Jihad Cinta

Jihad Cinta
EPISODE 19 ~ Mendadak Nikah ~


__ADS_3

" Pah, kenapa buru-buru. Papa juga baru sadar." Kata Darren.


" Justru itu, papa ingin menyaksikan kalian menikah. Papa nggak tau umur papa bakal sampai kapan, bisa jadi setelah ini papa drop dan meninggal." Kata Pak Surya dengan lirih.


" Pah jangan ngomong gitu. Papa pasti sehat kok."


" Syang, setelah melihat kalian menikah. Mama&Papa akan terbang ke Jerman untuk melanjutkan pengobtan papa." Tambah Bu Mita.


" Kami sebelumnya juga sudah membicarakan ini dengan Pak Amir&Bu Ratih." Kata Pak Surya.


" Sementara kalian menikah di bawah tangan dulu, setelah itu Pak Rudi akan mengurusnya ke kantor negeri agama. Papa ingin menyaksikannya nak. Lusa Papa akan ke Jerman untuk berobat. Tadinya papa tidak ada semangat untuk hidup tapi setelah melihat kalian, Papa ingin merasakan yang namanya menggendong cucu."


Mendengar kata" cucu" membuat pipi Darren memerah.


" Maafin Ayah&Ibu ya, nak." Kata Pak Amir.


" Iya, yah. Kalau ini sudah jalannya Annisa, Annisa ikhlas." Jawab Annisa pasrah. Annisa teringat kembali akan pesan Bu Mita pada malam itu&Annisa sudah berjanji pada Bu Mita untuk membantu Darren. Tak lama kemudian, Pak Rudi datang bersama dengan penghulu. Darren dan Annisa saling memandang.


" Sebentar, Pah. Darren mau bicara sebentar pada Annisa." Kemudian Darren mengajak Annisa keluar sebentar.


" Annisa, kalau lo keberatan gue batalin aja dan lo mundur, daripda lo nggak bahagia."


" Gue akan tetap lanjut, Dar. Apapun itu, gue nggak mau membuat orang tua gue kecewa sekalipun hal ini belum tentu bikin gue bahagia. Kita sama-sama pingin lihat orang tua gue bahagia, kita jalani aja pernikahan juga bukan buat main-main. Itu janji kita dengan Allah." Setelah mencapai kesepakatan, mereka kembali ke dalam dan segera melakukan ijab kabul di depan orang tua masing2. SAH. BARAKALLLAH.


" Dan, akhirnya aku menikah dan menjadi istri dari suami yang tidak aku inginkan dan cintai." Batin Annisa.


" Dan, akhirnya gue nikah, pernikahan kompromi tanpa cinta, gue tau cintanya Annisa itu Adam, bukan gue." Batin Darren.


" Alhamdulillah..." Kata mereka semuanya dengan kompak dan dengan perasaan Bahagia. Annisa dan Darren secara bergantian mencium tangan orang tua mereka masing-masing.


" Nak, jadilah istri yang sholeha untuk suamimu. Jaga kehormatannya, jaga aibnya, berbaktilah, lakukanlah hak&kewajibanmu sebagai istri." Kata Bu Ratih sambil memeluk Annisa.

__ADS_1


" Ingat pesan, Ibu ya nak. Ayah akan selalu berdoa untuk kebahgiaan kalian" Kata Pak Amir yang bergantian memeluk Annisa. Kemudia Annisa memeluk Bu Mita.


" Terima kasih, Annisa. Terima kasih, tolong bantu&ajari Darren." Pesan lirih Bu Mita pada Annisa di iringi air matanya.


" Insya Allah tante, doakan Annisa ya." Kemudian Annisa menghampiri Pak Surya.


" Mulai sekarang panggil kami Papa&Mama ya, Tolong jaga&titip Darren. Terima kasih, nak. Sekarang Papa jadi tenang." Kata Pak Surya denga rasa penuh haru.


" Insya Allah, Pa. Doakan kami."


" Pasti, Nak."


