Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 101 ~ Teror Cinta ~


__ADS_3

Malam harinya, bel pintu rumah Darren berbunyi. Annisa yang kebetulan ingin menuju dapur segera membukanya.


" Selamat Malam."


" Malam, Mas. Ada perlu apa?"


" Ini ada kiriman bunga untuk Bu Annisa." Kata Kurir tersebut yang membawa satu buket mawar putih untuk Annisa.


" Oh, terima kasih."


" Baik saya permisi." Kata Kurir tersebut. Annisa segera masuk kedalam. Annisa melihat tidak ada nama pengirim di buket bunga tersebut. Annisa sangat menyukai mawar putih itu. Mawar putih itu mengingatkannya pada momen sebelum Darren kecelakaan. Darren melihat Annisa membawa buket bunga segera menghampirinya.


" Kamu dapat bunga dari siapa?" selidik Darren.


" Aku nggak tahu, nggak ada pengirimnya."


" Buang saja. Jangan di terima." Ketus Darren.


" Jangan dong, sayang bunganya. Tapi siapa ya? mungkin kerjaan Dela sama Reva sayang."


" Lagian malam-malam kurir ngirimin bunga." Kata Darren dengan curiga.


" Apa kamu ingat, sebelum kejadian kecelakaan itu. Kamu ngasih aku buket bunga mawar putih yang banyak banget. Aku bahagia sekali malam itu namun takdir berkata lain. Ya tiba-tiba kamu kena musibah." Cerita Annisa. Sejenak Darren terdiam, terlintas bayangan kecelakaan itu namun masih tetap saja bayangan yang tampak samar. Darren memegangi kepalanya dan menjambak rambutnya. Annisa yang sedari tadi berdiri membelakangi Darren, menoleh ke arah Darren. Annisa terkejut melihat Darren yang tengah kesakitan. Annisa meletakkan buket itu di atas sofa.

__ADS_1


" Darren, kamu kenapa? jangan paksa ingatan kamu. Ayo kita ke kamar." Ajak Annisa dengan panik sambil menuntun Darren ke kamar. Annisa membantu membaringkan Darren di atas tempat tidur. Annisa segera bergegas memberikan obat untuk Darren. Dengan menahan sakit, Darren pun meminumnya.


" Kamu istirahat ya. Aku buatin minuman hangat untuk kamu." Kata Annisa. Annisa segera turun lalu menuju dapur dan membuatkan teh hangat untuk Darren. Setelah selesai, Annisa pun segera kembali ke kamar.


" Darren, kamu minum dulu ya." Kata Annisa sambil membantu Darren untuk duduk. Darren pun menurut dan segera meminumnya. Annisa membantu Darren untuk berbaring lalu menyelimutinya.


" Kamu istirahat ya, sayang. Maaf karena kejadian tadi, membuat kamu sakit."


" Nggak apa-apa, aku ingin sekali segera mengingatnya." Imbuh Darren.


" Lebih baik kamu istirahat."


" Iya, terima kasih."


🌺🌺🌺🌺


" Non, Annisa. Ini ada kiriman bubur ayam untuk Non Annisa." Kata Bi Inah menyodorkan bubur tersebut.


" Dari siapa, Bi?" tanya Annisa ingin tahu.


" Tidak tahu, Non. Tiba-tiba saja pas Bibi buka pintu sudah tergelantung di gagang pintu."


" Ya udah, Bi. Makasih ya." Kata Annisa. Bi Inah pun kembali melakukan tugasnya.

__ADS_1


" Siapa sih, yang diam-diam melakukan ini. Dan ini memang kesukaan aku." Gumam Annisa. Raja yang telah selesai mandi, melihat Annisa membawa bungkusan.


" Kak, apa itu?"


" Oh ini. Ini bubur ayam. Ya udah kamu makan aja ya buat sarapan, kamu kan harus segera pergi ke sekolah."


" Iya, Kak. Terima kasih ya." Kata Raja yang segera duduk di meja makan. Raja membuka bungkusan itu lalu segera memakannya. Annisa pun tak lupa membuat susu untuk Raja dan membantunya menyiapkan perlengkapan sekolahnya. Darren yang berada di kamar, perlahan membuka matanya. Darren segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera turun kebawah mencari Annisa. Darren melihat Raja yang tengah menikmati sarapan pagi.


" Hei, Raja. Sarapan sama apa?" tanya Darren sambil mengusap kepala Raja.


" Oh ini, Kak Annisa tadi beli bubur ayam." Jawan Raja.


" Sekarang mana Kak Annisa?"


" Lagi di dapur, Kak."


Darren segera menyusul Annisa di dapur. Darren melihat Annisa tengah membuatkan susu untuk Raja.


" Annisa sarapan untuk aku mana?"


" Ini, aku siapin nasi goreng buat kamu."


" Lho katanya kamu beli bubur ayam, mana buat aku."

__ADS_1


" Oh itu. Sebenarnya tadi Bi Inah dapat bubur itu ada tulisannya untuk aku tapi nggak tau dari siapa. Terus aku suruh aja Raja buat makan." Cerita Annisa yang membuat Darren terdiam dan berfikir sejenak.


" Siapa sebenarnya dia? akhir-akhir ini ada yang mencoba mengganggu Annisa." Gumam Darren dalam hati.


__ADS_2