Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 71~ Kode ke 2 ~


__ADS_3


Darren pun segera menuruti permintaan istrinya itu. Sesampainya disana, Dareen segera memesankan 1 porsi mangkok bakso urat dan 1 porsi rujak buah.


" Bang, yang pedes ya rujaknya, pokoknya yang pedes. Lebih pedes dari biasanya." Kata Annisa pada Bang Somad.


" Iya, neng." Jawab Bang Somad.


" Oh ya, Bang. Baksonya jangan kasih bawang goreng sama jangan kasih seledri sama daun bawang ya."


" Biasanya juga pakai, neng." Kata Bang Somad yang sudah hafal dengan racikan Bakso kesukaan Annisa.


" Si Annisa ini kenapa, tumben-tumbenan jadi cerewet dan banyak maunya gini, biasanya alim-alim aja." Kata Darren dalam hati. Annisa pun segera memakan bakso lalu kemudian rujaknya dengan lahap sampai membuat Darren merasa begah. Dengan setia Darren menunggu Annisa makan.


" Sayang kamu nggak mau coba?" Tanya Annisa.


" Nggak usah, kamu habisin aja ya aku masih kenyang." Kata Darren sambil mengelus kepala istrinya.


" Sayang habis ini aku mau kita jalan-jalan. Aku pingin kita ke taman sambil makan ice cream. Aku selama nikah kan nggak pernah minta apa-apa sama kamu. Bolehkan sayang." Ajak Annisa tiba-tiba sambil merayu.


" Iya, sayang boleh kok." Kata Darren. Memang selama menikah Annisa tidak pernah meminta sesuatu yang aneh pada Darren. Sesampainya di taman, Annisa merengek ingin main ayunan.


" Sayang, main ayunan yuk. Kamu dorong aku ya." Pinta Annisa. Dengan senyum, Darren pun mendorong pelan ayunan itu.


" Sayang itu ada penjual ice cream, tolong beliin ya."


" Iya." Jawab Darren singkat. Darren memberikan 2 ice cream cone rasa coklat. Annisa pun menyuapi Darren ice cream lalu gantian Darren menyuapi Annisa. Merekapun saling tertawa dengan iseng Darren mecolekkan ice cream ke pipi Annisa. Mereka berlari bersama, tertawa seperti ABG yang sedang pacaran.


" Sayang udah sore, kita pulang yuk." Ajak Annisa.


" Iya, ayo."


Sesampainya di apartemen, Annisa segera mandi seperti biasa Darren selalu menggoda istri dan menyusul Annisa mandi lalu mereka berdua berendam di bathub. Tiga puluh menit sudah mereka berendam di kamar mandi, setelah itu mereka pun melakukan sholat ashar bersama dan menyempatkan mengaji bersama supaya acara fashion show besok berjalan dengan lancar.


Keesokan hari jam 8 pagi, Annisa dan Darren sudah tiba di butik. Saat tiba-tiba masuk, Rio, Tori, Dela, Reva dan juga karyawan yang lain sudah baris rapi dengan menunduk. Mereka saling senggol untuk berbicara.

__ADS_1


" Kalian kenapa?" Tanya Annisa.


" Iya, mau fashion show kok malah lemes." Imbuh Darren.


" Itu Annisa. Baju yang mau kita pakai buat acara hari ini hilang semua."


" Ya Allah, kok bisa. Gimana ini, apa kalian udah cari dulu siapa tahu kalian lupa naruh." Kata Annisa mencoba tenang.


" Gimana sih kalian kok bisa hilang." Kata Darren dengan nada tinggi.


" Kalian udah cek cctv." Tambah Darren.


" Udah tapi kita nggak tahu pelakunya siapa." Kaya Rio dengan panik.


" Coba aku cek lagi." Kata Darren sambil melihat kembali rekaman cctv.


" Sial. Ada rekama menit saat Susi mengunci pintu yang terpotong, sepertinya orang ini sangat cerdas. Dia tidak meninggalkan jejak. Lalu apa keuntungan ini bagi dia."


" Apa mungkin ini ulah kompetitor kita."


" Sayang, kamu tenang ya. Kita pakai stok yang lain aja ya, lagian ini hanya pagelaran sayang. Kamu mix and match aja baju yang ada." Kata Darren mencoba menenangkan Annisa.


" Iya Annisa. Ya udah kita berangkat sekarang aja ya." Imbuh Dela.