" Darren, tolong jaga Annisa. Jangan sakitin dia atau buat dia nangis. Kamu akn berurusan sama Papa&Mama." Ancam Pak Surya.


" Ya Pah." Jawab Darren pasrah.


" Nak Darren, Ayah titip Annisa. Bimbing&jaga dia ya,nak." Pesan Pak Amir.


" Ya, Ayah. Darren akan melakukannya.


" Iya, silahkan. Kalian kan sudah resmi jadi suami istri." Kata Pak Surya.


" Assalamualaikum." Pamit Annisa&Darren. Annisa pun hanya diam, suasana di mobil juga hening. Darren mengajak Annisa ke apartemennya.


" Mau kemana?"


" Ke appartemen gue." Sahut Darren. Darren mengajak Annisa ke apartemennya. Annisa begitu takjub melihat bangunan gedung yang sangat mewah. Mereka segera naik lift ke lantai 10. Saat lift mulai naik, reflek Annisa memegang tangan Darren sambil merem. Melihat reaksi Annisa, Dareen pun mengejeknya.


" Baru pertama kali naik lift ya,norak banget sih." Ledek Darren. Seketika Annisa langsung melepas genggamannya.


" Kenapa sih lo bisanya menghina aja. Gue tau kok gue itu norak&kampungan jadi nggak usah lo hujat terus." Ketus Annisa. Darren pun hanya diam dan cuek mendengar ocehan Annisa. Sampailah mereka ke lantai 10 menuju kamar 705, kamar apartemen Darren. Annisa pun kaget melihat dalamnya yang mewah tak kalah mewah dengan rumahnya Darren.

__ADS_1


" Sementara kita tinggal di sini aja, gue nggak mau yang lain tau tentang pernikahan kita. Gue belum siap." Ketus Darren.


" Sama gue juga belum siap, apalagi usia gue masih 19thn dan harus menikah tanpa cinta." Sahut Annisa yang tak mau kalah.


" Lo nanti tidur di kamar aja, gue tidur di sofa, kita tidurnya harus pisah. Nih surat perjanjian nikah kita." Kata Darren sambil menyodorkan kertan berisi perjanjian pernikahan.


" Apaan nih. Pernikahan itu sakral bukan mainan."


" Gue tahu,lo baca aja dulu. Itu juga nguntungin lo, kok." Kata Darren. Annisa pun mulai membacanyanya.


📝**Pihak Pertama&Kedua di larang melakukan hal-hal sebagai berikut:


Dilarang bersentuhan


Dilarang tidur bersama satu ranjang


Dilarang mencampuri urusan masing-masing


Pernikahan harus di sembunyikan dari halayak umum.


Peraturan di atas dapat di langgar jika ada persetujuan dari kedua belah pihak terutama saat mereka sedang butuh bantuan atau saling jatuh cinta**.


" What peraturan macam apa ini, Ya Allah dosakah hamba." Batin Annisa membayangkan pernikahan seperti ini.


" Gue tahu kalau lo nggak cinta sama gue, gue nggak mau lo nglakuin sesuatu dengan terpaksa.


Makanya di surat itu gue nulis kalau peraturan itu nggak berlaku jika kita memang sudah saling cinta. Gue menghargai lo karena kita menikah di jodohkan. Dan lo juga masih belum lulus. Gue tahu cita-cita dan keinginan lo.Untuk itu gue nggak mau menghambat cita-cita lo dan sorry kalau lo harus terlibat dalam kehidupan gue yang rumit ini."


Mendengar pernyataan Darren, Annisa hanya diam tak bergeming&mencoba berfikir.


" Gue mau mandi, tolong masakin gue ya. Selain 4 poin tadi lo tetap wajib ngurusin gue, terutama untuk urusan perut. Lumayan kan hemat." Kata Darren yang nylonong gitu aja. Sedangkan Annisa masih belum bisa mencerna semua ini, pupus sudah harapannya.

__ADS_1


VISUAL APARTEMEN MEWAH DARREN...Supaya kita semakin bisa berimajinasi,hehehe



__ADS_2