambil melepaskan diri dari pelukan teman-temannya.


" Lo kenapa sih? Nggak lihat lo sehari mata gue sakit." Gurau Rio.


" Nggak kenapa-kenapa kok. Ayo kita sing a song." Ajak Darren tiba-tiba. Dengan semangat Kevin, Rio&Tori segera menempati posisi masing-masing.


Darren mengajak teman-temannya memainkan lagu Nidji ( HAPUS AKU). Darren menyanyi dengan penuh semangat, dia melompat-lompat, bergaya seperti penyanyi rock, memutar-mutar kepalanya seperti goyang trio macan, memainkan stand mic dan memutar-mutarnya. Kevin, Rio&Tori heran melihat sikap sahabtnya itu.


" Ni bocah kesurupan apa" Batin Rio.


" Wah nggak beres nih." Batin Tori.


" Darren kehabisan obat apa ya." Batin Kevin.

__ADS_1


🎶Tuliskan kesedihan


Semua tak bisa kau ungkapkan


Dan kita kan bicara dengar hatiku


🎶Buang semua puisi antara kita berdua


Kau bunuh dia sesuatu yang kusebut itu cinta


Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku


🎶Hapus aku


Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku


Hapus aku


🎶Tuliskan kesedihan


Semua tak bisa kau hentikan


Dan kita kan bicara dengar jiwaku


Buang semua puisi antara kita berdua


Kau bunuh dia sesuatu yang kusebut itu cinta


Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku


Hapus aku


Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku


Hapus aku


🎶Yakinkan aku Tuhan dia bukan milikku


Hapus aku


Sadarkan aku Tuhan dia bukan milikku


Hapus aku.

__ADS_1


Setelah lagu selesai, Darren pun terengah-engah kemudian melempar mic ke sofa.


" Lo kenapa, Dar.?" Tanya Kevin.


" Tau ah, pusing. Gue mau cabut, mau tidur. Jangan ada yang ganggu gue." Pamit Darren.


" Ni anak dari kemarin bawaannya nggak jelas deh, moodnya berantakan. Tetep aja kayak gitu dari dulu. Hmmmm untung kita udah hafal sama sifat-sifat dia, makanya kita awet sahabatan sampai detik ini." Jelas Rio.


Saat berjajalan menuju tempat parkir, Darren mendapat telepon dari Pak Rudi&Pak Rudi meminta untuk mengajak Annisa juga kerumah sakit. Dengan penuh khawatir Darren berlali menuju kelas, tapi Annisa nggak ada, ke perpustakaan juga nggak ada, masjid kampus juga nggak ada, akhirnya Darren menuju ruang sedekah kampus. Dan dia mendapati Annisa sedang bersama Adam untuk membahas dana amal. Posisi Annisa duduk sambil menghadap laptop dan Adam berdiri di samping Annisa sambil membungkukkan badan agar bisa lebih dekat melihat data-data yang di input Annisa.


" Annisa." Teriak Darren membuat Annisa kaget.


" Ayo ikut gue." Darren menghampiri Annisa dan reflek menarik tangan Annisa dengan sekeras mungkin hingga Annisa merintih sakit.


" Awww... sakit." Darren tidak peduli dengan rintihan Annisa. Darren dengan paksa menyeret Annisa dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Adam merasa khawatir dengan keadaan Annisa. Darren segera mengemudikan mobilnya dengan cepat.


" Lo nggak bisa pelan, lo nggak lihat tangan gue sakit. Nanti kalau yang lain lihat gimana, gue nggak mau yang lain tahu kalau kita mau di jodohkan." Kata Annisa dengan kesal.


" Yang lain siapa? Adam maksut lo?" Kata Darren dengan marah.


" Gue males debat sama lo." Kata Annisa sambil memijit pergelangan tangannya dengan pelan karena masih terasa skit&seperti terkilir. Darren melihat Annisa memijit tangannya dan merasa menyesal.


" Sorry, gue panik. Pak Rudi telpon nyuruh kita cepet-cepet ke rumah sakit, ini tentang papa. Dan Pak Rudi minta buat ngajak lo juga." Jelas Darren tanpa bisa menutupi rasa cemasnya.


" Semoga Pak Surya nggak kenapa-kenapa." Kata Annisa mencoba menenangkan Darren.


Sesampainya di rumah sakit, Annisa&Darren menuju ruang ICU tapi ternyata kosong, hal itu semakin menambah kepanikan Darren. Kemudian Darren bertanya pada suster yang lewat dan mengatakan jika Pak Surya sudah di pindah di kamar rawat inap. Sungguh lega hati Annisa&Darren, mereka segera menuju kamar rawat inap VVIP.


" Pah..." Seru Darren segera membuka kamar rawat tanpa permisi ataupun salam. Ternyata disana orang tua Annisa juga sudah berkumpul. Annisa pun merasa terkejut. Darren sangat senang melihat papanya sudah sadar. Darren segera memeluk papanya.


" Pah... syukurlah Papa sudah sadar. Maafin Darren pah. Darren mau kok pah di jodohin."


" Maafin papa juga, papa yang salah. Papa sayang banget sama kamu." Kata Pak Surya membalas pelukan Darren. Darren pun melepaskan pelukannya. Annisa segera mendekat ke Pak Surya sambil mencium tangannya.


" Assalamualikum, Om."


" Walaikumsalam, nak." Balas Pak Surya.


" Alhamdulillah, Om sudah sehat. Annisa senang dengernya."


" Pak Rudi, tolong suruh Pak penghulu masuk ya."


Perintah Pak Surya. Darren&Annisa pun membelalakan matanya dan kaget kompakan.

__ADS_1


" Penghulu..." Kata mereka kompak.


__ADS_2