Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 45~ ASSALAMUALAIKUM CINTA~


__ADS_3

Setelah masakan selesai,Annisa bersama Dela&Reva menyiapkannya di ruang makan. Annisa seperti seorang ibu yang sedang menyiapkan masakan untuk anak2nya.


" Hmmmm aromanya, sedap." Puji Rio.


" Beruntung ya si Darren dapetin kamu." Puji Kevin.


" Iya, nih kamu masak apa?" Tanya Tori.


" Tadi ada daging jadi aku masak rendang, perkedel sama sayur sop." Kata Annisa mencoba menjelaskannya pada tiga cowok tadi.


" Aku juga bantuin lho oppa." Kata Dela dengan genit-genit manja.


" Okey, mari kita makan." Kata Rio dengan semangat.


" Berdoa dulu dong, Kak." Kata Annisa mengingatkan.


" Biar aku aja yang pimpin doa." Sahut Kevin. Mereka semua pun berdoa sebelum makan yang di pimpin oleh Kevin. Dan dengan semangat mereka pun mulai memakannya.


" Aku suka banget sama daging. Dan satiap kali aku mau nginep sini, selalu nyuruh asisten buat nyiapin bahan makanan di kulkas, biasanya ada koki disini. Berhubung udah ada kamu yang serba bisa jadi ya udh." Kata Rio pada Annisa.

__ADS_1


" Nggak apa2 lah, Kak. Aku seneng kok bisa masakin buat kalian."


" Tapi sumpah masakan kamu enakkk banget, pingin banget punya istri kayak kamu Annisa." Kata Rio.


" Oppa Rio, Annisa udah punya suami. Aku juga bisa masak kok Kak. Tapi aku lebih suka masakan Korea sih, aku paling suka sama samyang." Sahut Reva.


" Boleh tuh kamu buatin aku kapan2." Kata Rio dengan semangat.


" Kalau aku biasanya Jepang, Kak. Aku paling suka bikin sushi isi daging." Sahut Dela.


" Oh gitu, aku juga termasuk penyuka masakan Jepang. Tapi lidah aku tipe lidah universal sih, mau makan apa hajar." Kata Tori.


" Pada sarapan nggak ajak2, halo sayang." Kata Rachel sambil mencium pipi Kevin. Reva dan Dela merasa risih dengan sikap Rachel.


" Annisa, aku mau minta maaf soal semalam. Rachel udah nyiram teh ke baju kamu. Dan kamu masih baik sama kita termasuk aku, nyiapan sarapan buat kita semua, apalgi kamu sebenarnya nggak ada kewajiban buat melayani kita semua." Kata Kevin pada Annisa.


" Ternyata Lo yang buat masalah semalam. Heran gue sama si Rachel." Ketus Rio.


" Ngapain sih kalian ribut mikirin dia, belain dia. Dia aja asal usulnya nggak jelas." Kata Rachel dengan ketus sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.

__ADS_1


" Makanan apaan nih." Ketus Rachel sambil melempar sendok ke meja makan, mereka semua kaget dengan sikap Rachel.


" Enak kok, yang bikin nggak enak itu mulut Kak Rachel jadinya pas di makan jadi busuk." Sahut Reva. Melihat keberanian Reva,membuat Rio dan Tori tersenyum saling pandang karena baru kali ini ada yang berani melawan Rachel. Rachel anak tunggal, kaya dari lahir, egois, sombong tapi entah kenapa Kevin begitu betah pacaran sama Rachel.


" Kalau Kak Rachel benci sama Annisa, Kakak pergi aja. Kita semua lahap juga makannya, cuma Kakak aja yanh komplain. Makanya Kak belajar bersihin hati dulu, biar mulutnya ikut bersih." Kata Dela.


" Reva, Dela udah cukup." Sahut Annisa.


" Kamu kok diem aja sih." Kata Rachel pada Kevin.


" Aku mesti gimana? Kamu salah kok." Sahut Kevin.


" Keterlaluan kamu." Kata Rachel dengan kesal yang kemudian pergi begitu saja dengan marahnya. Mereka semua malah tertawa melihat sikap Rachel yang kekanak-kanakan.


Setelah selesai makan, Annisa segera ke kamar dan melihan handphone nya ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari Darren.


" Ya Allah, Darren." Kata Annisa. Annisa segera menelpon Darren dan kebetulan Darren sudah mulai meeting&handphone nya ada bersama sekertarisnya. Annisa pun mencoba mengirim pesan pada Darren.


" Assalamualaikum suamiku... Maaf ya tadi aku masak membuatkan sarapan buat Kak Rio, Kevin dan Tori. Aku kangen sama kamu, aku semalaman nunggu kabar dari kamu, aku gelisah dan tidak tenang tapi aku berusaha positif thinking kalau kamu selalu sehat&selalu di lindungi oleh Allah SWT, jaga kesehatan&jangan lupa untuk sholat, ya. I love u."

__ADS_1


" Syukurlah, kamu baik2 saja, aku tenang sekarang." Gumam Annisa.


__ADS_2