" Iya ayo kita mix baju yang lain." Kata Annisa. Mereka pun segera mempadu padankan baju yang ada. Mereka pun segera menuju pagelaran busana. Tori, Rio, Dela, Reva, Annisa dan juga Dareen lah yah menjadi model dari busana butik mereka. Mereka segera bersiap-siap di ruang make up.


" Sayang kamu sudah siap?" Tanya Darren.


" Insya Allah sayang. Sayang aku pakai sepatu teplek aja ya."


" Lho ini kan temanya busana kantor masak pakai teplek sih. Emang kamu nggak bawa heels?" Tanya Darren dengan heran.


" Ada kok sayang, tapi aku lagi pingin pakai teplek ini."


" Gini aja kamu pakai pantofel aja ya, yang nggak ada heelsnya biar kamu nyaman."

__ADS_1


" Ya udah deh sayang. Aku lagi nggak suka dan nggak pingin pakai heels." Kata Annisa risih.


" Kenapa sih Annisa ini, tumben bawel banget. Pusing gue yang nggak biasa lihat dia bawel." Kata Darren dalam hati. Darren sedikit kesal dengan sikap istrinya yang bawel hari-hari ini. Ingin marah tapi terlanjur cinta pikir Darren.


Tibalah giliran busana Annisa yang di pamerkan. Mereka bergantian jalan bak model di atas catwalk dan berganti busana yang lain. Dan disana ada Klarissa yang datang dengan menunjukkan wajah jengkelnya.


" Brengsek, kenapa mereka masih bisa ikutan sih. Padahal bajunya udah gue ambil dan gue bakar " Kata Klarissa dalam hati dengan perasaan jengkelnya.


Hingga tiba saatnya giliran Darren dan Annisa yang keluar terakhir sebagai pemilik butik dan perancang busana. Darren menggandeng tangan Annisa dengan mesra sambil membawa buket bunga yang cantik. Klarissa semakin terbakar api cemburu dan tidak rela melihat Darren dan Annisa bahagia. Niat jahat pun sudah tersirat di pikiran Klarissa.


Setelah selesai pagelaran, Darren dan Annisa mengajak yang lain untuk makan bersama di luar, namun Annisa yang memilihkan tempat. Annisa memilih makan di warung tenda, warung tenda nasi uduk dan ayam bakar. Krik. Krik. Krik. Darren, Rio, Tori, Dela dan Reva kecewa. Berharap Annisa mengajak mereka ke Resto yang mewah. Kini ada satu porsi nasi uduk+ ayam bakar+ es jeruk di hadapan mereka semua.


" Ayo di makan, jangan di lihat aja. Jangan lupa berdoa ya." Kata Annisa yang sudah makan dengan lahapnya. Mereka pun menurut pada Annisa. Meskipun di awal-awal wajah mereka cemberut untuk makan tapi saat mereka mencobanya, mereka makan sangat lahap termasuk Darren. Apalagi Rio dan Tori yang tak kalah lahap, bahkan mereka tambah sampai 2 piring begitu juga dengan Darren. Dela dan Reva memilih pesan lagi untuk di bungkus.


" Gimana, enak kan?" Kata Annisa.


" Iya, enak banget Annisa. Selera kuliner kamu mantul." Kata Rio sambil mengacungkan jempolnya.


" Hadeh, perut gue rasanya penuh." Imbuh Tori.


" Sayang kamu kesambet ya, kamu habis 3 piring, es jeruknya 5 gelas." Keluh Darren.


" Kenapa sayang, kamu takut aku gendut? Aku nggak boleh gendut gitu? Atau aku jelek kalau gendut?" Gerutu Annisa.


" Bukan itu sayang, tapi aku khawatir. Kamu akhir-akhir ini makan terus. Hati-hati lah sayang." Kata Darren mencoba mengingatkan.


" Iya kamu Annisa. Aku baru kali ini lihat kamu serakus itu." Kata Dela.


" Secara akhir-akhir ini aku sibuk banget, banyak pikiran, apalagi tadi belum sempat sarapan pagi jadi ya gini rakus." Imbuh Annisa.


" Sayang, aku boleh ya bungkus ayam bakar lagi, mau aku cemilin di rumah." Ucap Annisa sambil meringis.


" Iya boleh kok." Jawab Darren dengan senyum paksanya.


" Aku tau Annisa akhir-akhir ini sibuk, masak iya sih serakus itu. Aku cuma khawatir dengan kesehatannya kalau dia nggak jaga pola makan." Kata Darren dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2